Ingin Membanggakan Indonesia di Kancah Internasional

falentina cotton

Kontribusi bagi bangsa bisa dimulai dari hal-hal kecil dengan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Sebagai anak muda Indonesia sekaligus keturunan Tionghoa, Falentina Cotton ingin berkontribusi bagi bangsa. Ia juga ingin membanggakan lingkungan terkecilnya yaitu orangtua. Hal itu yang melatarbelakangi perempuan 22 tahun tersebut mengikuti ajang Koko Cici Jakarta 2011. “Kita bisa mulai berkontribusi untuk bangsa dari hal-hal kecil seperti organisasi. Aku juga belajar budaya dan lingkungan serta belajar bagaimana menjadi keturunan Tionghoa dan orang Indonesia yang baik,” ujar Falentina yang tengah menempuh pendidikan S2 Corporate Communication di London School of Public Relations (LSPR) Jakarta.

Falentina mencontohkan bentuk kontribusi yang bisa dilakukan generasi muda, seperti berusaha dan belajar menjadi orang yang proaktif, mencari hal yang bisa dilakukan untuk Indonesia. Ajang Koko Cici Jakarta menurut Falentina menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Artinya tidak membedakan berdasarkan suku atau ras, melainkan menyamaratakan semua adalah orang Indonesia. “Kami mendukung program-program pemerintah, misalnya memperkenalkan pariwisata di Jakarta,” tutur Falentina, presenter di acara Oshop di Ochannel.

Karena tidak ingin menjadi anak muda yang hanya mengkritik, Falentina mengajukan permohonan magang sebagai staf di kantor Wakil Gubernur DKI Jakarta (saat itu) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kesempatan yang disyukurinya tersebut membuatnya belajar sistem pemerintahan serta memperoleh inspirasi dan pengalaman. Ketika itu Falentina dan teman-teman membuka yayasan yang mengajar anak-anak di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Mereka sempat presentasi di hadapan Ahok. Ahok berpendapat, kegiatan sosial harus membantu orang itu. Jika tidak, sama halnya dengan menyenangkan rasa sosial di dalam diri. “Misalnya, kamu bantu Rp 100 juta tapi kalau besok dia minta lagi berarti kamu tidak menolong. Menolong itu artinya orang mendapatkan kesempatan yang sama seperti kita, sama-sama sekolah atau bekerja, itu namanya membantu mengubah kehidupan orang,” ujar Falentina menirukan perkataan Ahok.

Bagi Falentina,  nasionalisme adalah pedoman yang dilakukan untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan negara. Nasionalisme artinya mengenal, mencintai, dan menjaga apa yang dimiliki serta mengembangkan dari aspek potensi masing-masing. Falentina mencontohkan Indonesia dengan alam yang luar biasa bagus yang dapat diunggulkan. Tidak sebatas perkataan, Falentina bersama sejumlah teman melakukan pengembangbiakan peternakan rumput laut di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. “Aku ingin bergerak di bisnis yang juga melestarikan lingkungan,” kata Falentina yang aktif di beberapa organisasi kepemudaan.

Sederet prestasi yang ditorehkan Falentina seperti Miss Earth Indonesia Water 2014, LSPR4C Green Ambassador 2012, dan Runner Up Miss LSPR 2011 itu dicapainya berkat iman akan Tuhan, komitmen, dan konsisten. Falentina memberi pesan kepada anak muda untuk fokus pada talenta yang dimiliki dan mengolahnya hingga berhasil. “Mengutip apa yang dikatakan idola saya, Vanness Wu, kalau Anda bisa membantu orang maka nilai kualitas diri Anda bertambah,” kata Falentina yang di tengah padatnya aktivitas juga bekerja sebagai freelance MC.

Duta Mandiri

Selama mengemban tugas sebagai Cici Jakarta 2011, Falentina mengisahkan banyak sekali kegiatan yang harus dijalankan. Kegiatan tersebut berada di bawah Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta dan diayomi oleh beberapa organisasi Tionghoa, salah satunya Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI). Dalam pandangan Falentina, hal yang paling membanggakan adalah Koko Cici Jakarta mampu menjadi duta yang mandiri. Mereka melestarikan budaya Tionghoa melalui pencarian dana secara independen. “Contohnya mengadakan acara. Di sana kami mensosialisasikan dan mengajak masyarakat melestarikan budaya Tionghoa,” kata Falentina, peraih penghargaan khusus Miss Earth Indonesia Peace 2014.

Sementara itu sebagai Miss Earth Indonesia Water 2014, Falentina aktif mengkampanyekan dan bersosialiasi mengenai menjaga lingkungan yang dimulai dari hal-hal kecil. Ia memberi contoh, jangan membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan kertas, hingga menggunakan shower saat mandi.

Advertisements
Ingin Membanggakan Indonesia di Kancah Internasional

One thought on “Ingin Membanggakan Indonesia di Kancah Internasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s