YAPEDA Timika, Tak Henti Sosialisasikan HIV/AIDS

Tak ada kata final dalam menyebarluaskan informasi mengenai HIV/AIDS. Mengajak kaum muda sebagai agen perubahan di masyarakat.

Pada 12 Desember 2003 Yayasan Peduli AIDS (YAPEDA) dibentuk di Timika, Papua. Yayasan tersebut beranggotakan masyarakat yang peduli akan masalah HIV dan AIDS di Kabupaten Mimika.  Pendirian YAPEDA dilatarbelakangi ditemukakannya kasus HIV untuk pertama kalinya di Merauke tahun 1986. Sepuluh tahun kemudian kasus yang sama ditemukan di Timika. Mulai tahun 1998 sekelompok orang peduli  dan memberikan sumbangan tersendiri dalam pemberantasan penularan HIV hingga berdirilah YAPEDA.

Visi YAPEDA adalah menjawab kebutuhan masyarakat di bidang sosial dan kemanusiaan. Sementara misi YAPEDA adalah memberi perhatian khusus  pada isu HIV dan AIDS serta berusaha menanggulangi dengan memberikan informasi dan edukasi khususnya kepada kaum muda. YAPEDA yang dipimpin oleh Pastor Lambertus H. Hagendoorn OFM memiliki tiga program sebagai berikut pertama, Pemuda Indonesia Lawan AIDS (PILA) dengan fokus pendampingan remaja untuk terlibat aktif dalam setiap aktivitas sosial; kedua, Program Panti Asuhan     yang menampung anak-anak korban HIV dan AIDS dalam suasana kekeluargaan dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan kehidupan yang layak; ketiga, Program Lingkungan; serta keempat, Program Kesehatan bersama KINERJA-USAID yang telah berakhir.

Tahun 2009-2012 YAPEDA bekerja sama dengan UNDP dalam program peningkatan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat dengan menggerakkan puskesmas dan para kader Komisi Penanggulangan AIDS dan Kesehatan Kampung (KOMPAKK) yang dibentuk YAPEDA. Selain itu YAPEDA terlibat dalam pendampingan terhadap Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA)  yang didominasi ibu dan anak. YAPEDA memandang isu kesehatan ibu dan anak (KIA) berkaitan erat. Untuk itu YAPEDA menilai perlu berperan serta dalam program pengembangan pelayanan KIA.

Sejak Juli 2013 YAPEDA bekerjasama dengan KINERJA-USAID dalam meningkatkan pelayanan kesehatan terutama KIA. Fokus utamanya adalah “good governance” terutama di bidang kesehatan. Sebagai langkah awal YAPEDA mendatangi masyarakat di tiga wilayah sasaran, yaitu Distrik Mimika Timur, Distrik Iwaka, dan Distrik Mimika Baru.

Dalam perjalanannya YAPEDA telah memberi dukungan kepada ODHA dan orang yang hidup dengan ODHA (OHIDHA). Tindakan yang juga penting adalah kepedulian masyarakat terhadap masalah AIDS diwujudkan dengan langkah-langkah penanggulangan HIV dan AIDS. Dengan demikian YAPEDA mampu mengubah penderitaan menjadi tekad dan tindakan yang membawa perubahan.

Kaum Muda

Pada 30 Mei 2015 lalu PILA mengadakan kegiatan Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) bersama masyarakat Wonosari Jaya. Diharapkan dari kegiatan tahunan tersebut masyarakat mendapatkan pengetahuan, bukan hanya bahaya penularan HIV dan AIDS, juga bagaimana mereka merangkul ODHA dengan kasih. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut membuktikan bahwa banyak pihak yang ingin memberikan    konstribusi dan berkomitmen terhadap permasalahan HIV/AIDS di Kabupaten Mimika.

Sebelumnya PILA telah mengadakan serangkaian kegiatan yang melibatkan siswa/i tingkat SLTP yakni penyuluhan tentang HIV/AIDS yang dipaparkan oleh  penyuluh sebaya serta lomba dekorasi kelas dan menyusun kata bertemakan HIV/AIDS dilanjutkan dengan penjelasan siswa mengenai HIV/AIDS. Perlombaan itu diselenggarakan dengan tujuan mengaktifkan pemahaman siswa terhadap isu HIV/AIDS dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat.

Kegiatan penyuluhan bukan hal baru untuk Yapeda. Setiap tahun kegiatan tersebut diadakan dengan menyasar siswa tingkat SLTP, SMU, dan SMK. Dengan demikian akan lebih mudah bagi mereka untuk memberitahukan arti HIV/AIDS serta mengajak dan menyadarkan bahaya HIV/AIDS kepada teman-teman sebaya. YAPEDA memandang tidak boleh ada kata berhenti dalam memberikan penyuluhan dan penyebaran informasi kepada generasi muda.

Pelatihan Penyuluh Sebaya (PPS) merupakan langkah awal regenerasi anggota PILA. Dibentuk pada 7 Oktober 2003, PILA bertujuan menyelamatkan generasi muda dari ancaman HIV/AIDS, narkoba, miras, dan lain-lain. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan keterampilan untuk mengenal kepribadian, skill, dan materi HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, serta Infeksi menular Seksual (IMS). Selain penyuluhan untuk remaja, PILA juga terlibat dalam penyuluhan kepada remaja-remaja di organisasi sosial maupun non sosial seperti komunitas di Timika.

Dari 4.072 kasus HIV di Timika sejak 1996 hingga 2014, dua persennya menimpa orang muda. Pastor Lambertus memandang jumlah orang muda dengan HIV/AIDS akan terus bertambah mengingat mereka kurang mampu mengendalikan diri dari pola hidup tidak sehat seperti berganti-ganti pasangan saat melakukan hubungan seksual dan lainnya. Perilaku seks bebas jamak dilakukan oleh kaum muda Timika saat kelulusan sambil mengonsumi miras. Data riil di lapangan akan lebih besar ketimbang yang tercatat.

Sebagaimana yang termuat dalam website Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Triwulan IV tahun 2014, tercatat jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Desember 2014 sebanyak 160.138. Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (34.641), Jawa Timur (20.761), Jawa Barat (13.938), Bali (10.188), dan Papua (7.365). Sementara itu persentase kumulatif AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun (32,2%), 30-39 tahun (29,1%), 40-49 tahun (11,4%), 50-59 tahun (3,7%), dan 15-19 tahun (3,1%).

Remaja merupakan salah satu komunitas selain perempuan dan buruh migran yang berpartisipasi pada Pra Pernas AIDS yang akan diadakan pada 25 dan 26 Oktober 2015 mendatang di Makassar. Tujuan diadakan program komunitas adalah memfasilitasi diskusi, konsolidasi, dan penyusunan rekomendasi sebagai bahan masukan dari komunitas terkait isu-isu penting penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.

Advertisements
YAPEDA Timika, Tak Henti Sosialisasikan HIV/AIDS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s