Hatiku Tertambat di Jayapura

Danau Sentani tampak dari Ifar Gunung
Danau Sentani tampak dari Ifar Gunung

Sesaat sebelum pesawat mendarat di Bandara Sentani, Jayapura dari balik jendela pesawat terlihat daratan hijau yang tersebar di lautan tak berbatas. Bukit dengan barisan pohon dan gunung dengan kabutnya seolah menyambut saya saat menginjakkan kaki di Bandara Sentani awal April lalu. Sepanjang perjalanan menuju Jayapura, mata disejukkan dengan keteduhan air Danau Sentani di sisi kanan. Kontras di sisi kiri bukit kapur menjulang menunjukkan kemegahannya.

Jayapura merupakan ibukota Provinsi Papua, provinsi paling timur di Indonesia. Di Jayapura terdapat beberapa objek pariwisata yang tak kalah dengan daerah lain. Sebut saja Skyline, Tugu MacArthur, Jayapura City, hingga Stadion Mandala.

Dari Skyline, mata dimanjakan oleh pemandangan Lautan Pasifik
Dari Skyline, mata dimanjakan oleh pemandangan Lautan Pasifik

Skyline, berada di sebelah kanan jalan dari Abepura menuju Jayapura. Sambil menikmati sejuknya es kelapa dan dibelai oleh hembusan angin, mata dihadapkan pada birunya Teluk Jayapura dan Teluk Youtefa serta perahu nelayan dengan tebaran jala.

Santai sejenak sambil menyeruput es kelapa
Santai sejenak sambil menyeruput es kelapa

Sederet kios yang menjual kelapa muda menjadi pilihan untuk sekadar bersantai dari hiruk pikuknya aktivitas kota yang menjemukan. Satu butir kelapa muda dijual dengan harga Rp 15 ribu. Pengunjung dapat memilih kelapa muda dilengkapi es dan sirup atau tidak. Kios dengan pemilik orang asli Papua itu hanya beroperasi hingga pk 17.00. Lewat dari itu kios tutup.

Tugu MacArthur
Tugu MacArthur

Berlanjut dengan kunjungan ke Tugu MacArthur. Tugu tersebut dapat ditempuh dari Jayapura selama 45 menit. Melewati jalan berkelok-kelok, mata dimanjakan dengan pemandangan rimbunnya pohon di kiri dan kanan jalan serta gugusan Pegunungan Cyclops. Dari ketinggian dapat disaksikan Danau Sentani dan aktivitas Bandara Sentani dengan pesawat yang tinggal dan lepas landas. Pengunjung dapat memilih duduk di pondok, kursi, atau rumput.

Sejuknya udara di kawasan Tugu MacArthur membuat piknik kami semakin mengasyikkan
Sejuknya udara di kawasan Tugu MacArthur membuat piknik kami semakin mengasyikkan

Pada Perang Dunia II, pasukan sekutu yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Douglas MacArthur tiba di Papua untuk mengusir tentara Jepang yang menduduki wilayah tersebut. Tentara AS menjadikan Ifar Gunung yang sekaligus menjadi lokasi Tugu MacArthur sebagai basis pertahanan. Lokasi tersebut dipilih MacArthur sebab dari atas bukit terlihat jelas Bandara Sentani dan Danau Sentani. Dengan demikian MacArthur dapat melihat pergerakan pesawat tempurnya. Kawasan tersebut kini difungsikan sebagai kompleks Resimen Induk Daerah Militer (RINDAM) XVII Cenderawasih.

Jayapura City

Jayapura City dapat ditempuh melalui Polimak. Dari Jayapura memakan waktu 30 menit. Jika menggunakan motor, pilihlah motor yang tangguh karena medan pendakian yang curam dan tikungan yang cukup membahayakan. Esktra hati-hati untuk melewatinya.

Piknik di Jayapura City sungguh nikmat
Piknik di Jayapura City sungguh nikmat

Disebut Jayapura City karena terdapat tulisan besar Jayapura City di rangka baja yang terlihat dari seluruh penjuru kota. Saat malam, tulisan ini berpendar bersama ribuan cahaya yang muncul dari lampu rumah penduduk, bagai kunang-kunang yang berpencar di kegelapan malam.

Kota Jayapura dilihat dari Jayapura City
Kota Jayapura dilihat dari Jayapura City

Stadion Mandala merupakan salah satu ikon kota Jayapura. Stadion itu dapat menampung kira-kira 30 ribu penonton. Pada momen pertandingan, Stadion Mandala menjadi ajang berkumpulnya Persipuramania yang merupakan pendukung setia kesebelasan Persipura. Warga Jayapura sangat mendukung tim kebanggaannya itu. Lagu, yel-yel, dan sorak sorai disuarakan secara kompak. Bagi mereka, Persipura adalah mutiara hitam yang senantiasa berkilau di antara kesebelasan lainnya di Indonesia.

Stadion Mandala
Stadion Mandala

Pada 2009 stadion ini direnovasi dengan tujuan menjadikan stadion berstandar internasional. Pada 28 April 2013, stadion ini menjadi saksi pertandingan antara Persipura melawan Gresik United. Sementara pada 2 Mei 2013, Persipura beradu dengan Arema dalam rangkaian Indonesia Super League.

Pinang

Bagi orang asli Papua, baik tua maupun muda, lelaki maupun perempuan, pinang tak bisa dilepaskan dari keseharian. Maka tak heran di tempat-tempat umum bahkan hingga ke pelosok kampung dapat dijumpai penjual pinang. Di lingkungan pemerintahan sekalipun masih banyak dijumpai pegawai yang mengunyah pinang sambil menjalankan pekerjaan.

Pinang bagaikan urat nadi yang menyemangati orang Papua dalam bekerja. Ibarat sayur tanpa garam. Sayangnya pemandangan membuang ludah pinang sembarangan menjadi sesuatu yang jamak dijumpai. Oleh karena itu di lokasi yang ramai dikunjungi akan mudah dijumpai pengumuman ‘dilarang membuang ludah pinang sembarang”.

Karena letaknya di ujung timur Indonesia, harga barang kebutuhan pokok seperti makanan dan pakaian lebih mahal bahkan hingga mencapai dua kali lipat dibanding kota-kota di Pulau Jawa. Hal itu wajar dipandang karena biaya pengiriman yang besar.

Makanan khas Papua, Papeda
Makanan khas Papua, Papeda

Papeda merupakan makanan khas Papua yang wajib dicicipi. Rasa tawar papeda berpadu dengan asamnya ikan kuah kuning serta pahit gurihnya tumis kangkung bunga pepaya dan pedasnya sambal tomat. Masing-masing menyumbangkan rasa yang saling melengkapi.

Secara keseluruhan perjalanan ke Jayapura memberi kesan tersendiri di sanubari. Demikian pula kelak jika saya liburan di Bogor. Saya ingin menciptakan komunikasi yang akrab dengan warga lokal. Untuk itu kawasan Pecinan di Bogor yang merupakan zona perdagangan dan permukiman menjadi tujuan saya. Kawasan Pecinan ini terletak dekat sumber mata air, bukit, dan lembah. Sementara di sebelah utara berdiri Kelenteng Hok Tek Bio.

Berinteraksi tidak hanya dengan orang asli Papua, juga dengan pendatang dari daerah lain di Indonesia memberikan wawasan baru untuk mengakui bahwa perbedaan itu indah bila disikapi dengan keterbukaan pikiran dan hati.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Piknik itu Penting

Advertisements
Hatiku Tertambat di Jayapura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s