Bijak Memilah Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan

foto3

(dari kiri ke kanan) Kartika Susanti dari Mafindo, Blogger Rahne Putri, dr. Yuslam Edi Fidianto, SpOG dari Mayapada Hospital, Artis Kinaryosih, dan moderator

Bicara mengenai mitos dan fakta seputar kehamilan, apakah Anda pernah mengalami kebingungan? Terlalu banyak informasi yang diterima membuat kita berpikir, ini mitos atau fakta? Mana yang benar dan mana yang tidak?

Demikian fokus diskusi dalam Obrolan Langsat (Obsat) bersama Mayapada Hospital dengan topik Hoax, Mitos, dan Fakta Seputar Kehamilan. Obsat pada 23 Februari 2017 di Beranda Kitchen tersebut menghadirkan narasumber dr. Yuslam Edi Fidianto, SpOG dari Mayapada Hospital, Artis Kinaryosih, Blogger Rahne Putri, dan Kartika Susanti dari Komunitas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Kinaryosih membuka diskusi dengan menceritakan pengalamannya saat hamil anak pertama. Ia tidak mengonsumsi air kelapa hijau dan air kacang hijau sebagaimana yang dilakukan pada kehamilan kedua ini. Menurut perempuan yang akrab disapa Kinar, konsumsi air kacang hijau menjadikan rambut bayi tebal, sementara konsumsi air kelapa hijau membuat anak tidak sering sakit. “Anak pertama sering sakit. Saya tidak tahu apakah yang dilakukan sekarang ini benar atau tidak,” kata Kinar, ibu dari anak berusia lima tahun dan saat ini sedang hamil tujuh bulan.

Rahne menyampaikan rasa senang saat mengandung anak pertama. Setelah memberitahukan berita itu kepada keluarga, banyak wejangan yang didapatnya. Kebingungan semakin bertambah setelah Rahne membaca banyak artikel di internet. Entah harus mencari kebenaran ke siapa. Menanggapi keluhan tersebut, dr. Yuslam menjelaskan, konsumsi air kelapa hijau itu baik sebab mengandung elektrolit, glukosa, dan vitamin. Perlu diingat jangan terlalu sering minum air kelapa hijau karena kandungan kalium yang tinggi menyebabkan lemas. “Sebaiknya diminum dua atau tiga kali seminggu. Sementara itu kacang hijau boleh dikonsumsi  setiap hari,” kata dr. Yuslam.

Apakah makanan yang mengandung MSG aman dikonsumsi ibu hamil? Dr. Yuslam memaparkan, MSG dalam jumlah tertentu diperlukan untuk energi otak, berpikir. Namun dalam jumlah besar bisa mengganggu pencernaan. Dalam jangka waktu lama menyebabkan kanker. Pikiran ibu hamil yang kalut karena hal tersebut bisa menjadikannya stress. Padahal stress harus dihindari. Terkait konsumsi daging kambing pada ibu hamil sebagaimana yang ditanyakan Rahne, dr. Yuslam menjawab berdasarkan penelitian daging kambing itu lebih aman dikonsumsi dibandingkan daging sapi. Daging kambing yang mengandung kolesterol rendah dan vitamin yang lebih baik dibandingkan daging sapi menghasilkan energi yang kuat pada mereka yang mengonsumsinya. Berkaitan dengan hal tersebut, satai lebih berpotensi menyebabkan kanker sebab dimasak di atas api. Berbeda dengan steak yang lebih aman karena dimasak di atas panas dari api yang mematangkan daging.

 

Prinsip Kehati-hatian

Kartika mengemukakan, Mafindo adalah komunitas yang fokus mengedukasi atau mengkonfirmasi hoax yang berkembang. Hoax merupakan berita atau informasi bohong yang biasanya sengaja diciptakan untuk membuat disinformasi atau mengambil keuntungan tertentu. Hoax ingin menghadirkan rasa tidak aman atau menciptakan dukungan untuk kelompok politik tertentu. Hoax seputar kesehatan itu banyak sekali. Justru kurang mendapat perhatian atau kurang dikritisi. Informasi yang biasanya diterima mentah-mentah atau disebarkan. Mafindo prihatin dengan berkembangnya berita bohong yang mengarah kepada fitnah. Fitnah itu dibalas oleh fitnah lain sehingga menjadi lingkaran setan. Mafindo berusaha merangkul masyarakat untuk waspada dan cerdas dalam menggunakan internet dan media sosial. “Kita tidak bisa mengharapkan pemerintah untuk menghapus berita bohong karena di jaman internet ini mungkin dalam sehari produksi berita bohong mencapai ribuan bahkan tidak terbatas sementara kemampuan institusi terbatas,” ujar Kartika.

foto1

Kita punya sarana yang tak terbatas untuk cek kebenaran mitos yang berkembang (foto dokumentasi Christofora)

Mafindo berusaha mengajak pengguna sosial media atau pengguna teknologi internet agar semakin kritis dan berhati-hati. Untuk itu Mafindo menciptakan senjata yang bernama 6P untuk mendeteksi apakah itu hoax atau bukan. Prinsipnya adalah kehati-hatian dalam menerima informasi, cek dan ricek artinya ketika menerima informasi jangan menelan mentah-mentah dan langsung diterima. Pasalnya kita punya sarana yang tak terbatas untuk cek. Kita harus aktif mencari kebenaran. Mafindo percaya bahwa hal apapun yang dilakukan atau usaha apapun yang digunakan tidak akan menghentikan produksi hoax.

Pertama, perhatikan hati. Misalnya ada informasi dengan bumbu-bumbu seperti ‘kalau ingin keluarga selamat sebarkan’, radar hoax harus segera dinyalakan, diaktifkan. Jika informasi itu membuat kita marah, benci, atau membangkitkan emosi yang kurang baik, kita harus mewaspadai mungkin itu adalah hoax. Kedua, potong rantai. Hoax itu paling banyak disebarkan di media sosial termasuk di aplikasi pesan (terutama WhatsApp). Salah satu cara informasi bohong itu tidak menyebar lebih jauh adalah menahan diri untuk tidak menyebarkan. Jadi kita memotong rantai distribusi hoax.

Ketiga, periksa sumber. Saat ini kita mendapatkan berkah internet yang luar biasa. Informasi dapat diakses dengan mudah di internet. Kalau kita menerima informasi, sebaiknya lihat apakah sumbernya kredibel, apakah mencantumkan situs yang bisa diakses. Keempat, periksa redaksi. Hal tersebut berhubungan dengan situs yang seolah-olah kredibel. Bila tidak ada susunan redaksi, situs itu tidak bisa dijadikan referensi. Kelima, pakai akal sehat. Kalau menerima informasi yang agak aneh, waspada dan hati-hati adalah cara yang paling efektif. Keenam, survei menunjukkan bahwa berita bohong diperoleh dari orang yang dipercaya. Kita merasa orang itu tidak akan memberikan informasi yang bohong padahal belum tentu. “Kalau kita sudah mengingatkan atau memperingatkan orang itu untuk tidak menyebarkan berita bohong lalu ia menolak, sebaiknya ke depan kita tidak lagi menyebarkan informasi dari orang ini,” ujar Kartika.

Rahne memandang di satu sisi kecenderungan orang berbagi karena share is care. Permasalahannya  sharing ini tidak difilter. Di sisi lain, sebenarnya itu bentuk kepedulian, memberitahukan kepada orang-orang tersayang. Rahne biasanya mengedukasi anggota keluarganya yang lebih tua untuk bertanggung jawab dalam menyebarkan berita. Ia merasa pekerjaannya di dunia digital sebagai social media influencer menjadikannya lebih awas dan kritis dengan hal-hal tersebut. Rahne mengingatkan siapapun untuk cek kebenaran berita tersebut melalui internet sebelum disebarkan. “Setiap orang ingin menyelamatkan orang lain. Seolah-olah mereka menjadi hero,” tutur Rahne, ibu dari satu anak.

Mafindo lebih banyak melakukan kontra narasi, menyajikan hoax sekaligus fakta berikut  sumbernya. Selain itu Mafindo melakukan edukasi dan literasi mengenai bahaya hoax di media sosial dan masyarakat serta melakukan advokasi ke pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan. Mafindo menyampaikan usulan-usulan bagaimana sebaiknya pemerintah menekan peredaran hoax. Inisiatif bersama dari masyarakat adalah langkah terbaik. Mafindo juga bekerja sama dengan Facebook sebab platformnya paling banyak digunakan sebagai wadah penyebaran hoax. Tak hanya itu, dilakukan audiensi dengan Google, Twitter, hingga forum keagamaan untuk mengajak mereka bersama-sama terlibat dalam gerakan melawan hoax.

Kartika memberi masukan kepada para blogger untuk mencantumkan rujukan yang kredibel dalam artikel. Dengan demikian informasi itu tidak dituding sebagai hoax. Kominfo memiliki situs pelaporan bernama trustpositif.kominfo.go.id. Masyarakat bisa mencantumkan situs atau link yang merupakan berita bohong. Nanti akan ditindaklanjuti oleh Kominfo. Mafindo sendiri mempunyai situs yang bernama data.turnbackhoax.id. Situs itu merupakan katalog tentang informasi hoax. Jika menerima informasi yang meragukan bisa cek kebenarannya di situs tersebut.

 

Kerja Suami dan Istri

Dr. Yuslam menyatakan,  pada trimester pertama (fase organogenesis) semua organ tubuh  janin mulai dibentuk. Untuk itu ibu hamil memerlukan karbohidrat. Dengan demikian terbentuk energi untuk menghindari lemas atau mengantuk. Bila diperlukan ibu hamil bisa minum susu. Sebaiknya susu murni atau menambahkan rasa. Ibu hamil boleh minum kopi 300 mg per hari asal tidak ada hipertensi, maag, atau faktor yang menyebabkan reaksi terbalik saat minum kopi misalnya badan menjadi lemas. Konsumsi teh juga tidak menjadi masalah. Permasalahannya adalah susu dicampur dengan rasa tertentu kemudian disimpan dalam waktu lama. Trimester kedua membutuhkan asupan protein karena perkembangan janin sangat cepat. Untuk pertumbuhan janin yang sehat dibutuhkan asam amino yang diambil dari protein. Di trimester kedua pola makan sudah baik, tidak seperti trimester pertama dengan mual atau pusing. “Ibu hamil jangan terlalu ketat berdiet karena setiap janin punya daya kembang yang berbeda-beda,” tutur dr. Yuslam.

foto2

Baik istri maupun suami berperan penting dalam proses kehamilan

Dr. Yuslam menjelaskan, kehamilan bisa terjadi jika ada istri yang subur dan suami dengan sperma yang cukup. Dengan demikian sperma itu bisa membuahi sel telur. Kapan terjadinya? Saat masa subur. Namun masa subur setiap orang berbeda-beda. Kalau siklus haidnya kurang dari 21 (terlalu pendek) dan lebih dari 35 (terlalu panjang) secara medis yang bersangkutan tidak pernah mengalami ovulasi atau masa subur. Untuk itu perlu intervensi dokter dengan  memberikan obat-obatan agar terjadi ovulasi. Dr. Yuslam menyarankan suami dan istri berhubungan minimal dua kali seminggu atau maksimal tiga kali seminggu. Kalau mau punya anak, posisi istri harus di bawah. Selesai berhubungan istirahat kira-kira setengah jam, boleh miring kiri atau miring kanan. Jangan tengkurap karena sperma bisa keluar. Saat membersihkan diri tidak boleh menyemprot vagina dengan shower. Tindakan itu bisa menyebabkan sperma mati. “Informasi ini menjawab mitos bahwa kalau mau punya anak harus mengangkat kaki saat berhubungan,” tutur dr. Yuslam.

Pada dasarnya untuk bisa hamil butuh kerja suami dan istri. Rahne menambahkan, jangan sampai istri terbebani, nanti terkesan istri tidak berhasil membahagiakan suami. Baik istri maupun suami berperan penting. Bagi mereka yang ingin punya anak, dianjurkan mengatur waktu berhubungan  terutama saat masa subur. Mood orang yang terlalu capai bisa berkurang sebelum berhubungan. Dr. Yuslam memberi contoh beberapa pasiennya yang disarankan berhubungan di luar rumah, misalnya di hotel untuk mendapatkan suasana berbeda. Terkait mitos posisi berhubungan untuk mendapatkan anak laki-laki atau anak perempuan, dr. Yuslam menjawab penentuan jenis kelamin dilihat secara genetik. Dari pihak ayah maupun ibu ada berapa saudara laki-laki dan ada berapa saudara perempuan. Anak perempuan itu  dibentuk oleh suami dan istri yang banyak mengonsumsi serat dari sayur atau buah. Selain itu menyemprotkan vagina dengan cuka satu atau dua jam sebelum berhubungan untuk mengubah keasaman vagina serta berhubungan sebelum ovulasi. Jika menginginkan anak laki-laki, suami dan istri banyak makan daging. Selain itu berhubungan setelah ovulasi serta menyemprotkan vagina dengan cairan yang diperoleh lewat resep dokter agar berubah menjadi basah.

Kinar menyampaikan jika ingin hamil baik suami maupun istri menghindari stress, berolah raga, dan cukup tidur. Rahne melanjutkan, suami dan istri harus menerapkan pola hidup sehat sebab akan menjadi penerus generasi. Setelah kehamilan dan persalinan, pola itu sebaiknya tidak berhenti. Dr. Yuslam memberikan tips untuk mereka yang ingin punya anak agar tidak menghiraukan apa yang disampaikan orang lain. Ia mencontohkan dirinya yang di tahun ketiga pernikahan baru dikarunia anak. “Premarital counselling itu sangat penting. Jangan terjadi suami dan istri saling menyalahkan,” kata dr. Yuslam.

 

Tidak Percaya Mitos

Mitos: bayi yang lahir pada usia kehamilan tujuh bulan dipandang lebih kuat dibandingkan bayi yang lahir pada usia kehamilan delapan bulan.

Fakta: berat badan bayi yang lahir pada usia kehamilan tujuh bulan tentunya lebih kecil dibandingkan bayi yang lahir pada usia kehamilan delapan bulan. Daya tahan tubuhnya tidak seprima bayi yang lahir pada kehamilan delapan bulan.

Mitos: konsumsi buah duren pada ibu hamil akan menimbulkan perdarahan saat persalinan.

Fakta: buah duren mengandung alkohol tinggi sehingga tidak boleh dikonsumsi ibu hamil. Perdarahan pada ibu hamil tidak ada hubungannya dengan konsumsi buah duren.

Mitos: ibu hamil yang makan terung akan menyebabkan bayi kecil atau loyo seperti terung.

Fakta: terung mengandung zat besi untuk menaikkan HB. Terung itu baik dikonsumsi ibu hamil, sementara bayi kecil akibat konsumsi makanan dengan zat gizi yang kurang.

Mitos: pada malam hari menjelang persalinan ibu hamil membawa sapu lidi aren dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk mengusir setan.

Fakta: belum terbukti.

Mitos: ibu hamil tidak boleh melilitkan handuk di leher. Nanti anak yang dilahirkan bisa mengalami lilitan tali pusat.

Fakta: lilitan tali pusat terjadi karena tali pusat terlampau panjang atau anak lincah, sering bergerak selama dalam kandungan.

Mitos: ibu hamil minum minyak kelapa supaya licin saat persalinan.

Fakta: minyak kelapa untuk tenaga, bukan untuk pelicin karena minyak kelapa masuk dari mulut, keluar lewat anus. Sementara anak keluar lewat jalan persalinan.

Mitos: syukuran atau selamatan untuk ibu hamil dengan usia kandungan tujuh bulan tidak boleh pada tanggal 7, sebaiknya 17 atau 27 untuk menghindari anak lahir nanti prematur.

Fakta: anak lahir prematur bisa karena trauma atau faktor lain.

Mitos: ibu hamil tidak boleh tidur siang, nanti anaknya banyak lemak pada tubuhnya (tidak bersih).

Fakta: lemak pada bayi berfungsi sebagai penghangat, bukan dipengaruhi oleh ibu hamil yang tidur siang.

Mitos: ibu hamil tidak boleh duduk di depan pintu, nanti anak sulit keluar saat dilahirkan.

Fakta: anak sulit keluar mungkin karena panggul sempit atau mulasnya tidak bagus.

Mitos: suami ibu hamil tidak boleh memancing, nanti anaknya cacat atau bibirnya sumbing.

Fakta: bibir sumbing atau anak cacat dipengaruhi pembelahan sel.

Mitos: ibu hamil jangan makan cabai, nanti melahirkan bayi botak.

Fakta: bayi botak bukan karena cabai tapi karena konsumsi gizi yang kurang.

Mitos: supaya anak cantik atau tampan, ibu hamil senang melihat orang-orang cantik atau tampan.

Fakta: tidak demikian sebab anak hasil perpaduan genetik orangtua.

Mitos: sebelum melahirkan ibu makan kuning telur mentah untuk tenaga.

Fakta: ibu muntah setelah makan telur mentah.

Mitos: ibu yang suka dandan akan melahirkan anak perempuan sementara ibu dengan kondisi sebaliknya akan melahirkan anak laki-laki.

Fakta: jenis kelamin bukan karena hal itu.

Mitos: ibu yang suka makan di luar rumah saat hamil akan melahirkan anak yang mengikuti hal yang sama.

Fakta: memang demikian. Mungkin karena faktor psikologis, kebiasaan yang dilakukan oleh ibu saat hamil akan terulang ketika anak beranjak besar.

Uraian mitos dan fakta itu disampaikan kakak saya, Christofora saat mengandung anak pertama dan keduanya. Selama mengandung ia mengonsumsi makanan bergizi, minum susu, istirahat cukup, pola hidup sehat, dan berpikir positif. Dalam pandangan Christofora mitos seputar kehamilan jangan dipercaya. Akan lebih baik bila kita berserah kepada Tuhan, pastikan bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik.

Advertisements
Bijak Memilah Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s