Food Garden, Sensasi Makan di Alam Terbuka

foto6
Area yang luas membuat anak bebas berlari kian kemari

Bersantap sambil menatap langit tak berbatas. Apakah aktivitas itu mungkin dilakukan di Jakarta?

Suatu hari pertanyaan itu tiba-tiba muncul dalam benak saya. Rasanya bosan waktu bersantap selalu dihabiskan di dalam ruangan. Hingga pada 18 Maret 2017 saya cukup terkejut dengan kehadiran Food Garden yang resmi dibuka. Food Garden berada di Jakarta Garden City, kawasan Sunrise Property seluas 370 hektar di dalam kota Jakarta. Dari luar Food Garden tampak seperti pusat jajan pada umumnya. Ketika melangkahkan kaki ke dalam terlihat sebuah lapangan mini dengan tanaman yang menyejukkan. Lapangan itu dilengkapi panggung serta kursi dan meja berpayung. Di kiri kanannya berjejer rapi 19 tenant yang menawarkan kuliner nusantara hingga internasional. Pengunjung bisa memilih bersantap di dalam kios, teras, atau lapangan mini.

foto27
Food Garden, sarana yang disediakan Jakarta Garden City
foto2
Sambutan dari General Manager Marketing&Sales Jakarta Garden City Hyronimus Yohanes
foto3
General Manager Marketing&Sales Jakarta Garden City Hyronimus Yohanes didampingi Awi dari Nasi Timbel Parahyangan dan Ira dari Kedai Tok Tong melakukan pelepasan balon sebagai tanda Food Garden resmi dibuka

Presiden Direktur PT Mitra Sindo Sukses selaku pengembang Jakarta Garden City Sami Miettinen menyampaikan, March Fiesta menjadi ajang memperkenalkan Food Garden kepada masyarakat mengenai alternatif wisata kuliner di timur Jakarta. General Manager Marketing&Sales Jakarta Garden City Hyronimus Yohanes berharap Food Garden nantinya bisa membuat warga Jakarta Garden City, karyawan yang bekerja di sekitar Jakarta Garden City, hingga warga luar bisa berkunjung ke Food Garden. Dengan demikian lokasi ini akan ramai. Pria yang akrab disapa Roni itu menyampaikan pesan kepada pemilik tenant untuk terus berinovasi. “Kios sepi bukan karena makanan tidak enak, mungkin ada kejenuhan dari customer terhadap menu yang ditawarkan,” kata Roni.

foto5
Kursi-kursi yang menanti untuk diduduki
foto12
Teras yang ada menjadi pilihan pengunjung untuk bersantai
foto9
Meja berpayung yang menghalau panas

Roni mencontohkan beberapa temannya yang bergerak di usaha kuliner, biasanya setiap tiga atau empat bulan mereka  menambah menu dengan melihat trend saat sekarang. Kita harus pintar-pintar dalam berbisnis sebab persaingan semakin ketat. Manajemen Jakarta Garden City akan tetap mendukung para pemilik tenant 100%. Setiap Jumat malam akan ada live music. Pemilik tenant diharapkan bekerja sama dengan pihak manajemen untuk menghidupkan Food Garden. Dengan demikian ke depan masing-masing pihak mendapatkan keuntungan. “Kami tidak mau kami hanya menyediakan tempat. Mari kita sama-sama bangkit, sama-sama sukses. Hari ini menjadi hari yang luar biasa bagi kami. Ini tempat baru, usaha baru. Besar harapannya semua yang bergabung bersama kami usahanya laris manis,” ujar Roni.

foto4
Penampilan Swan Ballet
foto18
Salah satu peserta storytelling competition kategori 3 Adella

Usai sambutan, acara selanjutnya adalah penampilan Swan Ballet dan storytelling competition. Storytelling competition dibagi menjadi tiga kategori, yakni kategori A untuk usia 4-5 tahun, kategori B (usia 6-7 tahun), dan kategori C (usia 8-9 tahun). Dalam acara bertajuk March Fiesta pada 18 dan 19 Maret 2017 ada promo spesial untuk para pengunjung,  yaitu dengan pembelanjaan Rp 50 ribu atau kelipatannya akan mendapatkan kesempatan mengikuti undian. Hadiah menarik menanti, antara lain sepeda, smartphone, hingga TV. Acara lainnya yang tidak kalah menarik, yaitu band performance, stand up comedy, hingga nobar Big Match Middlesbrough Vs Manchester United.

Konsep Alfresco  

Definisi Alfresco adalah in the open air, outside a building. Alfresco sendiri bukan hal baru di Indonesia. Ketika berjalan-jalan di Karawaci saya pernah melihat konsep ini. Kursi dan meja berpayung berbaris rapi di depan kafe atau restoran. Konsep alfresco ini juga diusung oleh Food Garden. Anak-anak bebas berlarian ke segala penjuru dengan pengawasan orangtua. Perokok tidak mengganggu pengunjung lainnya. Kaum lansia bisa menghirup udara segar tanpa perlu jauh-jauh ke luar kota. Mereka yang hobi fotografi bisa mendapatkan banyak objek.

foto1
Sejauh mata memandang yang terlihat adalah area berumput
foto8
Tanaman yang menyejukkan
foto17
Kursi batu berwarna-warni
foto10
Bergerak tanpa sekat

Food Garden dibangun di atas lahan seluas 1,7 hektar. Saat menjelajahi Food Garden saya mengamati interior dengan langit-langit yang sengaja dibuat tinggi. Kaca yang mendominasi memungkinkan pemandangan di luar bisa terlihat hingga ke dalam. Pemasangan konblok membuat penyerapan air menjadi lebih cepat. Dengan demikian tidak ada genangan air saat hujan deras. Masing-masing tenant menyuguhkan menu unggulannya, sebagai berikut Ayam Bebek Kremes dan Soto Kudus, Ayam Goreng Karawaci, Soto Susu JG, Cwie Mie Malang, hingga Brandt’s Atelier.

foto7
Brandt’s Atelier
foto11
Gerobak Tahu Tek-Tek
foto13
Kedai Tok Tong
foto14
Sofa empuk
foto15
Bersantap sambil dibuai angin sepoi-sepoi
foto16
Latar belakang panorama

Perburuan saya mendapatkan kuliner seru di Food Garden, Jakarta Garden City berakhir di Kedai Baksoku. Bakso campur dan es cincau hijau menjadi pilihan memuaskan rasa lapar siang itu. Gurihnya bawang putih goreng pada kuah berpadu dengan lembutnya bakso. Es cincau hijau semakin menyegarkan dahaga yang tertahan beberapa lama. Harga yang ditawarkan menurut saya cukup terjangkau, total santapan Rp 32 ribu. Belum puas juga, saya mencicipi bakmie kepiting ditemani segelas es susu kacang di Bakso Ikan Nyah Rita. Pemilik kios tinggal di Cluster Lantana Jakarta Garden City. Bakmie khas Pontianak ini memiliki tekstur yang lembut dan tipis sehingga memudahkan saat dikunyah. Berbeda dengan menu sebelumnya, kini saya mencicipi bakso dengan bahan ikan ekor kuning. Terasa kenyal. Pemilik kios menyampaikan karena dibuat tanpa tambahan pengawet dan tepung, bakso ikan ini tidak bisa disimpan dalam waktu lama. Alhasil harus dihidangkan dalam keadaan segar. Penggemar seafood atau kaum vegetarian harus memasukkan Bakso Ikan Nyah Rita ini sebagai santapan wajib kalian di Food Garden.

foto19
Es Cincau Hijau
foto20
Bakso Campur
foto21
Es susu kacang
foto22
Bakmie kepiting

Akses yang Mudah

Jakarta Garden City dikembangkan oleh PT Modernland Realty Tbk,  kawasan one stop living dengan fasilitas lengkap seperti Sekolah Global Mandiri yang berbasis national plus. Kawasan ini terus berkembang dan  membangun, salah satunya dengan kehadiran Aeon Mall pada September mendatang. Jakarta Garden City mengadopsi konsep green living dengan ruang terbuka hijau yang luas melalui pembagian kawasan menjadi 70 hektar untuk komersial dan 300 hektar untuk residensial.

foto23
Hijau yang menyegarkan
foto24
Luas dan lapang
foto25
Panggung hiburan

Menariknya Jakarta Garden City ini mudah diakses dari Jakarta maupun Bekasi baik oleh Anda yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi publik. Bahkan waktu tempuh dari Kelapa Gading hanya 20 menit. Saya sendiri memilih menggunakan Transjakarta untuk mencapai Jakarta Garden City. Cukup mudah dan menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam. Terlebih akan beroperasi jalan tol yang menghubungkan Tanjung Priok-Ancol-Bandara melewati Jakarta Garden City pada Maret ini. Tunggu apalagi? Nikmati momen spesial bersama keluarga dan orang-orang tersayang di Food Garden.

foto26
Berpose mengabadikan momen

Facebook Page: Jakarta Garden City

Twitter: @JKT_GardenCity

Instagram: @jakartagardencity

Advertisements
Food Garden, Sensasi Makan di Alam Terbuka