Perjuangan Koperasi Menjawab Tantangan Jaman

cooperatives 2
Sumber foto: https://www.timeanddate.com

Dalam pasal 33 UUD 1945 disebutkan amanat perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Dengan demikian produksi, distribusi, dan konsumsi harus mengacu kepada ekonomi berbasis kerakyatan yaitu ekonomi kekeluargaan. Akan tetapi di tengah perjalanan waktu dengan adanya globalisasi dan liberalisasi menjadikan koperasi saat ini mengalami kegamangan. Bagaimana  koperasi tetap eksis dan menjadi jati diri bangsa?

 

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram memaparkan, reformasi di bidang koperasi mencakup tiga aspek yakni, rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan. Semua aspek tersebut  untuk menghadapi perubahan baik di tingkat  regional maupun internasional. Perubahan yang sangat signifikan di tingkat nasional adalah kecenderungan bunga kredit single digit, ditandai dengan suku bunga KUR yang ke depan turun menjadi 7%. Tentunya koperasi yang mengandalkan bunga tinggi harus bisa mengantisipasi. “Koperasi harus qualified baik dalam segi modal maupun pelayanan,” kata Agus.

Rehabilitasi dilakukan dengan  mendata anggota koperasi dan menata kembali kelembagaan. Reorientasi dengan  melakukan  input teknologi informasi yang semula koperasi tradisional menjadi koperasi modern. Sementara  pengembangan dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga asing untuk memperoleh bunga yang rendah serta melakukan investasi dan modal penyertaan. Koperasi jangan terlena oleh situasi di zona nyaman, harus melakukan perubahan. Koperasi yang tidak melakukan pengembangan perlahan akan tergerus dan terhempas. Terlebih  tantangan ke depan semakin besar. Hal ini perlu  menjadi introspeksi bersama.

Anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso menjelaskan, koperasi belum  berjalan sesuai dengan harapan padahal koperasi adalah soko guru bangsa. Koperasi adalah lembaga ekonomi yang sangat cocok di Indonesia. Jika koperasi yang memiliki  watak kemasyarakatan dikembangkan, perekonomian kita akan tercapai. Pada  2016 anggaran koperasi  hanya Rp 1,2 triliun, tidak mencapai 1% dari  total APBN. Untuk itu keberpihakan negara  diperlukan. Kita harus berani mengubah UU No. 39 Tahun 2008. Pemerintah  menempatkan Kementerian Koperasi dan UKM  pada level 3, bukan level 1. Artinya belum menjadi skala prioritas. “Bagaimana koperasi kita akan besar, makmur kalau kita tahu kekuatan ekonomi kita ada di koperasi. Bandingkan dengan Malaysia dan Singapura,” kata Bowo.

Seharusnya pemerintah  melakukan pembinaan dan pendampingan, selain mengucurkan dana. Diharapkan pemerintah memberikan anggaran Rp 3-5 triliun  untuk koperasi. Kalau pemerintah ingin koperasi bisa bersaing dengan MEA,  pemerintah harus berpihak dengan anggaran. Di sisi lain Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari menyampaikan, untuk mencapai hal tersebut tidak ada magic formula. Karena itu kita harus berproses mencari keseimbangan. Kita harus waspada, perjuangan ke depan berat dan kita harus menanggulangi keadaan. “Menurut saya yang harus kita lakukan adalah  menyerang, maju, menyerbu,” tutur Choirul.

Kondisi yang kita hadapi sekarang adalah  pelemahan ekonomi global. Di lain sisi, ada hal baru yang bisa direngkuh, yakni memperkuat pasar domestik. Indonesia membutuhkan upaya serius untuk berbenah diri, dalam segi korupsi, efisiensi birokrasi pemerintahan, pajak, sampai dengan public utility. Bagaimana caranya koperasi mampu menghadapi kompetisi di ASEAN? Mari kita mengkoperasikan koperasi. Apa artinya? Choirul yang berpuluh tahun menangani koperasi mengungkapkan, semakin banyak koperasi yang mengabaikan identitasnya sebagai koperasi, sebagai organisasi yang menekankan aspek pendidikan, sebagai lembaga yang menjunjung tinggi rapat anggota tahunan. Lebih serius adalah  sebagai usaha yang bersedia melakukan kerja sama antarkoperasi. Padahal kerja sama itu dibentuk untuk memperbesar skala usaha dan mengurangi risiko. “Ini yang jarang dilakukan. Koperasi lebih senang bekerja sendiri,” kata Choirul.

 

Perubahan

Dalam pandangan Choirul, koperasi memiliki ciri kelembagaan yang berbeda dengan lembaga usaha lainnya. Pertama, koperasi harus memiliki legalitas yang memadai untuk bisa melakukan kebijakan hukum maupun kerja sama usaha. Kedua, koperasi harus memiliki kompetensi. Terlalu banyak koperasi yang serba usaha. Ketiga, koperasi harus member based organization, benar-benar menjadikan anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan. Di sisi lain Agung mengemukakan, ketika bicara MEA kita harus bicara kemampuan koperasi itu sendiri. Terlebih kita memasuki era perubahan. Kalau koperasi tidak mau berubah,  tidak mungkin  mengikuti dinamisasi persaingan yang akan terjadi.

Mengapa harus berubah? Sekarang eranya sudah mengalami pergeseran yang luar biasa. Dulu ketika  mau berbisnis, harus ada financial capital. Sekarang  yang diandalkan adalah intelectual capital. Mengapa koperasi harus melakukan perubahan? Karena jamannya sudah berbeda, tantangannya sudah berbeda. Dulu hanya menggunakan monostrategic, sekarang harus multistrategic. Mengapa koperasi harus menangkap semua peluang itu? Pertama, koperasi sebagai gerakan ekonomi,  indikator  menghimpun kekuatan, kemampuan sosial, ekonomi, dan budaya komunitas. Kedua, koperasi harus melakukan konsolidasi sosial dan ekonomi. Sebab koperasi adalah kumpulan orang. “Persoalan yang kita hadapi bersama adalah intrik internal. Harus dilakukan konsolidasi sosial sehingga nyawa untuk bersatu itu diilhami oleh nilai-nilai dan jati diri koperasi,” ujar Agung.

Membangun revitalisasi bisnis koperasi membutuhkan hal-hal seperti,  koperasi harus berbisnis, konsolidasi bisnis baik internal maupun antarkoperasi, dan  modelisasi bisnis. Revitalisasi membutuhkan semangat perubahan di koperasinya, bukan di pemerintah atau legalitas. Kalau tidak mau berubah koperasi akan tertinggal di landasan dan  mati. Kalau mau berubah, koperasi harus berupaya secara optimal dalam  penerapan manajemen profesional. Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia Agung Sudjatmiko, dan Executive Director&CEO IPMI International Business School Jimmy Gani menjelaskan, koperasi  adalah organisasi bisnis sehingga tidak terlepas dari hal-hal yang sifatnya  profitability, human resource, marketing, dan operation excellence. Jimmy mencontohkan Aalsmeer Flower Auction, koperasi bunga terbesar di dunia. Dalam sehari jutaan bunga  dikirim dari seluruh dunia. Operasionalnya menggunakan teknologi informasi dan bunga itu dijual ke penjuru dunia.

Ada tiga hal yang mendasari kompetisi ke depan, globalisasi, urbanisasi,  dan digitalisasi. Bagaimana kita bersikap untuk koperasi? Keberlanjutan atau kesinambungan dari usaha termasuk koperasi ini sangat penting. Perlu model bisnis yang kuat di dalamya. Kalau kita sudah punya model bisnis yang kuat dan tim profesional yang baik, sebetulnya masalah pendanaan sangat memungkinkan. Kini ada  angel investor, private equity, hingga venture capitalist. Jika koperasi  punya modal bisnis yang kuat, tim yang nanti dikembangkan, pembeli yang banyak, dan bisnis yang memadai tak ada masalah. “Ada perubahan dalam  bisnis, yang dilihat adalah networknya. Seberapa besar potensinya,” kata Jimmy.

 

Advertisements
Perjuangan Koperasi Menjawab Tantangan Jaman

Koperasi sebagai Perusahaan Masa Depan

cooperatives.png
Sumber foto: https://blog.ipleaders.in

28 Oktober merupakan momentum pemuda dari beragam ras dan kebudayaan berkumpul untuk merayakan semangat kepemudaannya. Pada 1945 pemuda berhasil memerdekakan bangsanya. Berlanjut pada 1998 pemuda berhasil membuat sejarah. Sejarahwan Benedict Anderson mengatakan sejarah Indonesia tidak akan pernah luput dari sejarah kepemudaannya. Demikian pula aktivis koperasi pemuda yang memiliki tanggung jawab besar dalam rebranding koperasi.

Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop UKM Meliadi Sembiring berharap koperasi memiliki penerus ke depan dengan perubahan yang luar biasa. Bonus demografi dengan jumlah millenial mencapai 60% dari jumlah penduduk punya peran yang sangat besar. Tanpa itu masa depan koperasi akan suram. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi, bersama menggerakkan perekonomian melalui koperasi. Reformasi total koperasi, program yang dilaunching Kemenkop UKM terbagi menjadi rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan. “Rebranding termasuk di dalam reorientasi, bagaimana kita mengubah orientasi. Banyak koperasi yang tidak ada arwahnya kita bubarkan. Ke depan kita harapkan koperasi yang berkualitas, aktif, punya anggota makin hari makin banyak,” ujar Meliadi.

Bagaimana memanfaatkan bonus demografi? Salah satu caranya melalui rebranding. Selama ini orang mendengar koperasi samar-samar. Ada yang melihat koperasi itu penipu. Ada yang melihat koperasi sebagai tempat meminjam uang untuk membayar uang sekolah anak. Ada  orang yang berkarier di koperasi atau menjadi pengurus. Ada koperasi pemuda, mahasiswa, atau sekolah. Itu semua menjadi icon rebranding koperasi. “Pertanyaannya, sudahkah Anda yang bergerak di bidang koperasi paham betul apa itu koperasi, apa yang perlu diperbaiki di koperasi. Itu yang kita bicarakan di rebranding, supaya pencitraannya dikenal yang baik,” ujar Meliadi.

Meliadi mencontohkan koperasi di kampungnya  yang menguasai perekonomian. Itu yang diinginkan. Faktor-faktor yang terkait dengan rebranding dibagi menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terkait dengan pengurus, anggota, atau pengawas koperasi. Faktor eksternal itu misalnya Bank Indonesia, perguruan tinggi, atau Kadin. Bagaimana faktor-faktor tersebut matching dengan generasi millenial. Bahwa value di koperasi itu harus disesuaikan dengan perilaku millenial di Indonesia. Meliadi melihat di lapangan sudah ada anak muda yang berjiwa koperasi. Mereka cenderung bekerja berkelompok. Jiwa grupnya sudah muncul dari awal tapi belum dilabeli koperasi. “Mau dibawa ke mana masa depan koperasi supaya generasi millenial tertarik terhadap koperasi. Menjadi penggerak koperasi bahwa anak muda bisa menggeluti dan menyukai koperasi,” ujar Meliadi.

Sistem Organisasi Masa Depan

Aktivis koperasi Suroto menjelaskan, perubahan dilakukan melalui reorientasi ideologi. Koperasi ada untuk  kepentingan masa depan. Hari ini kita hidup di dalam sistem masyarakat yang sangat kapitalistik. Ini fakta. Segelintir orang kaya raya tapi sekian banyak orang miskin. Koperasi lahir sebagai organisasi yang ingin mengoposisi sistem kapitalis sehingga tidak ada monopoli aset atau kekayaan yang dimiliki segelintir orang. Dalam rebranding perlu ada reposisi. Koperasi adalah alat untuk menciptakan kebahagiaan bagi semua orang, alat untuk memerangi kemiskinan, alat untuk mengurangi pengangguran, hingga alat untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur. “Koperasi sudah diprediksi sebagai sistem organisasi masa depan yang modern sekali. Koperasi itu sangat futuristik,” kata Suroto.

Koperasi adalah sistem organisasi yang melampaui sistem perusahaan yang ada sebelumnya. Apakah ada sistem perusahaan konvensional selain koperasi yang bisa membagikan keuntungan kepada nasabahnya? Suroto melihat ada satu koperasi dengan reputasi baik yang dibangun di Indonesia pada 1970. Koperasi tersebut dimulai dengan gerakan masyarakat kecil di gereja Katolik yang merintis kegiatan simpan pinjam. Kini anggotanya 2,6 juta dengan aset Rp 30 triliun. Kita tidak perlu belajar ke luar negeri, cukup meniru koperasi sukses di masyarakat.

Mengapa koperasi di Indonesia tidak berkembang? Salah satunya adalah  regulasi yang kurang sesuai. Suroto mencontohkan jaringan rumah sakit terbesar di Washington yang dimiliki oleh 580 ribu penduduknya. Mengapa di Indonesia tidak ada rumah sakit koperasi? Regulasinya rumah sakit wajib berbadan hukum PT. Artinya koperasi tidak bisa membangun rumah sakit. Ini sebetulnya yang salah. Koperasi hanya dipersepsikan simpan pinjam, kecil-kecilan, tidak akrab dengan anak muda karena petugasnya sudah tua. Hal tersebut yang perlu direposisi. Koperasi sebetulnya adalah organisasi yang modern, memberdayakan orang, tidak mengejar keuntungan dari orang lain melainkan mencari keuntungan bersama, organisasi perdamaian karena setiap hari mengajarkan kerja sama. “Saya melihat koperasi di Indonesia belum memihak perubahan jaman yang terjadi di negara lain. Anak-anak mudanya sangat terlambat. Di luar negeri anak-anak mudanya membahas perubahan manajemen profesional, membahas perubahan politik,” ujar Suroto.

Menyelamatkan Ekonomi

Pimpinan Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) Pendi Yusuf menyampaikan, Kopindo mampu menampakkan koperasi yang sebenarnya, seutuhnya karena ke depan kita dihadapkan pada koperasi yang begitu luas. Bagaimana melihat koperasi dari sisi sosbudpolhankam, bagaimana koperasi dihadapkan pada pilar ketahanan nasional saat membicarakan keutuhan NKRI. Dibutuhkan orang dengan dedikasi dan sense yang tinggi untuk menampakkan koperasi. Rebranding koperasi harus menyeluruh sampai ke akarnya. Rebranding koperasi harus didorong ke publik dengan membangun kesadaran. Kaum intelektual harus mencari referensi yang banyak mengenai  koperasi, jangan hanya budaya dengar. Biasakan budaya baca. Dalam konteks ini Kopindo membuat perencanaan rebranding koperasi untuk kemajuan Indonesia.

Kita meyakini koperasi adalah nilai terbaik untuk berbagai hal. Rebranding koperasi dalam konteks global, makro. Idealnya semua hal dalam koperasi direbranding termasuk gerakannya. Kesuksesan rebranding terletak pada tiga hal, yakni akademisi (harus proaktif membangun rebranding koperasi), bisnis (harus aware terhadap rebranding koperasi), dan community (sejauh mana koperasi hari ini berkolaborasi dengan community lainnya). Edukasi diharapkan bisa dilakukan semua pihak dimanapun dan kapanpun. “Kita lakukan sosialisasi secara masif termasuk melalui social media. Semua pihak membangun masa depan koperasi Indonesia,” kata Pendi.

Koperasi harus memiliki nilai-nilai pluralisme, kebhinekaan, sampai politik perdamaian.  Jangan kita menyerahkan koperasi kepada orang-orang yang tidak pernah mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Anda mengembangkan koperasi artinya Anda tokoh perdamaian, tokoh kebhinekaan. Koperasi sebagai gerakan tolong menolong itu bisa menyelamatkan dunia. Ekonom Joseph Stiglitz mengatakan koperasi harus menjadi titik alternatif ekonomi dari sistem kapitalis yang gagal sekarang ini. Manusia mengeksploitasi manusia lain dengan orientasi modal. Ini yang dikembangkan perusahaan konvensional. Berbeda dengan koperasi yang menciptakan pembangunan berkelanjutan.Koperasi harus diperdebatkan sebagai makroideologi, mikroorganisasi, meningkatkan kesejahteraan. Suroto menegaskan, mari selamatkan ekonomi Indonesia dengan mengembangkan koperasi. Selamatkan masa depan bangsa dengan cara melibatkan perdamaian dan kerja sama yang diajarkan oleh koperasi. Ciptakan pembangunan yang ekonomis.

Koperasi sebagai Perusahaan Masa Depan

UKM Naik Kelas bersama Lamikro

Lamikro
(kiri ke kanan) Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Tia Adityasih, Kepala Bidang Lembaga Kewirausahaan Deputi SDM Kementerian Koperasi dan UKM Anang Rachman, dan pelaku usaha Nala.

Tipikal UKM Indonesia yang berjuang tanpa mengenal lelah patut diacungi jempol. Namun satu hal yang terkadang dilupakan adalah pencatatan keuangan yang baik. Laporan keuangan adalah jantung dan cermin dari usaha itu sendiri sehingga UKM mampu naik kelas. Untuk itu pembukuan sangat dibutuhkan.

Demikian informasi yang disampaikan Kepala Bidang Lembaga Kewirausahaan Deputi SDM Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM Anang Rachman pada Forum Diskusi Aplikasi Laporan Keuangan Sederhana bagi Usaha Mikro. Acara yang juga menghadirkan Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Tia Adityasih, dan pelaku usaha Nala tersebut diselenggarakan pada 9 Mei 2018 lalu. Anang menjelaskan, Kemenkop UKM tengah merumuskan RUU Kewirausahaan Nasional yang tidak lama lagi akan ditetapkan sebagai UU Kewirausahaan Nasional.

Di dalam RUU tersebut termuat  fasilitasi pemerintah terhadap sebuah usaha. Deputi SDM menyelenggarakan beberapa kegiatan pemberdayaan, pengembangan dan pelatihan yang salah satu materinya adalah pembukuan sederhana UKM. Hal tersebut mengacu pada fakta latar belakang pendidikan pelaku usaha bukan di bidang akuntansi dan tingginya kebutuhan  peserta pelatihan terhadap praktik pembukuan.

Per 1 Januari 2018 ditetapkan standar akuntansi baru khusus entitas mikro, kecil dan menengah. Deputi SDM memandang saatnya UKM Indonesia naik kelas. Untuk itu dihadirkan aplikasi Lamikro atau laporan akuntansi usaha mikro. Kemenkop UKM sebagai regulator atau pembina sehingga Lamikro mudah digunakan oleh pelaku usaha. Lamikro menjadi bukti komitmen Kemenkop UKM memajukan UKM di Indonesia. Aplikasi Lamikro telah diujicobakan pada Oktober tahun lalu di Desa Suluk Bali saat Menkop UKM Puspayoga melakukan kunjungan kerja.

Aplikasi Lamikro kini memiliki 3.150 user. Dari jumlah tersebut sebagian besar user berlatar belakang SMA dengan jasa sebagai usaha terbesarnya. Tujuan Deputi SDM meluncurkan aplikasi Lamikro adalah UKM lebih percaya diri dan mampu memetakan profil usaha terhadap mitra usaha. “Selama ini ketika seorang pelaku usaha ditawarkan pinjaman, ia tidak bisa menentukan jumlah pinjaman yang mencukupi. Padahal usahanya visible dan kredibel,” ujar Anang.

Anang berharap aplikasi sederhana ini mendapat legitimasi dan dukungan penuh baik dari pelaku usaha maupun praktisi. Tia memberikan apresiasi kepada Kemenkop UKM yang menunjukkan awareness atau sinyal bahwa transaksi apapun harus dicatat sesegera mungkin oleh pelaku usaha. Berbeda dengan pencatatan di aplikasi, Tia memandang pencatatan di buku dikhawatirkan hilang atau dicoret anak. “Saya melihat Lamikro ini untuk usaha mikro yang transaksinya cash. Ketika usaha mikro itu menjadi lebih besar dengan transaksi yang tidak menggunakan cash barangkali dimasukkan standar akuntansi keuangan yang baru. Dengan kondisi seperti itu usaha nantinya menjadi bankable, artinya laporan keuangan bisa digunakan untuk meminjam uang ke bank,” ujar Tia.

 

Masa Depan Kewirausahaan

Indonesia telah memasuki industri 4.0. Artinya harus terus melakukan upgrade. Keberadaan Lamikro membuat teman-teman pendamping UKM di daerah tidak kebingungan mencari standar. Sistem Lamikro dibuat sangat rendah untuk smartphone android. Mengapa android? Karena rata-rata UKM di Indonesia aktif di sistem operasi yang berbasis android. Bayangkan berapa banyak data yang harus disimpan jika laporan dilakukan secara offline. Tentunya menjadi kendala. Deputi SDM menjamin fasilitas penyimpanan dan keamanan Lamikro. Deputi SDM bergandengan tangan dengan IAI yang bertindak sebagai penguji konsep Lamikro sehingga semakin sempurna. “Kini akuntansi keuangan bukan sesuatu yang menakutkan, mahal, atau sulit diakses. Akuntansi keuangan bisa diakses kapanpun sesuai dengan standar yang diberikan. Teman-teman silakan manfaatkan aplikasi lain yang sejenis yang sekiranya mendongkrak performance usaha,” ujar Anang.

Lamikro adalah laporan keuangan yang prudent, penuh dengan kehati-hatian. Lamikro bukan sebuah standar kurikulum untuk level perguruan tinggi maupun sekolah, melainkan sebuah aplikasi yang membantu pelaku usaha memonitoring pencatatan keuangan secara real time. Tidak menutup kemungkinan Lamikro digunakan di perguruan tinggi yang memiliki inkubator bisnis. Dengan demikian lulusannya tidak kaget memasuki dunia bisnis. Aplikasi Lamikro sudah bisa diakses tuna netra. Lamikro akan terus dikembangkan untuk membangun masa depan kewirausahaan Indonesia. Tidak menutup kemungkinan Lamikro juga dikembangkan di negara lain asalkan ada jaringannya. “Terpenting sekarang adalah kejelasan pencatatan, jangan menggabungkan modal usaha pinjaman dengan pribadi. Hal-hal mendasar ini dimudahkan di Lamikro,” ujar Anang.

Pelaku usaha Nala mengaku mengalami perubahan kebiasaan. Sebelumnya ia selalu berurusan dengan bon usai karyawan pulang, sekarang semuanya terdokumentasi di Lamikro. Nala merasa terbantu dengan Lamikro, semuanya menjadi transparan. Aktivitas keuangan yang dapat dimonitor melalui Lamikro, yakni aset, liabilitas, penghasilan, beban, dan ekuitas. Manfaat Lamikro lainnya adalah membuat laporan keuangan lebih cepat dan efisien, menggantikan metode tradisional pencatatan manual, dan prosedur penganggaran lebih modern. Informasi selengkapnya mengenai Lamikro bisa diakses di http://www.lamikro.com.

UKM Naik Kelas bersama Lamikro

Peran Allianz Indonesia Membentuk Masyarakat Sehat melalui Allianz Sweat Challenge

Allianz2
Melalui berbagai programnya, Allianz Indonesia mengajak masyarakat Indonesia hidup sehat.

Sebagai wujud komitmen Allianz Indonesia terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, sejak Juli 2017 lalu dilakukan perubahan nama dari Ocean Ecopark di Taman Impian Jaya Ancol menjadi Allianz Ecopark. Salah satu kegiatan yang ditawarkan adalah Allianz Sweat Challenge sejak November 2017 hingga Desember 2018.

Pada 12 Mei 2018 lalu diadakan Allianz Sweat Challenge dengan tema Healthy Nutrition During Fasting. Kegiatan tersebut diselenggarakan setiap hari Sabtu pukul 06.30 pada minggu kedua dan keempat setiap bulannya. Temanya berbeda-beda, antara lain zumba, pound fit, cardio dance, hingga body weight training. Tujuannya mengakomodasi perbedaan minat olah raga masing-masing orang. Setiap sesi Allianz Sweat Challenge rata-rata diikuti 80-100 orang. Allianz Indonesia bekerja sama dengan Gofit. Dari semua sesi yang telah berlangsung, tema yang paling diminati adalah pound fit. Peserta meminta kelas tersebut diadakan kembali. “Paling seru itu big bang, kita dancing keliling Ecopark dengan membawa speaker. Kami juga pernah mendatangkan pelatih dari SEA Games yang menjelaskan ilmu dan teknis berlari,” ujar Head of Market Manegement Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen.

Allianz Sweat Challenge yang telah memasuki sesi ke-12 tersebut total diikuti 1.700 peserta. Ada peserta yang selalu mengikuti setiap sesi, ada pula peserta yang berbeda. Pendaftaran bisa dilakukan melalui www.allianz.co.id/sweatchallenge. Pada 26 Mei mendatang temanya adalah Yoga for Runners. Selama bulan Ramadhan, Allianz Sweat Challenge diadakan pada pukul 16.00. “Kami terbuka sekali. Tidak ada membership atau biaya. Dianjurkan mendaftar terlebih dahulu untuk mengantisipasi peralatan tapi mereka yang sudah datang ke Allianz Ecopark tetap bisa bergabung,” ujar Karin.

Allianz1
Para peserta Allianz Sweat Challenge pada 12 Mei 2018.

Karin menjelaskan, sejak 2012 setiap tahunnya Allianz Indonesia aktif mengadakan lomba lari yang bekerja sama dengan berbagai running community. Saat ini sedang berjalan Allianz World Run 2018, kompetisi lari secara virtual melalui aplikasi Endomondo. Tujuan kegiatan tersebut adalah memberikan kesadaran kesehatan. Seluruh kilometer yang dikumpulkan akan disumbangkan untuk kesehatan remaja. Kali ini Allianz Indonesia bekerja sama dengan IKK UI. Peserta yang berhasil mengumpulkan kilometer terbanyak akan mendapat hadiah tiket dan akomodasi untuk mengikuti Bali Marathon pada September mendatang.

Selain kategori most kilometer untuk pelari tercepat, ada juga kategori untuk pelari pemula asalkan mereka sering berlari dan terecord. Karin menyampaikan, setiap orang yang saat ini sedang berlari bisa terlihat di Endomondo selama ada GPS, berapa jarak yang ditempuh dan lokasi berlari. Sejauh ini tercatat 690 peserta yang berpartisipasi. Kategori ketiga adalah most inspiring story. Peserta diminta posting foto di Instagram, ditag ke akun Instagram @allianzindonesia, dan menceritakan motivasi berlari. “Mungkin ada orang yang terinspirasi berlari untuk menurunkan berat badan atau ingin lebih fit,” kata Karin.

Allianz World Run 2018 berlangsung hingga bulan Agustus. Ada tiga periode dengan challenge yang berbeda-beda untuk mengakomodir mereka yang saat ini baru mau bergabung. Peserta yang baru mulai join tentu tidak bisa mengalahkan peserta yang telah mengumpulkan 500 km misalnya. Mereka yang tidak menang di periode pertama bisa mencoba lagi di periode kedua. Dengan demikian masing-masing peserta memiliki kesempatan bersama-sama memulai dari nol.

Karin menyampaikan, dua minggu yang lalu diadakan kick off Allianz World Run 2018 di Allianz Ecopark. Dalam kesempatan tersebut terdapat lebih dari 400 pelari dari berbagai running community. Saat itu mereka mendownload Endomondo untuk pertama kalinya dan  ramai-ramai berlari. Minggu lalu diadakan Allianz Sweat Challenge di Medan yang juga mengundang running community. Selanjutnya pada 1 Juli nanti akan diselenggarakan Allianz Sweat Challenge di Surabaya. Pasalnya banyak permintaan yang datang dari luar kota. Medan dan Surabaya dipilih karena memiliki nasabah dan agen terbanyak. “Acara ini dibuat  untuk meningkatkan awareness terhadap Allianz di dua kota tersebut. Kita mulai lari dari depan kantor Allianz di sana,” ujar Karin.

 

Hidup Sehat

Karin memaparkan, sebagai perusahaan yang bergerak di bisnis asuransi, Allianz Indonesia melihat data klaim yang cukup mengagetkan. Rata-rata kaum muda mengalami sakit kritis yang bermula dari lifestyle dan makanan yang tidak sehat. Penyakit tersebut ada pencegahannya. Oleh karena itu sejak 2010 Allianz Indonesia mempromosikan healthy living dalam hal olah raga dan makan sehat. Semua program dirancang untuk mengajak orang hidup sehat. Semakin baik jika orang itu semakin sehat. Rata-rata penyakit kritis diderita oleh orang yang berusia 37 tahun. “Artinya banyak orang yang lebih muda mengalami sakit kritis,” kata Karin.

Allianz Indonesia pernah melakukan riset, salah satu hal yang mengubah hidup keluarga secara drastis itu ketika orang itu didiagnosis penyakit kritis. Tidak hanya hidupnya yang berubah, juga hidup keluarganya terutama finansial. Oleh karena itu Allianz Indonesia  sangat concern pada penyakit kritis dan ingin menjadi pilihan asuransi keluarga Indonesia. Allianz Indonesia mendorong masyarakat dari anak-anak hingga orang dewasa aktif bergerak dan rutin berolahraga apapun jenis olah raganya. Pertimbangan Allianz Indonesia berinvestasi di Allianz Ecopark adalah sulitnya menemukan lokasi berolah raga di Jakarta dan biaya yang mahal jika join di gym. Allianz Ecopark menjadi bukti komitmen Allianz Indonesia yang tidak hanya menyediakan fasilitas juga instruktur. Allianz Ecopark juga menjadi sarana meningkatkan kesehatan keluarga Indonesia.

Allianz3
Allianz Ecopark menjadi bukti komitmen Allianz Indonesia yang tidak hanya menyediakan fasilitas juga instruktur.

Allianz Ecopark merupakan bagian dari corporate strategy Allianz Indonesia yang ingin dikenal publik sebagai brand yang tidak hanya terpercaya dan terdepan di financial industry, juga selalu mengajak masyarakat Indonesia hidup sehat. Dalam waktu dekat Allianz Indonesia akan menggelar program tahunan yaitu audisi  dua anak terbaik yang akan dikirim berlatih sepak bola di Jerman. Mereka akan dilatih di klub Bayern Munchen. Kepemilikan saham di klub tersebut membuat Allinz memiliki akses ke sana. “Kami akan keliling ke klub sepak bola sampai sekolah yang punya ekskul sepak bola,” kata Karin.

Keterlibatan Allianz Indonesia lainnya di bidang olah raga adalah menjadi sponsor utama Bali Marathon. Nanatinya semua pelari akan dicover asuransi. Allianz Indonesia melihat setiap tahunnya banyak kejadian pelari yang mengalami dehidrasi atau jatuh. Oleh karena itu semua biaya pengobatan baik sakit maupun kecelakaan yang berkaitan dengan Bali Marathon akan dicover Allianz Indonesia.

Karin menjelaskan, saat seseorang mendaftarkan diri untuk mengambil asuransi jiwa atau asuransi kesehatan akan diajukan sejumlah pertanyaan yang disebut underwriting. Pertanyaan tersebut berhubungan dengan uang pertanggungan yang diinginkan. Pertanyaan untuk uang pertanggungan Rp 1 miliar akan berbeda dengan uang pertanggungan Rp 10 miliar. Semakin besar uang pertanggungan yang diinginkan tentu orang itu harus sehat. Asuransi adalah produk yang unik. Seseorang yang mengidap suatu penyakit pasti ditolak atau kalau tidak ditolak premi yang harus dibayarkan menjadi lebih besar. Semuanya bergantung ke kondisi masing-masing. “Maka asuransi harus dibeli saat tidak dibutuhkan,” tutur Karin.

Allianz Indonesia mendorong anak muda yang sehat mengambil asuransi. Bila asuransi diambil saat tua dan ksehatannya menurun, preminya menjadi lebih mahal. Idealnya seseorang mengambil asuransi saat mendapatkan gaji pertama. Itu kesempatan paling bagus sebab belum banyak tanggungan. Ketika orang tersebut memiliki kredit, entah itu KPR atau kredit mobil tentu risiko bertambah. Bila sewaktu-waktu orang itu meninggal dan kredit belum lunas, bagaimana keluarga melanjutkan pembayaran kredit tersebut?  Oleh sebab itu ia harus menambah asuransi. Kita harus terus melakukan review terhadap asuransi yang dimiliki. Jangan tenang selamanya ketika memiliki asuransi.

Karin mencontohkan dirinya yang hanya mampu membeli produk asuransi dengan premi Rp 300 ribu per bulan dan uang pertanggungan Rp 50 juta saat bekerja untuk pertama kalinya. Setiap dua tahun ia melakukan review dan menaikkan uang pertanggungan. Pasalnya biaya hidup dan inflasi semakin naik. Apalagi uang sekolah naik setiap tahun, bahkan lebih dari 10%. Uang pertanggungan dahulu tentu tidak bisa membiayai kuliah anak nantinya. Sebetulnya tidak setiap orang perlu asuransi tapi mayoritas orang punya tanggungan. “Tidak ada orang yang kebal terhadap penyakit, pasti sakit sewaktu-waktu,” kata Karin.

Selain asuransi jiwa, produk Allianz Indonesia lainnya adalah asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan mencakup rawat jalan, rawat inap, hingga maternity, dental dan kacamata. Selain itu Allianz Indonesia memiliki dua aplikasi yaitu Allianz Smart Point dan Allianz eAZy Claim. Semua nasabah yang telah melakukan pembayaran premi akan diberikan point. Bila sudah terkumpul point tersebut bisa direedem untuk berbagai voucher, diantaranya sewa sepeda gratis di Allianz Ecopark, Dairy Queen, Ikea, sampai Legoland Singapura. “Kami tidak mau menunggu nasabah itu sakit atau meninggal baru menikmati manfaat. Begitu jadi nasabah sudah dapat benefitnya,” ujar Karin.

Sementara itu Allianz eAZy Claim memudahkan nasabah yang sakit. Mereka cukup mengirimkan foto kuitansi dari rumah sakit dan diagnosis dokter, tidak perlu isi formulir. Ada service guarantee, yaitu Allianz akan dikenakan penalti jika tidak membayarkan klaim dalam tempo tujuh hari setelah nasabah mengirimkan kelengkapan dokumen. Penalti tersebut berupa shopping voucher Rp 100 ribu berapapun jumlah klaimnya. “Kami akan membayar klaim yang memenuhi syarat,” tutur Karin.

Peran Allianz Indonesia Membentuk Masyarakat Sehat melalui Allianz Sweat Challenge

Hatiku Tertambat di Jayapura

Danau Sentani tampak dari Ifar Gunung
Danau Sentani tampak dari Ifar Gunung

Sesaat sebelum pesawat mendarat di Bandara Sentani, Jayapura dari balik jendela pesawat terlihat daratan hijau yang tersebar di lautan tak berbatas. Bukit dengan barisan pohon dan gunung dengan kabutnya seolah menyambut penulis untuk travel saat menginjakkan kaki di Bandara Sentani awal April 2013 lalu. Sepanjang perjalanan menuju Jayapura, mata disejukkan dengan keteduhan air Danau Sentani di sisi kanan. Kontras di sisi kiri bukit kapur menjulang menunjukkan kemegahannya.

Jayapura merupakan ibukota Provinsi Papua, provinsi paling timur di Indonesia. Di Jayapura terdapat beberapa objek pariwisata yang tak kalah dengan daerah lain. Sebut saja Skyline, Tugu MacArthur, Jayapura City, Kupang, hingga Stadion Mandala.

Skyline, berada di sebelah kanan jalan dari Abepura menuju Jayapura. Sambil menikmati sejuknya es kelapa dan dibelai oleh hembusan angin, mata dihadapkan pada birunya Teluk Jayapura dan Teluk Youtefa serta perahu nelayan dengan tebaran jala.

Sederet kios yang menjual kelapa muda menjadi pilihan untuk sekadar bersantai dari hiruk pikuknya aktivitas kota yang menjemukan. Satu butir kelapa muda dijual dengan harga Rp 15 ribu. Pengunjung dapat memilih kelapa muda dilengkapi es dan sirup atau tidak.

Kios dengan pemilik orang asli Papua itu hanya beroperasi hingga pk 17.00. Lewat dari itu kios ditutup. Jalan yang semula dipenuhi dengan keriuhan pengunjung mendadak sepi. Penerangan hendaknya menjadi perhatian pemerintah kota sehingga Skyline tidak rawan akan kejahatan.

Tugu MacArthur
Tugu MacArthur

Berlanjut dengan kunjungan ke Tugu MacArthur. Tugu tersebut dapat ditempuh dari Jayapura selama 45 menit. Melewati jalan berkelok-kelok, mata dimanjakan dengan pemandangan rimbunnya pohon di kiri dan kanan jalan serta gugusan Pegunungan Cyclops. Dari ketinggian dapat disaksikan Danau Sentani dan aktivitas Bandara Sentani dengan pesawat yang tinggal dan lepas landas. Pengunjung dapat memilih duduk di pondok, kursi, atau rumput.

Pada Perang Dunia II, pasukan sekutu yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Douglas MacArthur tiba di Papua untuk mengusir tentara Jepang yang menduduki wilayah tersebut. Tentara AS menjadikan Ifar Gunung yang sekaligus menjadi lokasi Tugu MacArthur sebagai basis pertahanan. Lokasi tersebut dipilih MacArthur sebab dari atas bukit  terlihat jelas Bandara Sentani dan Danau Sentani. Dengan demikian MacArthur dapat melihat pergerakan pesawat tempurnya.

Di badan tugu MacArthur tertulis teks berbahasa Indonesia dan Inggris yang menjelaskan bahwa lokasi tersebut dulunya adalah markas pasukan sekutu untuk wilayah Pasifik Barat Daya. Kawasan tersebut kini difungsikan sebagai kompleks Resimen Induk Daerah Militer (RINDAM) XVII Cenderawasih.

 

Jayapura City

Jayapura City dapat ditempuh melalui Polimak. Dari Jayapura memakan waktu 30 menit. Jika menggunakan motor, pilihlah motor yang tangguh karena medan pendakian yang curam dan tikungan yang cukup membahayakan. Perlu esktra hati-hati untuk melewatinya. Di sepanjang jalan menuju Jayapura City terdapat beberapa stasiun pemancar TV.

Disebut Jayapura City karena terdapat tulisan besar Jayapura City di rangka baja yang terlihat dari seluruh penjuru kota. Saat malam, tulisan ini berpendar bersama ribuan cahaya yang muncul dari lampu rumah penduduk, bagai kunang-kunang yang berpencar di kegelapan malam.

Kota Jayapura dilihat dari Jayapura City
Kota Jayapura dilihat dari Jayapura City

Jayapura City adalah tempat terbaik menyaksikan kota Jayapura dan Samudera Pasifik serta aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Jayapura dari ketinggian terutama pada malam hari. Sayangnya proteksi terhadap keselamatan pengunjung luput dari perhatian pemerintah. Bila kurang waspada, nyawa menjadi taruhannya.

Dari wisata di bukit mari beralih ke wisata di pantai. Kupang merupakan singkatan dari ‘bangku panjang’, merupakan ajang berkumpulnya anak muda di tepi pantai. Sambil menikmati debur ombak dan belaian angin pantai, dapat mencicipi bakso atau mie ayam yang tersaji di pinggir jalan. Dari kejauhan dapat disaksikan kapal-kapal besar yang hilir mudik. Kupang terletak di Dok II, tepatnya di depan kantor gubernur Provinsi Papua. Bangku panjang yang dimaksud adalah kursi berkeramik dengan panjang lebih kurang 500 meter. Kupang ramai dikunjungi menjelang sore dan malam Minggu. Sekumpulan anak muda tampak ada yang asyik berpacaran, ada pula yang duduk sendiri. Warga Jayapura menjadikan Kupang sebagai pilihan untuk melepas penat setelah seharian berkutat dalam rutinitas.

Stadion Mandala 2
Stadion Mandala

Stadion Mandala merupakan salah satu ikon kota Jayapura. Stadion itu dapat menampung kira-kira 30 ribu penonton. Pada momen pertandingan, Stadion Mandala menjadi ajang berkumpulnya Persipuramania yang merupakan pendukung setia kesebelasan Persipura. Warga Jayapura sangat mendukung tim kebanggaannya itu. Lagu, yel-yel, dan sorak sorai disuarakan secara kompak. Bagi mereka, Persipura adalah mutiara hitam yang senantiasa berkilau di antara kesebelasan lainnya di Indonesia.

Pada 2009 stadion ini direnovasi dengan tujuan menjadikan stadion berstandar internasional.  28 April 2013 lalu, stadion ini menjadi saksi pertandingan antara Persipura melawan Gresik United. Sementara pada 2 Mei 2013, Persipura beradu dengan Arema dalam rangkaian Indonesia Super League.

 

Pinang

Bagi orang asli Papua, baik tua maupun muda, lelaki maupun perempuan, pinang tak bisa dilepaskan dari keseharian. Maka tak heran di tempat-tempat umum bahkan hingga ke pelosok kampung dapat dijumpai penjual pinang. Di lingkungan pemerintahan sekalipun masih banyak dijumpai pegawai yang mengunyah pinang sambil menjalankan pekerjaan. Pinang bagaikan urat nadi yang menyemangati orang Papua dalam bekerja. Ibarat sayur tanpa garam. Sayangnya pemandangan membuang ludah pinang sembarangan menjadi sesuatu yang jamak dijumpai. Oleh karena itu di lokasi yang ramai dikunjungi akan mudah dijumpai pengumuman ‘dilarang membuang ludah pinang sembarang”.

Jalan Percetakan di kota Jayapura merupakan pusat bisnis. Jejeran toko menjual aneka kebutuhan. Bangunan tempo dulu menjadi bukti bahwa kawasan ini telah lama menjadi denyut nadi kota Jayapura. Terdapat beberapa hotel seperti Hotel Matoa dan Hotel Aston. Tak jauh dari sana terdapat Mall Jayapura.

Papeda lengkap dengan tumis kangkung bunga pepaya dan ikan kuah kuning
Papeda lengkap dengan tumis kangkung bunga pepaya dan ikan kuah kuning

Sarana transportasi di kota Jayapura terintegrasi dengan baik. Hal itu memudahkan warga  mencapai tujuan. Sayangnya pk 20.00 ke atas, kendaraan umum sulit ditemui. Namun tidak perlu kuatir karena masih ada ojek yang siap mengantar. Menjadi peringatan adalah selalu berhati-hati karena kondisi jalan yang minim penerangan memudahkan mereka yang berniat jahat untuk menjalankan aksinya.

Karena letaknya di ujung timur Indonesia, harga barang kebutuhan pokok seperti makanan dan pakaian lebih mahal bahkan hingga mencapai dua kali lipat dibanding kota-kota di Pulau Jawa. Hal itu wajar dipandang karena biaya pengiriman yang besar. Papeda merupakan makanan khas Papua yang wajib dicicipi. Rasa tawar papeda berpadu dengan asamnya  ikan kuah kuning serta pahit gurihnya tumis kangkung bunga pepaya dan pedasnya sambal tomat. Masing-masing menyumbangkan rasa yang saling melengkapi.

Secara keseluruhan wisata ke Jayapura memberi kesan tersendiri di sanubari. Berinteraksi tidak hanya dengan orang asli Papua, juga dengan pendatang dari daerah lain di Indonesia memberikan wawasan baru untuk mengakui bahwa perbedaan itu indah bila disikapi dengan keterbukaan pikiran dan hati.

Hatiku Tertambat di Jayapura

Dynamic Youth Lounge, Ruang Kerja Impian

DYL1
Presiden Direktur K-Link Indonesia Dato’ DR. H. Md. Radzi Saleh saat konferensi pers.

Sebagai perusahaan MLM yang telah beroperasi selama 15 tahun di Indonesia, K-Link tak henti melakukan inovasi. Mengikuti perkembangan jaman demi memenangkan kompetisi bisnis.

Pada 24 Januari 2018 lalu Presiden Direktur K-Link Indonesia Dato’ DR. H. Md. Radzi Saleh meresmikan Dynamic Youth Lounge (DYL). Berlokasi di lantai 7 K-Link Tower, DYL merupakan coworking space atau ruang kerja bersama berkonsep modern minimalis. DYL yang mampu menampung 25-30 orang terletak di samping Leaders Club Lounge dan Platinum Leaders Club. Dalam sambutannya Dato Radzi menyampaikan coworking space saat ini menjadi trend di kalangan anak muda. Untuk itu DYL dibangun untuk mengakomodasi mereka. Pasalnya anak muda senang bekerja dalam keadaan santai dan tanpa tekanan. Diharapkan DYL bisa menyegarkan pikiran anak muda. “DYL adalah alat untuk anak muda mengaktifkan diri dalam bidang bisnis,” kata Dato Radzi.

DYL6
Dynamic Youth Lounge yang dibuat semenarik mungkin agar pengunjung betah dan bekerja dengan tenang.  

Jika dalam empat bulan DYL dimanfaatkan dengan baik oleh anak muda, tentu program ini  akan diteruskan. Tidak menutup kemungkinan jika sambutannya bagus, DYL dibuka juga di lokasi stockist. Dato Radzi mengimbau member K-Link produktif menggunakan DYL guna  memajukan program Ladies, Syariah, dan Online. Alangkah ruginya kalau kesempatan ini tidak diambil. Kita lihat bersama pada April nanti K-Link akan menjadi MLM yang teraktif dan terbaik di Indonesia. Untuk itu K-Link mempekerjakan profesional. Selain itu  bantuan datang dari  banyak pihak, salah satunya blogger untuk ekspose digital.

DYL2
Ruang kerja yang meningkatkan kenyamanan para mitra K-Link.

Selain sebagai tempat yang representatif untuk mengajak prospek mengenal K-Link baik dari segi bisnis maupun produk dan follow up jaringan, DYL juga bisa digunakan sebagai tempat tutorial make up oleh Ladies Beauty Club. Tersedia fasilitas print serta snack dan minuman. Penelitian membuktikan ruang kerja yang nyaman mampu menunjang dan meningkatkan produktivitas kerja. Semoga kehadiran DYL mampu mengembangkan bisnis serta meningkatkan omset para member dan leader K-Link. Terdapat kurang lebih 400 ribu member aktif K-Link. Tentunya uang yang diperoleh digunakan untuk melakukan kebaikan, entah itu kepada keluarga, teman, agama, maupun bangsa dan negara. Semoga DYL mampu melancarkan dan memudahkan para member dan leader K-Link mendapatkan rezeki yang halal menuju kesuksesan usaha. Semoga DYL dipenuhi keberkahan dan ide brilian dalam menjalankan bisnis.

DYL3
Ruang kerja yang mengakomodasi jiwa dinamis dan kreatif.

Gagasan pendirian DYL, sebagaimana disampaikan Dato Radzi, muncul pada bulan Ramadhan Juni lalu. Intinya membuat perubahan. Jika tidak, perusahaan semakin mundur termasuk produknya. Kalau K-Link ingin maju 20 atau 30 tahun yang akan datang, perlu  menggalakkan anak-anak muda aktif berbisnis. Saat ini generasi Y di K-Link kurang dari  20%. Ciri generasi Y adalah selalu bertanya sebelum melakukan sesuatu. Selain itu anak muda menyukai pekerjaan dengan waktu yang fleksibel dan income yang menarik. DYL merupakan  salah satu cara menggaet member anak muda. “Mereka bisa bawa teman sambil menjamu. Inshaallah anak-anak muda ini terpancing semangat dan emosinya. DYL membuat member K-Link nyaman, bangga, dan yakin terhadap bisnis ini,” ujar Dato Radzi.

 

Solusi

Dato Radzi menegaskan K-Link adalah solusi, bukan semata untuk anak muda, juga pemerintah guna menurunkan tingkat kemiskinan. Salah satu hal yang penting dalam bisnis MLM adalah meyakinkan calon prospek bahwa bisnis ini bisa menjadi solusi untuk berbagai permasalahan yang dihadapi. Selain itu bisnis MLM dapat dilakukan di manapun dan kapanpun. K-Link memberikan reward berupa fasilitas Wi-Fi dan minuman di DYL, diantaranya kepada manager, saphire manager, ruby manager, dan emerald manager. Sementara itu pengunjung yang ingin menikmati fasilitas DYL cukup membayar Rp 50 ribu. DYL beroperasi pada Senin sampai Jumat pukul 09.00-18.00. Salah satu kegiatan yang diadakan di DYL adalah training marketing. Pada 2020 target K-Link adalah 70% total omset berasal dari online dan 30% total omset berasal dari penjualan langsung. Untuk mencapai tujuan tersebut dibuat tahapan, seperti pada tahun ini targetnya 30% total omset berasal dari online. Sementara itu pada 2019 targetnya 60% total omset berasal dari online. “Bukan berarti omset offline turun, melainkan  online sebagai market baru. Sekarang sulit menarik orang lama aktif di online. Oleh karena itu kita aktifkan orang baru,” ujar Dato Radzi.

DYL4
Ruang tutorial make up.

K-Link memilih jalur pemasaran direct selling karena pangsa pasar untuk industri ini sangat menggairahkan. Saat ini tersedia www.k-net.co.id yang tengah disempurnakan oleh konsultan ahli dari Indonesia dan Malaysia. Mereka membangun sistem dan program guna mengaktifkan anak muda. Dato Radzi menjelaskan, terdapat tiga kategori produk di k-net, yakni food suplement, fashion, dan ladies. Beliau paham anak muda menyukai produk yang fashionable dan trendy. Sayangnya banyak produk K-Link yang belum diluncurkan di pasaran karena harus memiliki sertifikat dari BPOM sesuai dengan perundangan di Indonesia. Prosesnya memakan waktu delapan bulan sampai satu tahun. Seharusnya pada Januari K-Link sudah launch produk kosmetik. “Kita harus sabar,” tutur Dato Radzi.

DYL5
Ruang kerja dengan fitur kekinian.

DYL merupakan pendukung visi besar Dato Radzi mencetak lebih dari 100 platinum leaders club atau mitra K-Link yang memiliki penghasilan di atas Rp 50 juta per bulan pada 2020 mendatang. Target tahun ini omset online K-Link mencapai Rp 50 miliar. Di akhir konferensi pers, Dato Radzi mengutip quote, ‘di mana ada kemauan, di situ ada jalan’. Menurut beliau, aktivitasnya selama ini didasarkan pada pengalaman hidup. Ketika jatuh, kita sering kehilangan motivasi dan kepercayaan. Untuk itu kita harus bangkit kembali. Sebagai orang yang beragama kita harus memiliki keimanan. Saat kita merasa tidak bisa maka kita tidak bisa. Saat kita merasa bisa, Tuhan akan memberikan jalan. “Saat melakukan sesuatu saya sering memakai pepatah orang Melayu, ‘genggam bara api, jangan sampai jadi arang’. Maksudnya, jangan mudah menyerah apapun tantangan dan badai yang datang, teruskan,” ujar Dato Radzi.

Dynamic Youth Lounge, Ruang Kerja Impian

Bersama Membangun Indonesia melalui Startup

MyRepublic1
(kiri-kanan) Co-Founder Modalku Reynold Wijaya, Co-Founder Lemonilo Ronald Wijaya,  Founder Sukawu Teddy Tjandra, dan Co-Founder Rekruta Yanuar Wibisono.

Mereka rela melepaskan karir mapan di luar negeri, kembali ke Indonesia. Memasuki dunia startup yang menawarkan  pengalaman luar biasa.  Bersama membangun negeri dengan kreasi digital. Memajukan  Indonesia selangkah demi selangkah.

Co-Founder Modalku Reynold Wijaya, menyampaikan Modalku adalah pionir layanan peer-to-peer (platform pinjaman  langsung) berbasis teknologi finansial di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Didirikan pada Januari 2016. Misi Modalku adalah mendukung pertumbuhan bisnis UKM. Saat ini Modalku telah membantu lebih dari 200 UKM mendapatkan lebih dari Rp 170 miliar pinjaman usaha. “UKM ini tidak punya akses untuk berkembang, mereka dihadapkan dengan tengkulak,” kata Reynold, pemegang gelar MBA dari  Harvard Business School.

Reynold menuturkan 70% startup gagal. Maka sebelum membangun startup, berpikirlah matang-matang. Startup harus berani gagal. Siapkan mental! Reynold berpesan, sebelum membangun startup carilah co-founder yang memiliki latar belakang dan value yang berbeda  dengan kita, seperti etnik. Dengan demikian startup bisa masuk ke komunitas yang berbeda-beda dan berelasi dengan bermacam-macam orang.

MyRepublic4
Sukawu, penghubung peserta didik dengan penyedia kursus dan pendidikan non formal.

Founder Sukawu Teddy Tjandra, memaparkan Sukawu adalah  startup EdTech  yang dibentuk untuk memberikan ‘one-stop solution’ bagi orang-orang dari segala usia dalam mengeksplorasi bakat dan minat untuk mewujudkan potensi maksimal mereka. Format Sukawu adalah online portal dan marketplace yang menghubungkan peserta didik dengan penyedia kursus dan pendidikan non formal seperti art, music, hingga public speaking. Tujuannya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Passion saya, create something better solution karena dari dulu suka problem solving,” kata Teddy.

Teddy menilai Indonesia memiliki kekurangan, yaitu sumber daya manusia. Padahal education is important. Karena itu Teddy mendirikan startup Sukawu pada September 2015. Sukawu terdiri dari dua kata, yakni  Suka dan Wujudkan Impianmu. Orangtua cenderung  melihat nilai akademik sebagai kunci kesuksesan dalam hidup. Sukawu  membantu orang muda untuk eksplorasi bakat sejak dini. Selain itu membuka wawasan  orangtua bahwa ada bidang lain yang bisa ditempuh dan dijalani melalui serangkaian seminar.  “Kita hidup  untuk memberdayakan manusia. Seperti orangtua yang memberdayakan anak agar  menjalani hidup sesuai keinginan, passion, dan skillnya,” ujar Teddy.

Permasalahan yang ditemui Teddy adalah selama ini orang harus menghubungi satu per satu lembaga kursus untuk mengetahui program yang ditawarkan. Jelas ini tidak memudahkan. Karena itu Teddy  membuat online marketplace mengenai  kursus dan training dari lembaga yang sudah ada dan terverifikasi. Saat ini  100 lembaga bergabung dalam Sukawu. Mereka dibantu dalam  branding di social media.

Teddy juga membangun  Sukawu Academy yang mengadakan workshop dan seminar. Sukawu bekerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai partner. Apa skill yang diperlukan sejak awal dan bagaimana mereka bisa mengoptimalkannya untuk menjalani karier nantinya. Sukawu juga mendatangi sekolah-sekolah dan homeschooling community.

Dalam mengoperasikan startup, menurut Teddy selain passion, dibutuhkan  persistence. Memang tidak mudah. Banyak hal yang bisa membuat pelaku startup menyerah. Jika Anda tahu tujuan yang ingin dicapai, semua itu akan bisa terlewati. Kita bisa membuat perubahan revolusioner  untuk masyarakat Indonesia yang menciptakan dampak sosial. “Sudah banyak di luar sana  entrepreneur yang tidak hanya fokus ke profit juga membuat suatu perubahan, misalnya umemployment rate,” ujar Teddy, lulusan University of Oxford.

Belajar dari Kegagalan

Co-Founder Rekruta Yanuar Wibisono, mendeskripsikan Rekruta adalah platform rekruitmen untuk mencari dan mengelola kandidat tenaga kerja.  Teknologi machine learning  Rekruta dapat menurunkan cost per hire dan waktu dalam mencari karyawan. Yanuar bercerita tentang dirinya yang  lahir dan besar di Malang. Selanjutnya ia berkuliah di jurusan Computer Science University of Illinois.

Lulus kuliah Yanuar sempat bekerja sebagai Software Engineer di Quora. Ia mengaku  nyaman dengan  company culture Quora. Yanuar bahagia menjalani pekerjaannya. Hingga ia melihat banyaknya kesempatan yang  bisa dikembangkan di Indonesia. Yanuar  bertekad kembali ke Indonesia, melepas pekerjaannya. Ia membangun  Rekruta pada Desember 2015. Rekruta terdiri dari dua kata, recruitment dan talenta. Fokus Rekruta sekarang adalah mendapatkan tech talent, product manager, hingga sales people. “Startup itu seperti rollercoaster, naik turun. Saya tidak pernah menyesal  pulang ke Indonesia, keluar dari pekerjaan  di Amerika,” ujar Yanuar.

Yanuar menemukan problem yang besar di Indonesia, orang yang sudah bekerja beberapa tahun memiliki gaji besar sementara mereka yang baru lulus gajinya kecil. Jenjangnya besar sekali. Rekruta membantu mereka mendapatkan dream job. Semua itu kembali ke passion, apakah yang dikerjakan berasal dari hati. Dari startup yang didirikannya, Yanuar mempelajari  ternyata 99% bisnis itu bisa berjalan tanpa modal awal, hanya tenaga kerja dan networking. “Saya lihat di Indonesia terutama di Jakarta sulitnya rekruitmen,” kata Yanuar yang mengaku belajar banyak dari kegagalan.

MyRepublic3
 Lemonilo, gaya hidup sehat bagi masyarakat Indonesia.

Co-Founder Lemonilo Ronald Wijaya, menjelaskan Lemonilo  adalah pasar kesehatan pertama dan terbesar di Indonesia yang menghubungkan penggemar gaya hidup sehat dengan penyedia produk kesehatan dan  alami. Misi Lemonilo ialah  menyediakan gaya hidup sehat bagi masyarakat Indonesia. Dalam pandangan Ronald, masalah  terbesar di Indonesia adalah keuangan, kesehatan, dan transportasi.

Ronald menilai, sekarang sudah bukan jamannya lagi orang mengonsumsi makanan tidak sehat.  Minum kopi saja bisa mengeluarkan sampai Rp 50 ribu. Artinya warga Jakarta  sudah punya kemampuan untuk spending. Ternyata mereka ingin konsumsi makanan sehat. Karena itu konsumen Lemonilo didominasi karyawan dan middle class. “Produk dari vendor yang bergabung bersama kami   tidak ready stock. Pesan hari ini, besok diantar. Karena makanan ini  fresh,  tidak mengandung  pengawet,” ujar Ronald.

Berdasarkan pengalamannya membangun startup, Ronald berpesan  jangan mendirikan startup yang tidak ada permintaannya.  Tes pasar dulu. Seperti yang dilakukan Ronald. Sebelum meluncurkan Lemonilo, ia menawarkan produk kesehatan secara offline. Saat ada respon yang baik, segera realisasikan ide. “Semua bisnis harus profitable. Profit is important,” kata Ronald, lulusan University of Michigan.

MyRepublic2
(kiri ke kanan) CEO Cody’s App Academy Wisnu Sanjaya, Founder Clevio Aranggi Soemardjan, Co-Founder Coding Indonesia Kurie Suditomo, dan moderator Wicaksono Hidayat.

Digital Ekonomi

Banyak sekali startup di Indonesia yang mencoba peduli dan memberi perhatian besar pada dunia anak. Untuk itu kita semua harus bergerak ke sana. Dengan demikian anak-anak Indonesia memperoleh  hidup yang berkualitas. Generasi muda diyakini memiliki kreativitas yang luar biasa dengan ide yang inovatif. Generasi penerus bangsa mempunyai kesempatan menggali pengalaman dari mereka yang sudah berpengalaman untuk dikembangkan menjadi usaha di kemudian hari. Saling berbagi kekuatan ekonomi pribadi  untuk Indonesia tercinta. Saat ini adalah waktu paling tepat untuk menjadi entrepreneur karena pemerintah dan seluruh stakeholder sadar akan hal itu. Menuju visi digital ekonomi 2020.

Para pendiri startup yang fokus pada anak-anak berkomitmen membangun negeri dengan kreasi digital.  Founder Clevio Aranggi Soemardjan menyampaikan, startup bisa dimulai dari visi. Sebagaimana visi Clevio, yakni  clever (bijak memanfaatkan teknologi digital), leverage (bagaimana pengaruh  teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari), human centric (membuat manusia lebih berdaya), dan better good (bermanfaat untuk semua). Kurikulum Clevio berlandaskan  character building yang manusiawi dalam mengembangkan  bakat anak. Dengan demikian anak belajar logika,  psikososial, kerja sama, hingga  entrepreneurship.

Clevio didirikan pada 2013. Peserta kursus programming game tersebut tersebar dari anak, ibu, hingga lansia. Awalnya Aranggi mendirikan Clevio  untuk kebutuhan anaknya yang ekstra introvert. Bahkan saat duduk di kelas 3 SD, anaknya tersebut diterapi karena  stress dengan ketidakmampuan sosialnya. Padahal anak itu mampu membuat game. Aranggi dan istri selanjutnya mencari lembaga yang mengajarkan game. Namun tidak ada. Kemudian Aranggi beserta istri yang berlatar pendidikan psikologi anak membentuk Clevio. Selain IT, sisi sosial difasilitasi. “Sebenarnya saat orangtua bermain game bersama anak, itu bisa menjadi sarana untuk memotivasi anak. Kita bisa terlibat dalam dunia digital, dunia mereka,” ujar Aranggi.

Tahun lalu Clevio diajak oleh sebuah perusahaan di Amerika untuk bergabung dalam gerakan Hour of Code. Tujuannya adalah memperkenalkan coding atau programming ke 200 juta anak di seluruh dunia secara gratis. Visi tersebut diwujudkan dalam bentuk pengajaran coding yang disampaikan orang  dewasa kepada  anak-anak. Tahun ini gerakannya adalah anak-anak mengajar anak-anak. “Ayo generasi Indonesia, majukan generasimu. Berantas buta coding, jadilah duta coding di sekolahmu,” ujar Aranggi.

Apa itu coding? Ilmu memprogram komputer, menyusun logika komputer agar bekerja sesuai perintah kita. Misi  duta coding  adalah membimbing teman-teman di sekolah,  rumah, atau dimanapun untuk belajar coding dengan mudah dan menyenangkan. Sebab coding adalah  bahasa pemrograman digital, bahasa masa depan. Aranggi mengimbau orangtua dan sekolah untuk memberdayakan dan memajukan generasi penerus. Dengan demikian mereka mampu  menguasai masa depan.

Kompetisi karier di masa mendatang itu bukan antara si kaya dan si miskin. Banyak pekerjaan yang dulu tidak ada sekarang ada. Orangtua harus mendidik anak agar mampu bertahan 10 bahkan 20 tahun lagi. Kita tidak tahu dunia masa depan itu akan  seperti apa. Untuk itu pada 13-15 Desember 2016 diadakan Hour of Code di Atamerica. Kegiatan tersebut berfokus pada anak perempuan, ibu rumah tangga, dan penyandang disabilitas. “Semoga lebih banyak perempuan terlibat di dunia  IT agar tidak lagi menjadi dominasi laki-laki,” kata Aranggi, lulusan University of Memphis.

Aranggi berpesan, jika kalian  suka dengan penderitaan jadilah entrepreneur. Aranggi sendiri bekerja di perusahaan selama 15 tahun. Ia belajar IT di dunia kerja. Sebelum usia 40 tahun, Aranggi bertekad  memulai  startup. Menurutnya, penderitaan memulai startup jauh lebih nyaman dibandingkan bekerja di perusahaan. “Kalau motivasi kamu membangun startup itu  uang, forget it,” tutur Aranggi.

Berbagi Mimpi

Co-Founder Coding Indonesia Kurie Suditomo menjelaskan, Coding Indonesia adalah lembaga kursus coding untuk anak-anak, remaja, dan dewasa yang berdiri pada  2013. Coding Indonesia  berangkat dari ide Presiden Obama yang meluncurkan code.org. Saat itu Amerika menghadapi fenomena  tenaga kerja di Silicon Valley didominasi orang Chinese dan India. Bahkan etos kerja mereka jauh melebihi orang Amerika. Akibatnya orang Amerika tertinggal. Kurie memandang, di Indonesia coding menjadi suatu hal yang sangat menarik untuk dimasuki. Pasalnya anak-anak Indonesia butuh pengetahuan  komputer. Sesungguhnya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi  yang dipelajari murid SD berhenti di Microsoft Office. “Itu sudah temuan 20 tahun yang lalu. Mengajarkan komputer ke anak-anak itu sama sekali tidak diberikan,” ujar Kurie.

Mengapa anak-anak? Anak-anak itu  cepat sekali beradaptasi. Secara visual mereka lebih mudah  menangkap. Untuk itu tutor di Coding Indonesia berusia muda. Sebab mereka jauh lebih cepat beradaptasi dalam pembelajaran coding dibandingkan generasi sebelumnya. Coding menjadi kendaraan anak-anak menuju masa depan. Kurie menilai, lebih baik kita mengajarkan anak-anak cara membuat game. Menantang mereka perlahan-lahan. “Secara tidak sengaja bermain adalah belajar. Berikan ilmu kepada anak-anak menurut masanya, bukan masa kita,” kata Kurie yang memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik.

Kurie memulai startup bersama partnernya yang merupakan professional programmer. Saat itu baru  20 anak yang mengikuti kursus. Kini murid di Coding Indonesia terus bertambah. Bahkan  Sabtu merupakan hari yang paling ramai. Pasalnya Senin sampai Jumat anak harus bersekolah. Selain bekerja sama dengan sekolah-sekolah swasta melalui sistem bagi hasil, Coding Indonesia mengirim tutor untuk mengajar pro bono di Rumah Yatim.

Coding Indonesia juga bermitra dengan Indosat untuk mengajarkan  coding di daerah. Kurie ingin berbagi mimpi, bahwa coding itu harus menjadi mainstream. Selama ini subjek yang menjadi mainstream diantaranya bahasa Inggris dan matematika. Padahal coding  bisa membantu anak memahami matematika dengan cara  visual. Selain itu coding  membuat anak beradaptasi dengan komputer.

Kurie mengisahkan, ia dan timnya membawa komputer dari Jakarta. Mereka mengajarkan coding kepada anak-anak yang tinggal di desa yang berjarak 6 km dari Kuningan. Ada anak yang  belum pernah pegang mouse, ada yang belum pernah pegang  komputer. Ada pula ibu yang malu-malu bertanya apakah boleh bergabung belajar coding. Itu kenyataan yang tengah kita hadapi. Kita  bicara tentang 60 juta anak Indonesia yang harus dibantu. Coding itu seperti  calistung dalam bahasa komputer. Melalui coding kita bisa memberikan harapan. “Sehingga suatu saat mereka bisa bermimpi, saya ingin belajar, saya ingin menjadi orang yang lebih dari  sekarang,” ujar Kurie.

Tantangan terberat dalam membangun startup, dalam pandangan Kurie adalah  educate market.  Coding  masih sering menghadapi beragam pertanyaan. Pertanyaan itu tidak hanya datang dari kalangan yang kurang terpapar, juga kalangan berpendidikan. Kurie berharap pemerintah tergerak memasukkan coding ke dalam kurikulum. Semoga cita-cita itu bisa tercapai. Coding itu bukan alternatif, harus menjadi pilihan. Kalau  ingin menjadi yang terdepan di abad ini, kita harus menguasai coding.

Mengubah Mindset

CEO Cody’s App Academy Wisnu Sanjaya menyampaikan, Cody’s App Academy adalah lembaga kursus yang mengajarkan  programming dan membuat game kepada anak-anak. Kurikulum disusun berdasarkan  pengalaman Wisnu. Bahkan Wisnu berani memaparkan visinya tersebut kepada sekolah-sekolah. Selama ini bermain game dianggap  buang-buang waktu. Wisnu ingin mengubah mindset masyarakat dan orangtua mengenai game. Melalui game kita bisa mengajak anak-anak untuk produktif dan kreatif. Wisnu sendiri mengawali karirnya sebagai gamer. Permasalahannya orangtua  menganggap hal itu negatif. “Padahal dari nintendo saya belajar bahasa. Saya belajar menggambar lewat game,” ujar Wisnu.

Bagaimana Wisnu menjaga asa sebagai gamer? Saat  SD, ia  tidak tahu lembaga untuk belajar game. Bermodalkan buku gambar dan pensil, Wisnu mengembangkan keahliannya. Selanjutnya ia kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual walaupun tidak berhubungan dengan game. Lulus kuliah Wisnu bekerja di sebuah studio game terbesar dan tertua di Indonesia. Berdasarkan pengalamannya tersebut Wisnu berpikir mengapa tidak ia  membuat startup.

Wisnu melihat sebuah masalah, di era digital ini orangtua sibuk dengan media sosial sementara anak sibuk dengan game. Namun  orangtua tidak tahu anak akan diarahkan ke mana. Kemudian  anak didaftarkan mengikuti kursus komputer. Ternyata belum juga menarik untuk anak. Cody’s App Academy ingin memberitahu orangtua dan masyarakat bahwa ada solusi untuk anak-anak yang sudah terpapar  game. Lebih baik  memberikan kesempatan kepada anak  untuk bermain. Itu adalah hak mereka. Namun mereka punya kewajiban untuk berkembang dan belajar. Menurut Wisnu, tidak banyak orangtua yang menemukan bakat anak sejak kecil. Orangtua bertanggung jawab agar anak  tetap produktif.  “Main game tidak masalah asal jangan berlebihan.  Di game itu ada codingnya, bagus untuk anak,” ujar Wisnu.

Digitalpreneur

Semua orang  bisa menjadi digitalpreneur. Apalagi warga Jakarta sudah akrab dengan dunia digital melalui pemanfaatan  aplikasi Gojek atau Grab. Data menunjukkan produk yang paling banyak dibeli orang secara online adalah apparel sebanyak 67,1% diikuti sepatu (20,2%), tas (20%), hingga buku (1,8%). “Kita hidup di era serba digital. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam berdigital, seperti berkomunikasi dengan pihak lain sampai membangun usaha,” kata Andi Silalahi, Winner of Google Award Southeast Asia 2010 for UKM.

Andi bertanya, ‘siapa di sini saat membeli pakaian riset online tapi purchase offline, kenapa tidak langsung beli online?’ Supaya tahu perbandingan harga, model, dan warna. ‘Mengapa orang beli online tapi bayar offline?’ Karena takut penipuan. Andi mencontohkan, masyarakat di negara maju  seperti Korea, Australia, atau Amerika belanja menggunakan smartphone saat antri. Selanjutnya produk itu sampai bersamaan dengannya yang  tiba di rumah. “Mungkin beberapa tahun mendatang Indonesia  akan seperti itu,” tutur Andi, peraih Digital Marketing Leadership Award 2012.

Saat ini hidup menjadi mudah dengan berdigital. Fakta ecommerce di Indonesia menunjukkan ada 15,7 juta potential buyer dengan $20 miliar  online transaction. Online shoppers tercatat 7,2 juta dengan 62% melakukan riset online sebelum melakukan pembelian. Andi menjelaskan, uniknya di Indonesia riset online purchase offline. Butuh proses meningkatkan purchase behavior dari sisi online. Dari 57,7 juta total Small Medium Business (SMB) termasuk UKM di Indonesia,  hanya 10% yang berdigital. Entah itu memiliki website, social media, atau menggunakan internet untuk meningkatkan bisnis. “Hari ini Anda tidak harus menjadi pengusaha untuk berdigital. Sebelum menjadi digitalpreneur, dimulai dengan berdigital,” ujar Andi.

Dari 55 juta UKM  di Indonesia, 58% menyumbang ke GDP sementara  90%  meningkatkan lapangan pekerjaan. Keunikan lain dari Indonesia adalah social media yang dijadikan tempat berjualan. Padahal seharusnya tidak. Sementara di Filipina penjualan lebih banyak dilakukan di marketplace atau website.Website yang diibaratkan sebuah rumah harus lebih diutamakan. Berbeda dengan  social media yang lebih dinamis. Andi memberikan ilustrasi, foto yang Anda upload di social media dua minggu kemudian akan sulit ditrack. Namun   Anda bisa membuat online catalog atau kategori  produk di website. Maka website harus dibangun terlebih dahulu.

Andi menjelaskan, jika ingin mengikuti behavior masyarakat Indonesia silakan dimulai dengan social media yang diandaikan sebagai  pintu masuk menuju website. Ada dua pilar yang harus dibangun di dalam website, yaitu content dan komunitas. Misalnya, Anda menjual  makanan  untuk bayi enam bulan. Maka target Anda adalah ibu-ibu hamil. Anda harus pergi ke komunitas ibu-ibu hamil. Produk harus diupdate secara berkala. Kelemahan para pebisnis adalah tidak punya website atau memiliki website tanpa content dan  komunitas. Di Jepang pebisnis dari awal telah menetapkan kontennya secara kontinu. Melalui website Anda bisa menjangkau pelanggan selama 7 hari seminggu atau 24 jam sehari. Bahkan melalui google, seorang perajin di Yogyakarta misalnya bisa menargetkan market di Rusia. Atau  seorang ibu rumah tangga  tidak perlu meninggalkan rumah untuk membuka toko kue.

Bersama Membangun Indonesia melalui Startup