Wujudkan Mimpi Membangun Kembali Bisnis bersama Blibli

Kue Kering Gula Palem Kenari Coconas Cookies
Kue Kering Gula Palem Kenari, salah satu Kreasiku kala itu

“Don’t be intimidated by what you don’t know. That can be your greatest strength and ensure that you do things differently from everyone else.” -Sara Blakely-

Memasak. Kata itu jauh dari penggambaran diri saya. Dibandingkan adik, kemampuan memasak saya terbilang kurang. Jika ia mampu menyajikan nasi goreng yang cocok di lidah kami sekeluarga, tidak dengan saya. Seingat saya kemampuan memasak  hanya sebatas mengolah mie instan. Bukan prestasi yang patut dibanggakan bukan?

Namun semua penilaian itu pudar setelah saya mengikuti sebuah seminar. Para pembicara memunculkan semangat untuk berwirausaha. Saya masih ingat dengan perkataan seorang pembicara,  jika ingin berwirausaha sebaiknya jangan meninggalkan pekerjaan utama. Lakukan perlahan. Ketika dirasa hasil dari berwirausaha secara materi lebih besar dari pekerjaan utama, itulah saat yang tepat untuk serius membangun bisnis.

Jiwa kewirausahaan harus terus ditumbuhkan. Saat ini jumlah wirausaha di Indonesia 1,65% dari 250 juta penduduk. Harapannya persentase tersebut bisa ditingkatkan menjadi 2%. Dilihat dari jumlah wirausaha, Indonesia  tertinggal bila  dibandingkan dengan Singapura sebesar 7%, Malaysia (5%), dan Thailand (4%).

Inspirasi yang diperoleh dari seminar tersebut  sempat mengendap dua tahun lamanya akibat kesibukan pekerjaan dan minat pada bidang lain. Hingga di tanggal bersejarah,  28 Juni 2012 lahirlah Coconas Cookies. Coconas merupakan penggabungan nama saya dengan Cocos Nucifera, nama latin kelapa. Harapannya usaha kue kering ini memberikan manfaat untuk banyak orang sebagaimana halnya kelapa yang berfaedah dari  akar, daun, batang, hingga buah.

Selama proses mengandung Coconas Cookies, begitu banyak pertimbangan dan pemikiran.  Dari tenaga kerja sampai pengaturan waktu. Namun saat pesanan kue itu datang, ketakutan yang selama ini menghantui ternyata bisa dihadapi. Nikmati saja prosesnya. Tetaplah tersenyum. Kesuksesan adalah hasil dari hal-hal terbaik yang kita lakukan setiap hari.

Saya teringat pesan salah satu pembicara terkait pelayanan kepada konsumen. Saya selalu mengantarkan pesanan kue kering kepada para pembeli. Melihat reaksi pertama mereka saat menerima kue kering yang saya buat sendiri dan menerima komentar setelah mereka merasakan kue tersebut memunculkan kesenangan tersendiri. Semua keletihan hilang digantikan dengan semangat untuk menghadirkan rasa yang mengundang selera di lidah para penikmat Coconas Cookies.

Kembali ke soal kemampuan memasak, saya percaya bahwa setiap orang dianugerahi kemampuan istimewa dalam dirinya masing-masing. Belum bisa saat ini bukan berarti tidak bisa selamanya. Tantanglah diri Anda! Bertepatan dengan momen hari raya, saya melihat prospek usaha kue kering akan membuahkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu berbekal resep yang saya peroleh dari internet, saya memberanikan diri untuk merealisasikan segudang ide.

Semuanya serba otodidak. Jatuh bangun, sukses gagal bukan barang baru. Semuanya melekat untuk menjadikan diri saya sebagai wirausaha yang sebenarnya. Saya ingin mengikuti jejak sukses wirausaha lainnya, terutama wirausaha wanita. Keputusan terpenting  dalam sebuah keluarga tak lepas dari tangan wanita. Kemajuan suatu bangsa pun tak terpisahkan dari campur tangan wanita. Para wanita Indonesia, bergeraklah. Mulailah melangkah dari sekarang. Langkah-langkah kecil yang Anda buat akan berarti besar untuk masa depan negara tercinta kita Indonesia.

Kue Kering Mete Coconas Cookies.jpg
Bersama Blibli saya yakin usaha yang sekian lama vakum bisa kembali berjaya.

Pada 2015 kesibukan bekerja membuat saya menutup sementara usaha kue kering Coconas Cookies. Rasanya sayang menutup selamanya usaha yang sudah dibangun dengan upaya yang sungguh besar. Hingga saya membaca sebuah artikel yang mengatakan, “first and foremost, must take responsibility for your own life. Take responsibility and ownership for your decision-making. Don’t blame anybody. Don’t blame the government”.

Agar usaha kue kering Coconas Cookies meraih kembali kejayaannya seperti saat dimulai, saya harus memasarkannya secara digital. Bersama Blibli saya merasakan semangat baru. Mungkin saya bisa berjualan di website Blibli. Rencana lainnya adalah merancang video step by step membuat kue kering. Segala upaya akan dikerahkan untuk mendukung usaha saya.

Tahun 2012 sampai 2014 lalu saya hanya memanfaatkan media blog, Facebook, dan Twitter untuk memasarkan produk. Sementara sosial media baru  bermunculan, seperti Instagram. Saya harus memanfaatkannya sebaik mungkin, seperti  upload foto terbaru kue kering Kreasiku serta informasi terkait lainnya. Bersama Blibli.com saya yakin, bisnis yang sekian lama vakum bisa kembali mendulang kesuksesan.

Advertisements
Wujudkan Mimpi Membangun Kembali Bisnis bersama Blibli

Impact Investment, Berinvestasi sambil Berbuat Kebaikan

P2P Lending
Peer-to-peer lending untuk ekonomi Indonesia yang lebih inklusif.

Investasi berdampak kebaikan perlu kamu pertimbangkan sebagai salah satu pilihan berinvestasi. Mari berkontribusi dalam gerakan membangun Indonesia yang lebih baik.

Jumlah penduduk prasejahtera di Indonesia sebanyak 28 juta dan 70% diantaranya adalah perempuan. Mereka hidup di wilayah suburban dan pelaku usaha mikro. Membantu mereka artinya mempercepat pengentasan kemiskinan. Sementara itu banyak orang di luar sana yang memiliki disposable income ingin menolong kelompok tersebut. Modal Antara hadir sebagai peer-to-peer (P2P) lending platform atau pinjaman online berbasis teknologi yang mendorong sektor informal lebih berdaya. It’s not just investment, it’s impact investment. Berikut lima alasan kamu harus berinvestasi di P2P lending:

  1. P2P lending menawarkan channel baru untuk orang-orang yang punya disposable income.

Disposable income adalah pendapatan yang siap dimanfaatkan untuk membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan dalam bentuk investasi. Reksadana, properti, atau emas adalah beberapa investasi yang umum dikenal. Seiring dengan perkembangan teknologi, P2P lending adalah pilihan baru untuk mereka yang ingin berinvestasi. Setiap investasi tentu memiliki risiko. Untuk itu perlu mempelajari masing-masing instrumen sebelum memutuskan berinvestasi. Contohnya saham yang memberikan  keuntungan besar dalam jangka panjang atau properti yang tidak likuid.

  1. Kamu meminjamkan uang ke sektor riil, yaitu pengusaha mikro.

Dahulu sektor riil dianggap berisiko. Para penerima pinjaman yang berkecimpung di usaha mikro dapat mencicil pinjaman mereka. Hal tersebut membuktikan bahwa berinvetasi di usaha mikro itu kini tidak lagi berisiko tinggi.

  1. Kamu memberi pinjaman kepada usaha mikro yang unbankable.

Unbankable artinya usaha mikro itu tidak punya akses ke conventional financial seperti bank. Salah satu penyebabnya adalah rumah penerima pinjaman yang terlalu jauh dan sulit dijangkau. Pemerintah menargetkan inklusi keuangan mencapai 75%. Fintech dipandang mampu membantu memperkuat industri keuangan atau memperkecil financial gap. Inklusi keuangan yang masih sangat rendah saat ini adalah peluang. Fintech adalah matchmaker yang mempertemukan pemberi dan penerima pinjaman.

Challenge kita dalam literasi keuangan adalah mengedukasi masyarakat. Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membuktikan bahwa mereka yang unbankable itu bisa dipercaya dan memperoleh akses pinjaman. Individu atau dunia usaha harus memanfaatkan kesempatan ini ke depannya. Dengan demikian usaha mikro yang melakukan pinjaman melalui  fintech  bisa bertumbuh dan berkembang serta memiliki track record yang bagus untuk masuk ke perbankan.

  1. Memberikan pinjaman modal kepada ibu-ibu artinya kamu empower perempuan.

Mengapa fokusnya ke ibu-ibu? Multiplier effect saat empower perempuan lebih tinggi dibandingkan empower laki-laki. Terbukti perempuan tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Sesederhana saat ibu kamu berbelanja ke supermarket. Beliau akan membelikan snack untuk adik kamu atau membeli telur untuk sarapan keluarga. Empower perempuan artinya empower ayah dan anak-anak. Model Grameen Bank yang dikembangkan oleh peraih Nobel Muhammad Yunus di Bangladesh berbentuk  group lending.

  1. Pinjaman yang disalurkan memberikan dampak sosial.

Apa keuntungan untuk investor? Impact investing, bahwa investasi pembiayaan ini tidak hanya memberikan return yang jauh lebih baik dibanding conventional instrument, juga memberikan efek secara sosial. Ada banyak ibu yang akan terempower. Ada alternatif baru bagi  para investor di luar sana yang semula avid investing di reksadana atau properti, kini memiliki pilihan yang memberikan return bagus dan membantu menggerakkan ekonomi Indonesia di sektor riil. Bagaimana mengurangi gap orang kota yang semakin kaya dan orang desa yang hidupnya begitu-begitu saja. Duduk bersama warga, memberikan pemahaman bahwa peningkatan pendapatan bisa digunakan untuk menyekolahkan anak sehingga mereka lebih pintar. Dengan demikian gap bisa berkurang. Sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sungguh nyata, kita bisa sejahtera bersama. Hal tersebut sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menekankan inclusive economy, ekonomi yang tidak hanya berputar di kota, juga empower orang di luar kota.

The power of technology bisa menjadikan hal baik yang semula offline berubah ke online menjadi lebih cepat. Itulah transformasi fintech yang menginginkan lebih banyak orang terlayani dan usaha mereka semakin maju.

Mari bergabung dalam gerakan investasi kebaikan bersama Modal Antara untuk ekonomi Indonesia yang lebih inklusif.

Impact Investment, Berinvestasi sambil Berbuat Kebaikan

Atlet Indonesia, Mengukir Prestasi bagi Negeri

sumber FMB9ID_
Menteri Pemuda dan Olahraga  Imam Nahrawi bersama para atlet berprestasi Asian Games 2018. (sumber foto: twitter.com/FMB9ID_)

Lompatan luar biasa yang dicapai para atlet dalam Asian Games 2018 membuktikan Indonesia sebenarnya menyimpan potensi. Pencapaian gemilang para atlet merupakan buah dari komitmen yang kuat dari masyarakat untuk meningkatkan prestasi di bidang olah raga.

Pada 3 September 2018 Forum Merdeka Barat 9 menyelenggarakan diskusi dengan tema ‘Atlet Kita Prestasi Bangsa’. Diskusi tersebut menghadirkan Menteri Pemuda dan Olahraga  Imam Nahrawi, atlet lari gawang Emilia Nova, atlet panjat tebing Aries Susanti, Puji Lestari dan Aspar Jaelolo serta pelatih panjat tebing Hendra Basir.

Emilia bersyukur atas pencapaiannya meraih medali perak dalam nomor lari gawang 100 meter putri Asian Games 2018. Untuk pertama kalinya atletik bisa menyumbangkan medali perak di nomor tersebut. Semua itu  berkat dukungan dari orangtua, pelatih, dan Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Emilia berada dalam pembinaan PB PASI sejak tahun 2010. Banyak pengorbanan yang telah dilakukannya, diantaranya meningalkan keluarga dan cedera.

Menurut Emilia, atletik adalah salah satu cabang olah raga yang sulit meraih medali di skala Asia. Ia memuji atlet Korea, peraih medali emas yang memiliki performa bagus. Sebelum mengikuti Asian Games, Emilia mengaku kakinya sempat sakit. Oleh karena itu ia  butuh pemanasan yang banyak saat berlatih. Kalau pemanasan kurang bagus, sakitnya terasa. Berbeda halnya ketika bertanding, apapun yang terjadi di lapangan harus dihadapi. Selain sebagai atlet, Emilia berkuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Selain itu ia memiliki usaha indekost. “Di PON 2016 saya dapat tiga emas. Bonusnya saya investasikan,” kata Emilia yang meraih medali perak pada SEA Games 2017.

Emilia bersyukur atas bonus PNS yang dijanjikan Imam. Kini ia lebih tenang dan termotivasi dalam berlatih. Dahulu ia sempat khawatir akan masa depannya karena belum memiliki pekerjaan tetap. “Semoga pembinaan pelatnas terus dilakukan dan try out yang banyak untuk persiapan olimpiade,” kata Emilia.

Pengorbanan juga dirasakan Puji yang harus berjauhan dengan suami yang berprofesi sebagai guru. Saat persiapan Asian Games 2018, lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNJ tersebut hanya bisa bertemu suami sebulan sekali. Itupun maksimal dua  hari saja. Puji merasa tertantang berlatih dengan atlet  muda yang bersemangat. Ia tidak mau kalah dan tetap fokus. Puji hanya  ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia. Terlebih Asian Games diselenggarakan pada bulan Agustus yang identik dengan hari kemerdekaan. “Alhamdullilah satu emas dan satu perak untuk Indonesia saya persembahkan pada Asian Games 2018,” tutur Puji yang lahir di Jakarta, 15 Juni 1990.

Puji merasa bertenaga ekstra saat bertanding dalam Asian Games. Pasalnya dukungan penonton Indonesia yang luar biasa sungguh membangkitkan. Hal itu di luar ekspektasinya. “Momen-momen itu yang saya ingat. Perjuangan yang tidak instan,” kata Puji yang meraih peringkat 3 kejuaraan dunia kategori speed climbing, International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup Chongqing, China 2018.

Puji memandang bonus PNS yang dijanjikan pemerintah membuat dirinya lebih fokus berlatih. Pasalnya dunia atlet itu tidak selamanya berada di atas, ada masanya. Tak hanya itu, bonus tersebut memotivasi para atlet untuk berprestasi. “Semoga support dan dukungan menpora tidak sampai di sini, bahkan lebih,” tutur Puji.

Aries mengenal panjat tebing saat duduk di kelas 2 SMP. Jauh sebelum itu ia telah mengetahui dunia atlet. Aries melihat, kompetisi panjat tebing  itu menantang dan seru. Ia berkomitmen  mempertahankan prestasinya saat ini. Baginya perjuangan itu bukan persoalan mendapatkan juara melainkan berusaha mempertahankannya.

Aries yang dijuluki spiderwoman Indonesia telah menggeluti panjat tebing selama 11 tahun. Proses itulah yang mengantarkannya  sampai ke Asian Games. Aries selalu menikmati proses berlatih. Pemecahan rekor menurutnya membutuhkan latihan bertahun-tahun. Aries merasa di pelatnas dirinya ditempa oleh pelatih agar bisa menghasilkan yang terbaik untuk Indonesia. “Bonus PNS untuk atlet berprestasi memotivasi kami terus berjuang untuk negeri,” kata Aries yang meraih medali perak Kejuaraan Dunia di Tai’an, China 2018.

Aries sempat menyerah, ingin melanjutkan kuliah di Universitas Muhammadiyah Semarang. Pasalnya pada PON 2016 ia tidak meraih medali. “Hingga saya menemukan partner yang menyemangati saya mengejar  pelatnas. Alhamdullilah, saya terus berlatih dan bersungguh-sungguh sampai bertemu pelatih yang menjadikan saya seperti ini. Bantuan untuk pelatnas sangat membantu para atlet untuk berprestasi ke depannya,” ujar Aries yang merupakan juara dunia kategori speed climbing, IFSC World Cup Chongqing, China 2018.

 

Dukungan Pemerintah

Aspar menilai baik pelatih yang bisa mengembangkan potensi para atlet. Atlet berprestasi dilihat dari kacamata pelatih. Aspar merasakan adanya perbedaan dalam pembinaan atlet pada pemerintahan sekarang dan sebelumnya. Hal itu terlihat pada dukungan alat yang diberikan pemerintah untuk bertanding di tingkat internasional. Selain itu adanya latihan jangka panjang yang lebih terarah. “Pelatnas menuju Olimpiade 2020 sebaiknya tidak kejar tayang,” tutur Aspar yang meraih medali perak dan perunggu pada Asian Games 2018.

Selain sebagai atlet, Aspar bekerja sebagai PNS di Kemenpora dengan jabatan fungsional pelatih. Ia memandang profesi tersebut membuat dirinya lebih tenang. “Bonus PNS memotivasi atlet muda akan masa depan atlet yang lebih baik,” kata Aspar yang lahir di Wani, 24 Januari 1988.

Hendra memaparkan, keberhasilan cabang olah raga panjat tebing yang menyumbangkan tiga emas, dua perak, dan satu perunggu tidak datang begitu saja. Artinya ada sistem yang berjalan dengan baik. Sistem tersebut tidak mungkin berjalan tanpa dukungan dari pemerintah. Sebelumnya para atlet harus menunggu beberapa bulan untuk mendapatkan peralatan atau sepatu panjat. Itupun hanya satu atau dua sepatu. Hendra mengusulkan setiap atlet harus mendapat tujuh sepatu. Pasalnya sepatu yang kurang layak tidak bisa digunakan saat bertanding dengan kontur papan yang memiliki presisi. Dukungan lainnya adalah try out menuju kejuaraan dunia dan training camp selama satu bulan di Rusia. “Dukungan pemerintah sangat berpengaruh besar pada prestasi atlet. Terima kasih kepada pemerintah,” kata Hendra yang merupakan pelatih para juara dunia speed world record.

Ditanya mengenai bonus untuk para atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu, Imam menjelaskan, bonus tersebut 100% berasal dari APBN dan tidak dipotong pajak. Ia menduga pihak swasta memberikan bonus langsung ke masing-masing atlet atau pelatih. Mengapa bonus itu cepat diberikan? Sebab Kemenpora bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan perbankan. Setelah menonton pertandingan, Imam harus menandatangi sertifikat sampai mencocokkan nama agar tidak terjadi kesalahan di buku tabungan masing-masing atlet. Setelah serah terima bonus dengan presiden, Imam kembali mencocokkan janji presiden dengan nomimal yang tertera di buku tabungan. “Atlet yang tidak menang tetap diberikan insentif. Semula Rp 10 juta lalu dinaikkan menjadi Rp 20 juta per atlet. Saya merangkul dan menepuk punggung mereka yang belum berprestasi. Saya bisikkan, masih ada hari esok dimana kamu bisa mengukir sejarah, jangan berkecil hati,” ujar Imam.

Pemerintah akan memaksimalkan anggaran untuk pembibitan, pertandingan, dan peningkatan mutu pelatih. Diharapkan rencana tersebut berjalan efektif guna menghadapi pertandingan di level internasional. “Tahun 2017 ada 300 atlet yang kami angkat menjadi PNS karena berprestasi di SEA Games. Atlet Para Games yang meraih medali juga akan diangkat menjadi PNS,” ujar Imam.

Di mata Imam, Asian Games telah meyatukan perbedaan dan menumbuhkan kehangatan sebagai bangsa yang berbeda-beda. Asian Games telah menggerakkan hati orangtua, keluarga, guru, dan anak untuk menjadikan olah raga sebagai pilihan ke depan dan sesuatu yang dicita-citakan. Asian Games telah meninggikan harkat dan martabat bangsa. Asian Games menjadikan Indonesia percaya diri menjadi tuan rumah multievent dan single event karena memiliki venue dan volunteer terbaik di dunia, panitia pelaksana, serta wartawan yang telah memfigurkan idola-idola baru. “Kita tentu lebih optimis menyongsong masa depan. Selamat berjuang untuk semuanya. Terima kasih telah mensupport kita,” ujar Imam.

Atlet Indonesia, Mengukir Prestasi bagi Negeri

Pengasuhan Anak Berbasis Karakter guna Menangkal Narkoba dan Pornografi

Happy Family
Sumber foto: http://www.istockphoto.com

Anak-anak menjadi sasaran dari berbagai hal yang akan merusak masa depan mereka seperti narkoba dan pornografi. Orangtua wajib mendidik, membesarkan, dan melindungi mereka. Selain itu dibutuhkan peran dari berbagai sektor, mulai dari lingkungan, sekolah, pemerintah seperti kader PKK, hingga LSM.

Jagalah milik kita dan keluarga dari azab api neraka. Maknanya sangat besar, orangtua harus meluangkan waktu untuk memperhatikan anak. Bila perlu orangtua harus tahu anak bergaul dengan siapa atau ke mana dia bermain. Sebab anak yang bermasalah akan panjang akibatnya. Orangtua harus capai, capai yang membuahkan hasil. Dulu apa yang dikatakan orangtua dituruti anak. Sekarang saat anak dilarang, ia akan mempertanyakan penyebabnya. Oleh karena itu orangtua dituntut belajar untuk mengikuti pengetahuan anak. Belajar tidak ada batas waktunya. Belajar bersama dalam rangka membangun karakter anak agar mereka menjadi pengganti orangtua. Saat ini kita memasuki era digital dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Data menyebutkan anak yang mengalami pelecehan seksual dan penyalahgunaan narkoba semakin bertambah. Ini berbahaya. Apa yang bisa dilakukan?

Tugas orangtua adalah membesarkan anak menjadi individu dengan mental, moral, dan spiritual yang kuat. Guna menghadapi periode ini, orangtua harus melakukan pengasuhan yang tepat bahkan sejak anak dalam kandungan. Untuk membentuk anak menjadi baik, prosesnya perlu dimulai dari pernikahannya yang baik sebagai dasar pembentukan karakter keluarga. Proses pembekalan terutama dalam menghadapi godaan di lingkungan. Untuk itu  kita harus melakukan pengasuhan di periode yang paling kritis, yaitu usia 2 tahun. Usia itu adalah masa otak anak dengan milyaran sel yang berkembang sangat pesat. Anak yang tumbuh dalam kasih sayang orangtua akan berbeda tumbuh kembangnya.

Bagaimana anak menangkal pengaruh narkoba? Sudahkah orangtua mengasuh anak dengan baik di lima tahun pertama kehidupannya? Kalau lima tahun pertama kehidupan anak beres, tentu akan beres ke depannya. Ada 80 juta anak di Indonesia. Jika diasuh dengan baik akan menjadi potensi. Jika tidak, akan menjadi beban untuk orangtua, masyarakat, pemerintah, dan negara. Sebenarnya peluang anak terpapar bahaya pornografi itu saat remaja. Karena saat itu mereka bersosialisasi, memiliki rasa ingin tahu, dan berada pada masa pubertas. Bagaimana membatasi akses anak pada narkoba dan pornografi?

Memprihatinkan ketika anak menjadi korban, ia akan menjadi pelaku.Apa upaya preventif  yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi? Ketika seorang anak terkena adiksi, kerja otak yang diserang. Maka anak tidak bisa mengontrol diri. Sejak kecil otak anak harus bersih, tidak diperlihatkan pada sesuatu yang buruk atau polutan. Penelitian menunjukkan anak yang  mencoba narkoba diawali dengan rokok dan minuman keras. Caranya adalah pengasuhan anak berbasis karakter, bagaimana menanamkan akhlak mulia kepada anak sejak dini. Dimulai dari diri ibu. Kalau ibu belum berakhlak mulia, rintangannya akan banyak sekali. Oleh karena itu coba jadikan akhlak mulia sebagai bagian dari kehidupan, mulai dari cara berpikir, emosi, bertingkah laku, hingga beramal. Kalau itu dijadikan bagian dari keyakinan dan kepercayaan, semua akan beres. Itu menjadi parental belief dari ibu untuk menjadikan anak berakhlak mulia dan cerdas.

 

Kontrol dan Kepercayaan Diri

Kunci pengasuhan berbasis karakter adalah kasih sayang, lembut kepada anak, hingga  tidak membentak apalagi menghina atau merendahkan. Gunakan bahasa dengan kasih sayang sehingga anak memiliki hati yang lembut. Anak yang dihina sejak kecil menjadikan harga dirinya down. Itu yang menjadi penyebab anak lebih percaya teman dibanding ibunya. Berikan perhatian saat anak menangis. Ceritakan kisah nabi atau pahlawan kepada anak guna membentuk karakter. Sering memeluk dan mencium anak. Saat itu dilakukan akan ada hormon yang bekerja dan membuat endorfin anak meningkat. Akibatnya anak mempunyai keinginan untuk selalu berbuat baik. Bentuk kelekatan emosi dengan anak sejak bayi guna  menghalangi anak melakukan hal yang tidak baik. Biasakan ucapkan kata-kata yang baik. Bentuk kepercayaan diri anak. Penelitian menunjukkan kontrol diri dan kepercayaan diri adalah faktor yang mampu memblokir keburukan yang mungkin datang saat anak berada di luar rumah. Anak yang percaya diri ketika diajak temannya akan menolak. Sebaliknya anak yang tidak punya kontrol diri akan mudah terbawa arus, mudah dipengaruhi. Rangkul, peluk, cium anak. Dengan demikian saat anak punya masalah, ia akan datang kepada ibunya.

Ayah menjadi role model untuk anak laki-laki. Kalau kontrol ayah kurang terhadap anak laki-laki, ia berisiko melakukan perilaku yang buruk. Keberadaan ayah bagi anak perempuan bertujuan memunculkan kontrol diri ketika berhadapan dengan situasi apapun. Saat ini narkoba telah menyebar ke seluruh provinsi, kabupaten, bahkan pulau-pulau kecil. Bukan hanya produk, juga perilakunya. Baru-baru ini tersiar berita anak seorang artis ditangkap karena terbukti menggunakan narkoba. Remaja biasanya lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman ketimbang orangtua. Orangtua cenderung melepaskan remaja dengan tujuan mempersiapkannya menuju dewasa. Remaja yang berteman dengan orang yang kurang tepat akan menerima pengaruh buruk.

Narkoba dan pornografi itu adiktif, membuat seseorang mau lagi dan lagi. Anak biasanya tidak sadar menjadi korban pornografi. Mungkin mereka tidak tahu atau takut mengadu ke orangtua. Ciri utamanya anak yang terkena pengaruh pornografi adalah kejanggalan pada dirinya dan prestasi akademik yang menurun. Anak yang mengalami masalah dicirikan dengan perubahan perilaku yang signifikan, misalnya diam atau mengurung diri di kamar. Anak-anak yang boring karena terlalu banyak pelajaran atau kesepian, tidak ada tempat berbagi, hingga anak yang mendapat perilaku kurang menyenangkan dari teman atau guru menjadi sasaran pornografi. Perlu dicari tahu penyebab anak lari ke pornografi. Oleh karena itu bermain dan belajar harus diseimbangkan. Pornografi itu pelarian yang menyenangkan. Berawal dengan penasaran. Ketika anak kecanduan pornografi, ia menganggap biasa saja atau mati rasa. Untuk itu harus seimbang antara disiplin dan kasih sayang. Jangan memaksakan minat dan bakat yang menurut orangtua baik untuk anak. Teknologi informasi harus dipahami dengan arif. Orangtua, guru, dosen, dan pembimbing harus belajar. Perlindungan anak harus dimulai dari keluarga, misalnya mengajak anak mendiskusikan sesuatu yang muncul di TV. Itu kesempatan menyelidiki anak. #sahabatkeluarga

Pengasuhan Anak Berbasis Karakter guna Menangkal Narkoba dan Pornografi

Perjuangan Koperasi Menjawab Tantangan Jaman

cooperatives 2
Sumber foto: https://www.timeanddate.com

Dalam pasal 33 UUD 1945 disebutkan amanat perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Dengan demikian produksi, distribusi, dan konsumsi harus mengacu kepada ekonomi berbasis kerakyatan yaitu ekonomi kekeluargaan. Akan tetapi di tengah perjalanan waktu dengan adanya globalisasi dan liberalisasi menjadikan koperasi saat ini mengalami kegamangan. Bagaimana  koperasi tetap eksis dan menjadi jati diri bangsa?

 

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram memaparkan, reformasi di bidang koperasi mencakup tiga aspek yakni, rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan. Semua aspek tersebut  untuk menghadapi perubahan baik di tingkat  regional maupun internasional. Perubahan yang sangat signifikan di tingkat nasional adalah kecenderungan bunga kredit single digit, ditandai dengan suku bunga KUR yang ke depan turun menjadi 7%. Tentunya koperasi yang mengandalkan bunga tinggi harus bisa mengantisipasi. “Koperasi harus qualified baik dalam segi modal maupun pelayanan,” kata Agus.

Rehabilitasi dilakukan dengan  mendata anggota koperasi dan menata kembali kelembagaan. Reorientasi dengan  melakukan  input teknologi informasi yang semula koperasi tradisional menjadi koperasi modern. Sementara  pengembangan dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga asing untuk memperoleh bunga yang rendah serta melakukan investasi dan modal penyertaan. Koperasi jangan terlena oleh situasi di zona nyaman, harus melakukan perubahan. Koperasi yang tidak melakukan pengembangan perlahan akan tergerus dan terhempas. Terlebih  tantangan ke depan semakin besar. Hal ini perlu  menjadi introspeksi bersama.

Anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso menjelaskan, koperasi belum  berjalan sesuai dengan harapan padahal koperasi adalah soko guru bangsa. Koperasi adalah lembaga ekonomi yang sangat cocok di Indonesia. Jika koperasi yang memiliki  watak kemasyarakatan dikembangkan, perekonomian kita akan tercapai. Pada  2016 anggaran koperasi  hanya Rp 1,2 triliun, tidak mencapai 1% dari  total APBN. Untuk itu keberpihakan negara  diperlukan. Kita harus berani mengubah UU No. 39 Tahun 2008. Pemerintah  menempatkan Kementerian Koperasi dan UKM  pada level 3, bukan level 1. Artinya belum menjadi skala prioritas. “Bagaimana koperasi kita akan besar, makmur kalau kita tahu kekuatan ekonomi kita ada di koperasi. Bandingkan dengan Malaysia dan Singapura,” kata Bowo.

Seharusnya pemerintah  melakukan pembinaan dan pendampingan, selain mengucurkan dana. Diharapkan pemerintah memberikan anggaran Rp 3-5 triliun  untuk koperasi. Kalau pemerintah ingin koperasi bisa bersaing dengan MEA,  pemerintah harus berpihak dengan anggaran. Di sisi lain Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari menyampaikan, untuk mencapai hal tersebut tidak ada magic formula. Karena itu kita harus berproses mencari keseimbangan. Kita harus waspada, perjuangan ke depan berat dan kita harus menanggulangi keadaan. “Menurut saya yang harus kita lakukan adalah  menyerang, maju, menyerbu,” tutur Choirul.

Kondisi yang kita hadapi sekarang adalah  pelemahan ekonomi global. Di lain sisi, ada hal baru yang bisa direngkuh, yakni memperkuat pasar domestik. Indonesia membutuhkan upaya serius untuk berbenah diri, dalam segi korupsi, efisiensi birokrasi pemerintahan, pajak, sampai dengan public utility. Bagaimana caranya koperasi mampu menghadapi kompetisi di ASEAN? Mari kita mengkoperasikan koperasi. Apa artinya? Choirul yang berpuluh tahun menangani koperasi mengungkapkan, semakin banyak koperasi yang mengabaikan identitasnya sebagai koperasi, sebagai organisasi yang menekankan aspek pendidikan, sebagai lembaga yang menjunjung tinggi rapat anggota tahunan. Lebih serius adalah  sebagai usaha yang bersedia melakukan kerja sama antarkoperasi. Padahal kerja sama itu dibentuk untuk memperbesar skala usaha dan mengurangi risiko. “Ini yang jarang dilakukan. Koperasi lebih senang bekerja sendiri,” kata Choirul.

 

Perubahan

Dalam pandangan Choirul, koperasi memiliki ciri kelembagaan yang berbeda dengan lembaga usaha lainnya. Pertama, koperasi harus memiliki legalitas yang memadai untuk bisa melakukan kebijakan hukum maupun kerja sama usaha. Kedua, koperasi harus memiliki kompetensi. Terlalu banyak koperasi yang serba usaha. Ketiga, koperasi harus member based organization, benar-benar menjadikan anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan. Di sisi lain Agung mengemukakan, ketika bicara MEA kita harus bicara kemampuan koperasi itu sendiri. Terlebih kita memasuki era perubahan. Kalau koperasi tidak mau berubah,  tidak mungkin  mengikuti dinamisasi persaingan yang akan terjadi.

Mengapa harus berubah? Sekarang eranya sudah mengalami pergeseran yang luar biasa. Dulu ketika  mau berbisnis, harus ada financial capital. Sekarang  yang diandalkan adalah intelectual capital. Mengapa koperasi harus melakukan perubahan? Karena jamannya sudah berbeda, tantangannya sudah berbeda. Dulu hanya menggunakan monostrategic, sekarang harus multistrategic. Mengapa koperasi harus menangkap semua peluang itu? Pertama, koperasi sebagai gerakan ekonomi,  indikator  menghimpun kekuatan, kemampuan sosial, ekonomi, dan budaya komunitas. Kedua, koperasi harus melakukan konsolidasi sosial dan ekonomi. Sebab koperasi adalah kumpulan orang. “Persoalan yang kita hadapi bersama adalah intrik internal. Harus dilakukan konsolidasi sosial sehingga nyawa untuk bersatu itu diilhami oleh nilai-nilai dan jati diri koperasi,” ujar Agung.

Membangun revitalisasi bisnis koperasi membutuhkan hal-hal seperti,  koperasi harus berbisnis, konsolidasi bisnis baik internal maupun antarkoperasi, dan  modelisasi bisnis. Revitalisasi membutuhkan semangat perubahan di koperasinya, bukan di pemerintah atau legalitas. Kalau tidak mau berubah koperasi akan tertinggal di landasan dan  mati. Kalau mau berubah, koperasi harus berupaya secara optimal dalam  penerapan manajemen profesional. Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia Agung Sudjatmiko, dan Executive Director&CEO IPMI International Business School Jimmy Gani menjelaskan, koperasi  adalah organisasi bisnis sehingga tidak terlepas dari hal-hal yang sifatnya  profitability, human resource, marketing, dan operation excellence. Jimmy mencontohkan Aalsmeer Flower Auction, koperasi bunga terbesar di dunia. Dalam sehari jutaan bunga  dikirim dari seluruh dunia. Operasionalnya menggunakan teknologi informasi dan bunga itu dijual ke penjuru dunia.

Ada tiga hal yang mendasari kompetisi ke depan, globalisasi, urbanisasi,  dan digitalisasi. Bagaimana kita bersikap untuk koperasi? Keberlanjutan atau kesinambungan dari usaha termasuk koperasi ini sangat penting. Perlu model bisnis yang kuat di dalamya. Kalau kita sudah punya model bisnis yang kuat dan tim profesional yang baik, sebetulnya masalah pendanaan sangat memungkinkan. Kini ada  angel investor, private equity, hingga venture capitalist. Jika koperasi  punya modal bisnis yang kuat, tim yang nanti dikembangkan, pembeli yang banyak, dan bisnis yang memadai tak ada masalah. “Ada perubahan dalam  bisnis, yang dilihat adalah networknya. Seberapa besar potensinya,” kata Jimmy.

 

Perjuangan Koperasi Menjawab Tantangan Jaman

Koperasi sebagai Perusahaan Masa Depan

cooperatives.png
Sumber foto: https://blog.ipleaders.in

28 Oktober merupakan momentum pemuda dari beragam ras dan kebudayaan berkumpul untuk merayakan semangat kepemudaannya. Pada 1945 pemuda berhasil memerdekakan bangsanya. Berlanjut pada 1998 pemuda berhasil membuat sejarah. Sejarahwan Benedict Anderson mengatakan sejarah Indonesia tidak akan pernah luput dari sejarah kepemudaannya. Demikian pula aktivis koperasi pemuda yang memiliki tanggung jawab besar dalam rebranding koperasi.

Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop UKM Meliadi Sembiring berharap koperasi memiliki penerus ke depan dengan perubahan yang luar biasa. Bonus demografi dengan jumlah millenial mencapai 60% dari jumlah penduduk punya peran yang sangat besar. Tanpa itu masa depan koperasi akan suram. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi, bersama menggerakkan perekonomian melalui koperasi. Reformasi total koperasi, program yang dilaunching Kemenkop UKM terbagi menjadi rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan. “Rebranding termasuk di dalam reorientasi, bagaimana kita mengubah orientasi. Banyak koperasi yang tidak ada arwahnya kita bubarkan. Ke depan kita harapkan koperasi yang berkualitas, aktif, punya anggota makin hari makin banyak,” ujar Meliadi.

Bagaimana memanfaatkan bonus demografi? Salah satu caranya melalui rebranding. Selama ini orang mendengar koperasi samar-samar. Ada yang melihat koperasi itu penipu. Ada yang melihat koperasi sebagai tempat meminjam uang untuk membayar uang sekolah anak. Ada  orang yang berkarier di koperasi atau menjadi pengurus. Ada koperasi pemuda, mahasiswa, atau sekolah. Itu semua menjadi icon rebranding koperasi. “Pertanyaannya, sudahkah Anda yang bergerak di bidang koperasi paham betul apa itu koperasi, apa yang perlu diperbaiki di koperasi. Itu yang kita bicarakan di rebranding, supaya pencitraannya dikenal yang baik,” ujar Meliadi.

Meliadi mencontohkan koperasi di kampungnya  yang menguasai perekonomian. Itu yang diinginkan. Faktor-faktor yang terkait dengan rebranding dibagi menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terkait dengan pengurus, anggota, atau pengawas koperasi. Faktor eksternal itu misalnya Bank Indonesia, perguruan tinggi, atau Kadin. Bagaimana faktor-faktor tersebut matching dengan generasi millenial. Bahwa value di koperasi itu harus disesuaikan dengan perilaku millenial di Indonesia. Meliadi melihat di lapangan sudah ada anak muda yang berjiwa koperasi. Mereka cenderung bekerja berkelompok. Jiwa grupnya sudah muncul dari awal tapi belum dilabeli koperasi. “Mau dibawa ke mana masa depan koperasi supaya generasi millenial tertarik terhadap koperasi. Menjadi penggerak koperasi bahwa anak muda bisa menggeluti dan menyukai koperasi,” ujar Meliadi.

Sistem Organisasi Masa Depan

Aktivis koperasi Suroto menjelaskan, perubahan dilakukan melalui reorientasi ideologi. Koperasi ada untuk  kepentingan masa depan. Hari ini kita hidup di dalam sistem masyarakat yang sangat kapitalistik. Ini fakta. Segelintir orang kaya raya tapi sekian banyak orang miskin. Koperasi lahir sebagai organisasi yang ingin mengoposisi sistem kapitalis sehingga tidak ada monopoli aset atau kekayaan yang dimiliki segelintir orang. Dalam rebranding perlu ada reposisi. Koperasi adalah alat untuk menciptakan kebahagiaan bagi semua orang, alat untuk memerangi kemiskinan, alat untuk mengurangi pengangguran, hingga alat untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur. “Koperasi sudah diprediksi sebagai sistem organisasi masa depan yang modern sekali. Koperasi itu sangat futuristik,” kata Suroto.

Koperasi adalah sistem organisasi yang melampaui sistem perusahaan yang ada sebelumnya. Apakah ada sistem perusahaan konvensional selain koperasi yang bisa membagikan keuntungan kepada nasabahnya? Suroto melihat ada satu koperasi dengan reputasi baik yang dibangun di Indonesia pada 1970. Koperasi tersebut dimulai dengan gerakan masyarakat kecil di gereja Katolik yang merintis kegiatan simpan pinjam. Kini anggotanya 2,6 juta dengan aset Rp 30 triliun. Kita tidak perlu belajar ke luar negeri, cukup meniru koperasi sukses di masyarakat.

Mengapa koperasi di Indonesia tidak berkembang? Salah satunya adalah  regulasi yang kurang sesuai. Suroto mencontohkan jaringan rumah sakit terbesar di Washington yang dimiliki oleh 580 ribu penduduknya. Mengapa di Indonesia tidak ada rumah sakit koperasi? Regulasinya rumah sakit wajib berbadan hukum PT. Artinya koperasi tidak bisa membangun rumah sakit. Ini sebetulnya yang salah. Koperasi hanya dipersepsikan simpan pinjam, kecil-kecilan, tidak akrab dengan anak muda karena petugasnya sudah tua. Hal tersebut yang perlu direposisi. Koperasi sebetulnya adalah organisasi yang modern, memberdayakan orang, tidak mengejar keuntungan dari orang lain melainkan mencari keuntungan bersama, organisasi perdamaian karena setiap hari mengajarkan kerja sama. “Saya melihat koperasi di Indonesia belum memihak perubahan jaman yang terjadi di negara lain. Anak-anak mudanya sangat terlambat. Di luar negeri anak-anak mudanya membahas perubahan manajemen profesional, membahas perubahan politik,” ujar Suroto.

Menyelamatkan Ekonomi

Pimpinan Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) Pendi Yusuf menyampaikan, Kopindo mampu menampakkan koperasi yang sebenarnya, seutuhnya karena ke depan kita dihadapkan pada koperasi yang begitu luas. Bagaimana melihat koperasi dari sisi sosbudpolhankam, bagaimana koperasi dihadapkan pada pilar ketahanan nasional saat membicarakan keutuhan NKRI. Dibutuhkan orang dengan dedikasi dan sense yang tinggi untuk menampakkan koperasi. Rebranding koperasi harus menyeluruh sampai ke akarnya. Rebranding koperasi harus didorong ke publik dengan membangun kesadaran. Kaum intelektual harus mencari referensi yang banyak mengenai  koperasi, jangan hanya budaya dengar. Biasakan budaya baca. Dalam konteks ini Kopindo membuat perencanaan rebranding koperasi untuk kemajuan Indonesia.

Kita meyakini koperasi adalah nilai terbaik untuk berbagai hal. Rebranding koperasi dalam konteks global, makro. Idealnya semua hal dalam koperasi direbranding termasuk gerakannya. Kesuksesan rebranding terletak pada tiga hal, yakni akademisi (harus proaktif membangun rebranding koperasi), bisnis (harus aware terhadap rebranding koperasi), dan community (sejauh mana koperasi hari ini berkolaborasi dengan community lainnya). Edukasi diharapkan bisa dilakukan semua pihak dimanapun dan kapanpun. “Kita lakukan sosialisasi secara masif termasuk melalui social media. Semua pihak membangun masa depan koperasi Indonesia,” kata Pendi.

Koperasi harus memiliki nilai-nilai pluralisme, kebhinekaan, sampai politik perdamaian.  Jangan kita menyerahkan koperasi kepada orang-orang yang tidak pernah mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Anda mengembangkan koperasi artinya Anda tokoh perdamaian, tokoh kebhinekaan. Koperasi sebagai gerakan tolong menolong itu bisa menyelamatkan dunia. Ekonom Joseph Stiglitz mengatakan koperasi harus menjadi titik alternatif ekonomi dari sistem kapitalis yang gagal sekarang ini. Manusia mengeksploitasi manusia lain dengan orientasi modal. Ini yang dikembangkan perusahaan konvensional. Berbeda dengan koperasi yang menciptakan pembangunan berkelanjutan.Koperasi harus diperdebatkan sebagai makroideologi, mikroorganisasi, meningkatkan kesejahteraan. Suroto menegaskan, mari selamatkan ekonomi Indonesia dengan mengembangkan koperasi. Selamatkan masa depan bangsa dengan cara melibatkan perdamaian dan kerja sama yang diajarkan oleh koperasi. Ciptakan pembangunan yang ekonomis.

Koperasi sebagai Perusahaan Masa Depan

UKM Naik Kelas bersama Lamikro

Lamikro
(kiri ke kanan) Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Tia Adityasih, Kepala Bidang Lembaga Kewirausahaan Deputi SDM Kementerian Koperasi dan UKM Anang Rachman, dan pelaku usaha Nala.

Tipikal UKM Indonesia yang berjuang tanpa mengenal lelah patut diacungi jempol. Namun satu hal yang terkadang dilupakan adalah pencatatan keuangan yang baik. Laporan keuangan adalah jantung dan cermin dari usaha itu sendiri sehingga UKM mampu naik kelas. Untuk itu pembukuan sangat dibutuhkan.

Demikian informasi yang disampaikan Kepala Bidang Lembaga Kewirausahaan Deputi SDM Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM Anang Rachman pada Forum Diskusi Aplikasi Laporan Keuangan Sederhana bagi Usaha Mikro. Acara yang juga menghadirkan Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Tia Adityasih, dan pelaku usaha Nala tersebut diselenggarakan pada 9 Mei 2018 lalu. Anang menjelaskan, Kemenkop UKM tengah merumuskan RUU Kewirausahaan Nasional yang tidak lama lagi akan ditetapkan sebagai UU Kewirausahaan Nasional.

Di dalam RUU tersebut termuat  fasilitasi pemerintah terhadap sebuah usaha. Deputi SDM menyelenggarakan beberapa kegiatan pemberdayaan, pengembangan dan pelatihan yang salah satu materinya adalah pembukuan sederhana UKM. Hal tersebut mengacu pada fakta latar belakang pendidikan pelaku usaha bukan di bidang akuntansi dan tingginya kebutuhan  peserta pelatihan terhadap praktik pembukuan.

Per 1 Januari 2018 ditetapkan standar akuntansi baru khusus entitas mikro, kecil dan menengah. Deputi SDM memandang saatnya UKM Indonesia naik kelas. Untuk itu dihadirkan aplikasi Lamikro atau laporan akuntansi usaha mikro. Kemenkop UKM sebagai regulator atau pembina sehingga Lamikro mudah digunakan oleh pelaku usaha. Lamikro menjadi bukti komitmen Kemenkop UKM memajukan UKM di Indonesia. Aplikasi Lamikro telah diujicobakan pada Oktober tahun lalu di Desa Suluk Bali saat Menkop UKM Puspayoga melakukan kunjungan kerja.

Aplikasi Lamikro kini memiliki 3.150 user. Dari jumlah tersebut sebagian besar user berlatar belakang SMA dengan jasa sebagai usaha terbesarnya. Tujuan Deputi SDM meluncurkan aplikasi Lamikro adalah UKM lebih percaya diri dan mampu memetakan profil usaha terhadap mitra usaha. “Selama ini ketika seorang pelaku usaha ditawarkan pinjaman, ia tidak bisa menentukan jumlah pinjaman yang mencukupi. Padahal usahanya visible dan kredibel,” ujar Anang.

Anang berharap aplikasi sederhana ini mendapat legitimasi dan dukungan penuh baik dari pelaku usaha maupun praktisi. Tia memberikan apresiasi kepada Kemenkop UKM yang menunjukkan awareness atau sinyal bahwa transaksi apapun harus dicatat sesegera mungkin oleh pelaku usaha. Berbeda dengan pencatatan di aplikasi, Tia memandang pencatatan di buku dikhawatirkan hilang atau dicoret anak. “Saya melihat Lamikro ini untuk usaha mikro yang transaksinya cash. Ketika usaha mikro itu menjadi lebih besar dengan transaksi yang tidak menggunakan cash barangkali dimasukkan standar akuntansi keuangan yang baru. Dengan kondisi seperti itu usaha nantinya menjadi bankable, artinya laporan keuangan bisa digunakan untuk meminjam uang ke bank,” ujar Tia.

 

Masa Depan Kewirausahaan

Indonesia telah memasuki industri 4.0. Artinya harus terus melakukan upgrade. Keberadaan Lamikro membuat teman-teman pendamping UKM di daerah tidak kebingungan mencari standar. Sistem Lamikro dibuat sangat rendah untuk smartphone android. Mengapa android? Karena rata-rata UKM di Indonesia aktif di sistem operasi yang berbasis android. Bayangkan berapa banyak data yang harus disimpan jika laporan dilakukan secara offline. Tentunya menjadi kendala. Deputi SDM menjamin fasilitas penyimpanan dan keamanan Lamikro. Deputi SDM bergandengan tangan dengan IAI yang bertindak sebagai penguji konsep Lamikro sehingga semakin sempurna. “Kini akuntansi keuangan bukan sesuatu yang menakutkan, mahal, atau sulit diakses. Akuntansi keuangan bisa diakses kapanpun sesuai dengan standar yang diberikan. Teman-teman silakan manfaatkan aplikasi lain yang sejenis yang sekiranya mendongkrak performance usaha,” ujar Anang.

Lamikro adalah laporan keuangan yang prudent, penuh dengan kehati-hatian. Lamikro bukan sebuah standar kurikulum untuk level perguruan tinggi maupun sekolah, melainkan sebuah aplikasi yang membantu pelaku usaha memonitoring pencatatan keuangan secara real time. Tidak menutup kemungkinan Lamikro digunakan di perguruan tinggi yang memiliki inkubator bisnis. Dengan demikian lulusannya tidak kaget memasuki dunia bisnis. Aplikasi Lamikro sudah bisa diakses tuna netra. Lamikro akan terus dikembangkan untuk membangun masa depan kewirausahaan Indonesia. Tidak menutup kemungkinan Lamikro juga dikembangkan di negara lain asalkan ada jaringannya. “Terpenting sekarang adalah kejelasan pencatatan, jangan menggabungkan modal usaha pinjaman dengan pribadi. Hal-hal mendasar ini dimudahkan di Lamikro,” ujar Anang.

Pelaku usaha Nala mengaku mengalami perubahan kebiasaan. Sebelumnya ia selalu berurusan dengan bon usai karyawan pulang, sekarang semuanya terdokumentasi di Lamikro. Nala merasa terbantu dengan Lamikro, semuanya menjadi transparan. Aktivitas keuangan yang dapat dimonitor melalui Lamikro, yakni aset, liabilitas, penghasilan, beban, dan ekuitas. Manfaat Lamikro lainnya adalah membuat laporan keuangan lebih cepat dan efisien, menggantikan metode tradisional pencatatan manual, dan prosedur penganggaran lebih modern. Informasi selengkapnya mengenai Lamikro bisa diakses di http://www.lamikro.com.

UKM Naik Kelas bersama Lamikro