Koperasi, Bisnis Masa Depan

KoperasiZamanNow
(kiri ke kanan) Ketua Koperasi Baldah Dr. KH I’ie Naseri Muhammad, PR Manager Kosakti Amrul Hakim, Sekretaris Kemenkop UKM Meliadi Sembiring, dan Asisten Deputi Penyuluhan Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop UKM Bagus Rachman.

Koperasi telah memperkenalkan bisnis masa depan, bisnis yang bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Baru-baru ini Presiden Joko Widodo menyatakan koperasi harus mengikuti perkembangan pesat teknologi. Apakah teknologi menjadi syarat mutlak untuk mendapat label koperasi zaman now?

Demikian pertanyaan pembuka Forum Diskusi ‘Koperasi Zaman Now’ yang diselenggarakan pada 26 Juli 2018 lalu. Acara tersebut menghadirkan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Meliadi Sembiring, Asisten Deputi Penyuluhan Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop UKM Bagus Rachman, Ketua Koperasi Baldah Dr. KH I’ie Naseri Muhammad, dan PR Manager Kosakti Amrul Hakim. Meliadi memaparkan, koperasi zaman now terkait dengan koperasi yang bisa hidup, tumbuh, dan berkembang. Koperasi tidak bisa menjadi besar jika tidak mengikuti perkembangan yang ada.

Apa kunci atau clue agar koperasi bisa hidup, tumbuh, dan berkembang di jaman sekarang? Ada beberapa hal yang menjadi suatu keharusan, yakni mengikuti perkembangan teknologi informasi. Dengan demikian koperasi tidak mengalami perkembangan yang lamban. Koperasi yang tidak aktif akan berujung pada pembubaran. Oleh karena itu koperasi harus dibina agar mengikuti kondisi atau tuntutan jaman. Sebetulnya dari jaman dulu koperasi harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan. Sebelumnya lingkungan itu perlu diidentifikasi satu per satu. “Teknologi, sumber daya manusia (SDM), hingga pemasaran harus ditingkatkan,” tutur Meliadi.

Bagaimana cara mengembangkan koperasi? Meliadi menyarankan, koperasi dengan SDM yang cukup tinggi dan aset triliunan sebaiknya melakukan pemasaran ke luar negeri. Koperasi kecil atau menengah perlu mengetahui langkah-langkah menjadi koperasi besar. Bila koperasi memiliki masalah SDM, coba petakan posisi atau lingkup. Oleh karena itu roadmap pengembangan koperasi zaman now menjadi penting. Jika koperasi ingin selamat perlu mengikuti roadmap dengan rumus yang berbeda-beda antarkoperasi. Rumus untuk koperasi di bidang jasa berbeda dengan koperasi simpan pinjam. “Bagaimana meningkatkan  produksi untuk koperasi produksi atau meningkatkan pelayanan untuk koperasi jasa. Hal tersebut harus dipahami bersama supaya koperasi bisa menyesuaikan,” ujar Meliadi.

Mengapa di luar negeri banyak koperasi besar? Manajemennya yang berbeda. Untuk itu manajemen koperasi di Indonesia harus dibuat seleluasa mungkin, jangan mengungkung diri sendiri atau membuat semakin kerdil. Meliadi mencontohkan koperasi simpan pinjam yang membatasi anggota hanya pada saving dan loan. Padahal koperasi harus memberikan keleluasaan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi lain dari anggotanya. Mengacu pada persoalan tersebut, Meliadi mengusulkan koperasi bisa mendirikan anak perusahaan yang melakukan kegiatan ekonomi yang menjadi kebutuhan anggota. “Koperasi harus bisa memenuhi kebutuhan anggota agar bisa berkembang. Koperasi perlu memikirkan cara  meningkatkan jumlah anggota dan meningkatkan pelayanan terhadap anggota yang terus bertambah,” ujar Meliadi.

Koperasi perlu melakukan reformasi total agar kualitas semakin bertambah, bukan hanya kuantitas. Hal tersebut tidak akan bisa berjalan dengan baik jika tuntutan jaman now tidak bisa dipenuhi koperasi. Koperasi tidak akan bisa bergerak cepat jika tidak didukung teknologi. Oleh karena itu pemerintah perlu memfasilitasi. Meliadi mencontohkan, selama ini ratusan juta dikeluarkan untuk menghadirkan puluhan ribu orang dalam rakornas. Mungkin pemerintah bisa memfasilitasi dengan mengadakan rapat anggota tahunan secara online. Tentunya akan ada penghematan dalam jumlah besar. Dana tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan kegiatan usaha lainnya yang dibutuhkan anggota.

Meliadi menyampaikan, tercatat 152 ribu koperasi yang aktif. Dari jumlah tersebut terdapat 4.674 koperasi pemuda (koperasi mahasiswa atau kopma). Koperasi millenial atau koperasi zaman now tidak hanya mencakup koperasi pemuda itu. Harus ada koperasi lain yang dikelola oleh individu dengan jiwa muda dan semangat atau cara kerja yang mengikuti standar zaman now. Secara garis besar 152 ribu koperasi tersebut dikelola oleh individu dengan usia di bawah 40 tahun.

Terdapat 63 juta orang muda di Indonesia. Pada 2030 akan terjadi bonus demografi. Bonus tersebut bisa menggerakkan perekonomian atau menimbulkan masalah. Kalau bonus demografi berkembang dengan baik, tentu menjadi harapan atau tumpuan negara. Indonesia bisa bersaing dengan negara lain. Bonus demografi yang dialami Indonesia belum tentu dimiliki negara lain. Meliadi mencontohkan, Jepang dengan orang tua yang lebih banyak dibanding orang muda. Tantangan Indonesia menjadi jauh lebih besar, yakni meningkatkan kualitas bonus demografi. Kalau bonus itu tidak bisa dikelola akan menciptakan bahaya.

Pemikiran tersebut bisa digaungkan ke koperasi. Bagaimana koperasi bisa menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia? Pertumbuhan perekonomian sayangnya belum sepenuhnya menghadirkan pemerataan. Oleh karena itu peran koperasi sangat dibutuhkan. Pasalnya koperasi bergerak di sektor bawah. Kalau koperasinya bisa mengikuti zaman now, pemerataan akan diraih.

 

Edukasi

Bagus memaparkan, koperasi zaman now harus bisa mengidentifikasi kebutuhan anggota. Apakah zaman now bisa menjadi suatu kondisi yang diterima sebagai satu lembaga yang  menyejahterakan manusia? Koperasi zaman now harus memiliki website. Kalau tidak, masyarakat atau anggota sulit memperoleh informasi seputar koperasi. Apakah koperasi bisa menarik anak muda? Zaman now bicara internet, revolusi industri, hingga artificial intelligence. Bagaimana memanfaatkan teknologi informasi tersebut? Ternyata di Indonesia terdapat 143,26 juta orang yang mengakses internet atau lebih dari 50% jumlah penduduk. Sebetulnya potensinya sangat besar bagi koperasi dalam memanfaatkan kondisi yang shifting.

“Harus ada disruptive leader yang membawa visi masa depan ke masa kini,” kata Bagus.

Jawa, Bali, dan Sumatera memiliki koneksi internet paling tinggi. Artinya potensi pasar di wilayah tersebut bisa ditangkap oleh koperasi zaman now. Know your customer, know your market. Gen Z memiliki  penetrasi internet paling tinggi. Pasar tersebut harus ditangkap koperasi.  Menanggapi fakta tersebut, pengelola koperasi harus mengubah dirinya untuk masuk ke era teknologi informasi. Seiring dengan masuknya dana desa, warga bisa mengakses internet melalui smartphone. Dengan demikian mereka turut serta dalam proses pembangunan. Potensi besar tersebut sangat menarik di era saat ini. Hal menarik saat membicarakan koperasi zaman now adalah human entrepreneurship. “Adanya konektivitas antara pemilik perusahaan dan karyawan. Bicara koperasi, koperasi menjadi milik dan dikelola anggota,” ujar Bagus.

Terkait teknologi digital, koperasi bisa menjadi alat atau instrumen untuk menarik dan melayani anggota. Sangat jelas bahwa koperasi mempunyai nilai dan prinsip untuk dijalankan. Marketing 4.0 menunjukkan bukan daya beli yang turun melainkan shifting ke online. Sentuhan online mendiferensiasikan sebuah perusahaan. Untuk itu harus ada pelatihan ulang untuk SDM yang akan menangani marketing 4.0. Dengan demikian mereka mampu  membuat kemasan yang bagus sampai artificial intelligence yang diimbangi dengan kualitas human to human. Intinya membantu perusahaan berelasi dengan pelanggan.

Bagus menilai Deputi Bidang Kelembagaan sangat mendukung reformasi, reorientasi, dan pengembangan. Bagus mengilustrasikan kursus untuk anak yang menawarkan online dengan tiga kelebihan, yaitu murah, efisien dan efektif, serta berulang. Bicara pendidikan, adakah koperasi yang melakukan hal serupa untuk mendidik anggotanya atau mengedukasi masyarakat? Koperasi sebenarnya bisa diperkenalkan sejak dini. Sayangnya terkendala pada kurikulum. Bagus mencontohkan koperasi siswa di beberapa SMK. Apakah koperasi bisa menjadi media bagi siswa untuk berwirausaha? Salah satu titik masuk bonus demografi adalah koperasi. “Pegiat koperasi harus bisa melihat pasar yang tumbuh dengan cepat,” tutur Bagus.

Menjadi tantangan untuk mewujudkan koperasi yang menyehatkan seluruh komunitas dunia. Dana besar dari koperasi sebaiknya diarahkan untuk mengkapitalisasi tujuan tersebut. Bagaimana memanfaatkan revolusi industri untuk memperkuat identitas koperasi? Apakah koperasi bisa dijadikan lahan untuk berbisnis oleh anggotanya? “Koperasi zaman now bicara kerja sama untuk mencapai masa depan yang lebih baik. bagi anggotanya,” kata Bagus

Advertisements
Koperasi, Bisnis Masa Depan

Pengasuhan Anak Berbasis Karakter guna Menangkal Narkoba dan Pornografi

Happy Family
Sumber foto: http://www.istockphoto.com

Anak-anak menjadi sasaran dari berbagai hal yang akan merusak masa depan mereka seperti narkoba dan pornografi. Orangtua wajib mendidik, membesarkan, dan melindungi mereka. Selain itu dibutuhkan peran dari berbagai sektor, mulai dari lingkungan, sekolah, pemerintah seperti kader PKK, hingga LSM.

Jagalah milik kita dan keluarga dari azab api neraka. Maknanya sangat besar, orangtua harus meluangkan waktu untuk memperhatikan anak. Bila perlu orangtua harus tahu anak bergaul dengan siapa atau ke mana dia bermain. Sebab anak yang bermasalah akan panjang akibatnya. Orangtua harus capai, capai yang membuahkan hasil. Dulu apa yang dikatakan orangtua dituruti anak. Sekarang saat anak dilarang, ia akan mempertanyakan penyebabnya. Oleh karena itu orangtua dituntut belajar untuk mengikuti pengetahuan anak. Belajar tidak ada batas waktunya. Belajar bersama dalam rangka membangun karakter anak agar mereka menjadi pengganti orangtua. Saat ini kita memasuki era digital dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Data menyebutkan anak yang mengalami pelecehan seksual dan penyalahgunaan narkoba semakin bertambah. Ini berbahaya. Apa yang bisa dilakukan?

Tugas orangtua adalah membesarkan anak menjadi individu dengan mental, moral, dan spiritual yang kuat. Guna menghadapi periode ini, orangtua harus melakukan pengasuhan yang tepat bahkan sejak anak dalam kandungan. Untuk membentuk anak menjadi baik, prosesnya perlu dimulai dari pernikahannya yang baik sebagai dasar pembentukan karakter keluarga. Proses pembekalan terutama dalam menghadapi godaan di lingkungan. Untuk itu  kita harus melakukan pengasuhan di periode yang paling kritis, yaitu usia 2 tahun. Usia itu adalah masa otak anak dengan milyaran sel yang berkembang sangat pesat. Anak yang tumbuh dalam kasih sayang orangtua akan berbeda tumbuh kembangnya.

Bagaimana anak menangkal pengaruh narkoba? Sudahkah orangtua mengasuh anak dengan baik di lima tahun pertama kehidupannya? Kalau lima tahun pertama kehidupan anak beres, tentu akan beres ke depannya. Ada 80 juta anak di Indonesia. Jika diasuh dengan baik akan menjadi potensi. Jika tidak, akan menjadi beban untuk orangtua, masyarakat, pemerintah, dan negara. Sebenarnya peluang anak terpapar bahaya pornografi itu saat remaja. Karena saat itu mereka bersosialisasi, memiliki rasa ingin tahu, dan berada pada masa pubertas. Bagaimana membatasi akses anak pada narkoba dan pornografi?

Memprihatinkan ketika anak menjadi korban, ia akan menjadi pelaku.Apa upaya preventif  yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi? Ketika seorang anak terkena adiksi, kerja otak yang diserang. Maka anak tidak bisa mengontrol diri. Sejak kecil otak anak harus bersih, tidak diperlihatkan pada sesuatu yang buruk atau polutan. Penelitian menunjukkan anak yang  mencoba narkoba diawali dengan rokok dan minuman keras. Caranya adalah pengasuhan anak berbasis karakter, bagaimana menanamkan akhlak mulia kepada anak sejak dini. Dimulai dari diri ibu. Kalau ibu belum berakhlak mulia, rintangannya akan banyak sekali. Oleh karena itu coba jadikan akhlak mulia sebagai bagian dari kehidupan, mulai dari cara berpikir, emosi, bertingkah laku, hingga beramal. Kalau itu dijadikan bagian dari keyakinan dan kepercayaan, semua akan beres. Itu menjadi parental belief dari ibu untuk menjadikan anak berakhlak mulia dan cerdas.

 

Kontrol dan Kepercayaan Diri

Kunci pengasuhan berbasis karakter adalah kasih sayang, lembut kepada anak, hingga  tidak membentak apalagi menghina atau merendahkan. Gunakan bahasa dengan kasih sayang sehingga anak memiliki hati yang lembut. Anak yang dihina sejak kecil menjadikan harga dirinya down. Itu yang menjadi penyebab anak lebih percaya teman dibanding ibunya. Berikan perhatian saat anak menangis. Ceritakan kisah nabi atau pahlawan kepada anak guna membentuk karakter. Sering memeluk dan mencium anak. Saat itu dilakukan akan ada hormon yang bekerja dan membuat endorfin anak meningkat. Akibatnya anak mempunyai keinginan untuk selalu berbuat baik. Bentuk kelekatan emosi dengan anak sejak bayi guna  menghalangi anak melakukan hal yang tidak baik. Biasakan ucapkan kata-kata yang baik. Bentuk kepercayaan diri anak. Penelitian menunjukkan kontrol diri dan kepercayaan diri adalah faktor yang mampu memblokir keburukan yang mungkin datang saat anak berada di luar rumah. Anak yang percaya diri ketika diajak temannya akan menolak. Sebaliknya anak yang tidak punya kontrol diri akan mudah terbawa arus, mudah dipengaruhi. Rangkul, peluk, cium anak. Dengan demikian saat anak punya masalah, ia akan datang kepada ibunya.

Ayah menjadi role model untuk anak laki-laki. Kalau kontrol ayah kurang terhadap anak laki-laki, ia berisiko melakukan perilaku yang buruk. Keberadaan ayah bagi anak perempuan bertujuan memunculkan kontrol diri ketika berhadapan dengan situasi apapun. Saat ini narkoba telah menyebar ke seluruh provinsi, kabupaten, bahkan pulau-pulau kecil. Bukan hanya produk, juga perilakunya. Baru-baru ini tersiar berita anak seorang artis ditangkap karena terbukti menggunakan narkoba. Remaja biasanya lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman ketimbang orangtua. Orangtua cenderung melepaskan remaja dengan tujuan mempersiapkannya menuju dewasa. Remaja yang berteman dengan orang yang kurang tepat akan menerima pengaruh buruk.

Narkoba dan pornografi itu adiktif, membuat seseorang mau lagi dan lagi. Anak biasanya tidak sadar menjadi korban pornografi. Mungkin mereka tidak tahu atau takut mengadu ke orangtua. Ciri utamanya anak yang terkena pengaruh pornografi adalah kejanggalan pada dirinya dan prestasi akademik yang menurun. Anak yang mengalami masalah dicirikan dengan perubahan perilaku yang signifikan, misalnya diam atau mengurung diri di kamar. Anak-anak yang boring karena terlalu banyak pelajaran atau kesepian, tidak ada tempat berbagi, hingga anak yang mendapat perilaku kurang menyenangkan dari teman atau guru menjadi sasaran pornografi. Perlu dicari tahu penyebab anak lari ke pornografi. Oleh karena itu bermain dan belajar harus diseimbangkan. Pornografi itu pelarian yang menyenangkan. Berawal dengan penasaran. Ketika anak kecanduan pornografi, ia menganggap biasa saja atau mati rasa. Untuk itu harus seimbang antara disiplin dan kasih sayang. Jangan memaksakan minat dan bakat yang menurut orangtua baik untuk anak. Teknologi informasi harus dipahami dengan arif. Orangtua, guru, dosen, dan pembimbing harus belajar. Perlindungan anak harus dimulai dari keluarga, misalnya mengajak anak mendiskusikan sesuatu yang muncul di TV. Itu kesempatan menyelidiki anak. #sahabatkeluarga

Pengasuhan Anak Berbasis Karakter guna Menangkal Narkoba dan Pornografi

Perjuangan Koperasi Menjawab Tantangan Jaman

cooperatives 2
Sumber foto: https://www.timeanddate.com

Dalam pasal 33 UUD 1945 disebutkan amanat perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Dengan demikian produksi, distribusi, dan konsumsi harus mengacu kepada ekonomi berbasis kerakyatan yaitu ekonomi kekeluargaan. Akan tetapi di tengah perjalanan waktu dengan adanya globalisasi dan liberalisasi menjadikan koperasi saat ini mengalami kegamangan. Bagaimana  koperasi tetap eksis dan menjadi jati diri bangsa?

 

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram memaparkan, reformasi di bidang koperasi mencakup tiga aspek yakni, rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan. Semua aspek tersebut  untuk menghadapi perubahan baik di tingkat  regional maupun internasional. Perubahan yang sangat signifikan di tingkat nasional adalah kecenderungan bunga kredit single digit, ditandai dengan suku bunga KUR yang ke depan turun menjadi 7%. Tentunya koperasi yang mengandalkan bunga tinggi harus bisa mengantisipasi. “Koperasi harus qualified baik dalam segi modal maupun pelayanan,” kata Agus.

Rehabilitasi dilakukan dengan  mendata anggota koperasi dan menata kembali kelembagaan. Reorientasi dengan  melakukan  input teknologi informasi yang semula koperasi tradisional menjadi koperasi modern. Sementara  pengembangan dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga asing untuk memperoleh bunga yang rendah serta melakukan investasi dan modal penyertaan. Koperasi jangan terlena oleh situasi di zona nyaman, harus melakukan perubahan. Koperasi yang tidak melakukan pengembangan perlahan akan tergerus dan terhempas. Terlebih  tantangan ke depan semakin besar. Hal ini perlu  menjadi introspeksi bersama.

Anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso menjelaskan, koperasi belum  berjalan sesuai dengan harapan padahal koperasi adalah soko guru bangsa. Koperasi adalah lembaga ekonomi yang sangat cocok di Indonesia. Jika koperasi yang memiliki  watak kemasyarakatan dikembangkan, perekonomian kita akan tercapai. Pada  2016 anggaran koperasi  hanya Rp 1,2 triliun, tidak mencapai 1% dari  total APBN. Untuk itu keberpihakan negara  diperlukan. Kita harus berani mengubah UU No. 39 Tahun 2008. Pemerintah  menempatkan Kementerian Koperasi dan UKM  pada level 3, bukan level 1. Artinya belum menjadi skala prioritas. “Bagaimana koperasi kita akan besar, makmur kalau kita tahu kekuatan ekonomi kita ada di koperasi. Bandingkan dengan Malaysia dan Singapura,” kata Bowo.

Seharusnya pemerintah  melakukan pembinaan dan pendampingan, selain mengucurkan dana. Diharapkan pemerintah memberikan anggaran Rp 3-5 triliun  untuk koperasi. Kalau pemerintah ingin koperasi bisa bersaing dengan MEA,  pemerintah harus berpihak dengan anggaran. Di sisi lain Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari menyampaikan, untuk mencapai hal tersebut tidak ada magic formula. Karena itu kita harus berproses mencari keseimbangan. Kita harus waspada, perjuangan ke depan berat dan kita harus menanggulangi keadaan. “Menurut saya yang harus kita lakukan adalah  menyerang, maju, menyerbu,” tutur Choirul.

Kondisi yang kita hadapi sekarang adalah  pelemahan ekonomi global. Di lain sisi, ada hal baru yang bisa direngkuh, yakni memperkuat pasar domestik. Indonesia membutuhkan upaya serius untuk berbenah diri, dalam segi korupsi, efisiensi birokrasi pemerintahan, pajak, sampai dengan public utility. Bagaimana caranya koperasi mampu menghadapi kompetisi di ASEAN? Mari kita mengkoperasikan koperasi. Apa artinya? Choirul yang berpuluh tahun menangani koperasi mengungkapkan, semakin banyak koperasi yang mengabaikan identitasnya sebagai koperasi, sebagai organisasi yang menekankan aspek pendidikan, sebagai lembaga yang menjunjung tinggi rapat anggota tahunan. Lebih serius adalah  sebagai usaha yang bersedia melakukan kerja sama antarkoperasi. Padahal kerja sama itu dibentuk untuk memperbesar skala usaha dan mengurangi risiko. “Ini yang jarang dilakukan. Koperasi lebih senang bekerja sendiri,” kata Choirul.

 

Perubahan

Dalam pandangan Choirul, koperasi memiliki ciri kelembagaan yang berbeda dengan lembaga usaha lainnya. Pertama, koperasi harus memiliki legalitas yang memadai untuk bisa melakukan kebijakan hukum maupun kerja sama usaha. Kedua, koperasi harus memiliki kompetensi. Terlalu banyak koperasi yang serba usaha. Ketiga, koperasi harus member based organization, benar-benar menjadikan anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan. Di sisi lain Agung mengemukakan, ketika bicara MEA kita harus bicara kemampuan koperasi itu sendiri. Terlebih kita memasuki era perubahan. Kalau koperasi tidak mau berubah,  tidak mungkin  mengikuti dinamisasi persaingan yang akan terjadi.

Mengapa harus berubah? Sekarang eranya sudah mengalami pergeseran yang luar biasa. Dulu ketika  mau berbisnis, harus ada financial capital. Sekarang  yang diandalkan adalah intelectual capital. Mengapa koperasi harus melakukan perubahan? Karena jamannya sudah berbeda, tantangannya sudah berbeda. Dulu hanya menggunakan monostrategic, sekarang harus multistrategic. Mengapa koperasi harus menangkap semua peluang itu? Pertama, koperasi sebagai gerakan ekonomi,  indikator  menghimpun kekuatan, kemampuan sosial, ekonomi, dan budaya komunitas. Kedua, koperasi harus melakukan konsolidasi sosial dan ekonomi. Sebab koperasi adalah kumpulan orang. “Persoalan yang kita hadapi bersama adalah intrik internal. Harus dilakukan konsolidasi sosial sehingga nyawa untuk bersatu itu diilhami oleh nilai-nilai dan jati diri koperasi,” ujar Agung.

Membangun revitalisasi bisnis koperasi membutuhkan hal-hal seperti,  koperasi harus berbisnis, konsolidasi bisnis baik internal maupun antarkoperasi, dan  modelisasi bisnis. Revitalisasi membutuhkan semangat perubahan di koperasinya, bukan di pemerintah atau legalitas. Kalau tidak mau berubah koperasi akan tertinggal di landasan dan  mati. Kalau mau berubah, koperasi harus berupaya secara optimal dalam  penerapan manajemen profesional. Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia Agung Sudjatmiko, dan Executive Director&CEO IPMI International Business School Jimmy Gani menjelaskan, koperasi  adalah organisasi bisnis sehingga tidak terlepas dari hal-hal yang sifatnya  profitability, human resource, marketing, dan operation excellence. Jimmy mencontohkan Aalsmeer Flower Auction, koperasi bunga terbesar di dunia. Dalam sehari jutaan bunga  dikirim dari seluruh dunia. Operasionalnya menggunakan teknologi informasi dan bunga itu dijual ke penjuru dunia.

Ada tiga hal yang mendasari kompetisi ke depan, globalisasi, urbanisasi,  dan digitalisasi. Bagaimana kita bersikap untuk koperasi? Keberlanjutan atau kesinambungan dari usaha termasuk koperasi ini sangat penting. Perlu model bisnis yang kuat di dalamya. Kalau kita sudah punya model bisnis yang kuat dan tim profesional yang baik, sebetulnya masalah pendanaan sangat memungkinkan. Kini ada  angel investor, private equity, hingga venture capitalist. Jika koperasi  punya modal bisnis yang kuat, tim yang nanti dikembangkan, pembeli yang banyak, dan bisnis yang memadai tak ada masalah. “Ada perubahan dalam  bisnis, yang dilihat adalah networknya. Seberapa besar potensinya,” kata Jimmy.

 

Perjuangan Koperasi Menjawab Tantangan Jaman

Koperasi sebagai Perusahaan Masa Depan

cooperatives.png
Sumber foto: https://blog.ipleaders.in

28 Oktober merupakan momentum pemuda dari beragam ras dan kebudayaan berkumpul untuk merayakan semangat kepemudaannya. Pada 1945 pemuda berhasil memerdekakan bangsanya. Berlanjut pada 1998 pemuda berhasil membuat sejarah. Sejarahwan Benedict Anderson mengatakan sejarah Indonesia tidak akan pernah luput dari sejarah kepemudaannya. Demikian pula aktivis koperasi pemuda yang memiliki tanggung jawab besar dalam rebranding koperasi.

Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop UKM Meliadi Sembiring berharap koperasi memiliki penerus ke depan dengan perubahan yang luar biasa. Bonus demografi dengan jumlah millenial mencapai 60% dari jumlah penduduk punya peran yang sangat besar. Tanpa itu masa depan koperasi akan suram. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi, bersama menggerakkan perekonomian melalui koperasi. Reformasi total koperasi, program yang dilaunching Kemenkop UKM terbagi menjadi rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan. “Rebranding termasuk di dalam reorientasi, bagaimana kita mengubah orientasi. Banyak koperasi yang tidak ada arwahnya kita bubarkan. Ke depan kita harapkan koperasi yang berkualitas, aktif, punya anggota makin hari makin banyak,” ujar Meliadi.

Bagaimana memanfaatkan bonus demografi? Salah satu caranya melalui rebranding. Selama ini orang mendengar koperasi samar-samar. Ada yang melihat koperasi itu penipu. Ada yang melihat koperasi sebagai tempat meminjam uang untuk membayar uang sekolah anak. Ada  orang yang berkarier di koperasi atau menjadi pengurus. Ada koperasi pemuda, mahasiswa, atau sekolah. Itu semua menjadi icon rebranding koperasi. “Pertanyaannya, sudahkah Anda yang bergerak di bidang koperasi paham betul apa itu koperasi, apa yang perlu diperbaiki di koperasi. Itu yang kita bicarakan di rebranding, supaya pencitraannya dikenal yang baik,” ujar Meliadi.

Meliadi mencontohkan koperasi di kampungnya  yang menguasai perekonomian. Itu yang diinginkan. Faktor-faktor yang terkait dengan rebranding dibagi menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terkait dengan pengurus, anggota, atau pengawas koperasi. Faktor eksternal itu misalnya Bank Indonesia, perguruan tinggi, atau Kadin. Bagaimana faktor-faktor tersebut matching dengan generasi millenial. Bahwa value di koperasi itu harus disesuaikan dengan perilaku millenial di Indonesia. Meliadi melihat di lapangan sudah ada anak muda yang berjiwa koperasi. Mereka cenderung bekerja berkelompok. Jiwa grupnya sudah muncul dari awal tapi belum dilabeli koperasi. “Mau dibawa ke mana masa depan koperasi supaya generasi millenial tertarik terhadap koperasi. Menjadi penggerak koperasi bahwa anak muda bisa menggeluti dan menyukai koperasi,” ujar Meliadi.

Sistem Organisasi Masa Depan

Aktivis koperasi Suroto menjelaskan, perubahan dilakukan melalui reorientasi ideologi. Koperasi ada untuk  kepentingan masa depan. Hari ini kita hidup di dalam sistem masyarakat yang sangat kapitalistik. Ini fakta. Segelintir orang kaya raya tapi sekian banyak orang miskin. Koperasi lahir sebagai organisasi yang ingin mengoposisi sistem kapitalis sehingga tidak ada monopoli aset atau kekayaan yang dimiliki segelintir orang. Dalam rebranding perlu ada reposisi. Koperasi adalah alat untuk menciptakan kebahagiaan bagi semua orang, alat untuk memerangi kemiskinan, alat untuk mengurangi pengangguran, hingga alat untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur. “Koperasi sudah diprediksi sebagai sistem organisasi masa depan yang modern sekali. Koperasi itu sangat futuristik,” kata Suroto.

Koperasi adalah sistem organisasi yang melampaui sistem perusahaan yang ada sebelumnya. Apakah ada sistem perusahaan konvensional selain koperasi yang bisa membagikan keuntungan kepada nasabahnya? Suroto melihat ada satu koperasi dengan reputasi baik yang dibangun di Indonesia pada 1970. Koperasi tersebut dimulai dengan gerakan masyarakat kecil di gereja Katolik yang merintis kegiatan simpan pinjam. Kini anggotanya 2,6 juta dengan aset Rp 30 triliun. Kita tidak perlu belajar ke luar negeri, cukup meniru koperasi sukses di masyarakat.

Mengapa koperasi di Indonesia tidak berkembang? Salah satunya adalah  regulasi yang kurang sesuai. Suroto mencontohkan jaringan rumah sakit terbesar di Washington yang dimiliki oleh 580 ribu penduduknya. Mengapa di Indonesia tidak ada rumah sakit koperasi? Regulasinya rumah sakit wajib berbadan hukum PT. Artinya koperasi tidak bisa membangun rumah sakit. Ini sebetulnya yang salah. Koperasi hanya dipersepsikan simpan pinjam, kecil-kecilan, tidak akrab dengan anak muda karena petugasnya sudah tua. Hal tersebut yang perlu direposisi. Koperasi sebetulnya adalah organisasi yang modern, memberdayakan orang, tidak mengejar keuntungan dari orang lain melainkan mencari keuntungan bersama, organisasi perdamaian karena setiap hari mengajarkan kerja sama. “Saya melihat koperasi di Indonesia belum memihak perubahan jaman yang terjadi di negara lain. Anak-anak mudanya sangat terlambat. Di luar negeri anak-anak mudanya membahas perubahan manajemen profesional, membahas perubahan politik,” ujar Suroto.

Menyelamatkan Ekonomi

Pimpinan Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) Pendi Yusuf menyampaikan, Kopindo mampu menampakkan koperasi yang sebenarnya, seutuhnya karena ke depan kita dihadapkan pada koperasi yang begitu luas. Bagaimana melihat koperasi dari sisi sosbudpolhankam, bagaimana koperasi dihadapkan pada pilar ketahanan nasional saat membicarakan keutuhan NKRI. Dibutuhkan orang dengan dedikasi dan sense yang tinggi untuk menampakkan koperasi. Rebranding koperasi harus menyeluruh sampai ke akarnya. Rebranding koperasi harus didorong ke publik dengan membangun kesadaran. Kaum intelektual harus mencari referensi yang banyak mengenai  koperasi, jangan hanya budaya dengar. Biasakan budaya baca. Dalam konteks ini Kopindo membuat perencanaan rebranding koperasi untuk kemajuan Indonesia.

Kita meyakini koperasi adalah nilai terbaik untuk berbagai hal. Rebranding koperasi dalam konteks global, makro. Idealnya semua hal dalam koperasi direbranding termasuk gerakannya. Kesuksesan rebranding terletak pada tiga hal, yakni akademisi (harus proaktif membangun rebranding koperasi), bisnis (harus aware terhadap rebranding koperasi), dan community (sejauh mana koperasi hari ini berkolaborasi dengan community lainnya). Edukasi diharapkan bisa dilakukan semua pihak dimanapun dan kapanpun. “Kita lakukan sosialisasi secara masif termasuk melalui social media. Semua pihak membangun masa depan koperasi Indonesia,” kata Pendi.

Koperasi harus memiliki nilai-nilai pluralisme, kebhinekaan, sampai politik perdamaian.  Jangan kita menyerahkan koperasi kepada orang-orang yang tidak pernah mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Anda mengembangkan koperasi artinya Anda tokoh perdamaian, tokoh kebhinekaan. Koperasi sebagai gerakan tolong menolong itu bisa menyelamatkan dunia. Ekonom Joseph Stiglitz mengatakan koperasi harus menjadi titik alternatif ekonomi dari sistem kapitalis yang gagal sekarang ini. Manusia mengeksploitasi manusia lain dengan orientasi modal. Ini yang dikembangkan perusahaan konvensional. Berbeda dengan koperasi yang menciptakan pembangunan berkelanjutan.Koperasi harus diperdebatkan sebagai makroideologi, mikroorganisasi, meningkatkan kesejahteraan. Suroto menegaskan, mari selamatkan ekonomi Indonesia dengan mengembangkan koperasi. Selamatkan masa depan bangsa dengan cara melibatkan perdamaian dan kerja sama yang diajarkan oleh koperasi. Ciptakan pembangunan yang ekonomis.

Koperasi sebagai Perusahaan Masa Depan

UKM Naik Kelas bersama Lamikro

Lamikro
(kiri ke kanan) Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Tia Adityasih, Kepala Bidang Lembaga Kewirausahaan Deputi SDM Kementerian Koperasi dan UKM Anang Rachman, dan pelaku usaha Nala.

Tipikal UKM Indonesia yang berjuang tanpa mengenal lelah patut diacungi jempol. Namun satu hal yang terkadang dilupakan adalah pencatatan keuangan yang baik. Laporan keuangan adalah jantung dan cermin dari usaha itu sendiri sehingga UKM mampu naik kelas. Untuk itu pembukuan sangat dibutuhkan.

Demikian informasi yang disampaikan Kepala Bidang Lembaga Kewirausahaan Deputi SDM Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM Anang Rachman pada Forum Diskusi Aplikasi Laporan Keuangan Sederhana bagi Usaha Mikro. Acara yang juga menghadirkan Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Tia Adityasih, dan pelaku usaha Nala tersebut diselenggarakan pada 9 Mei 2018 lalu. Anang menjelaskan, Kemenkop UKM tengah merumuskan RUU Kewirausahaan Nasional yang tidak lama lagi akan ditetapkan sebagai UU Kewirausahaan Nasional.

Di dalam RUU tersebut termuat  fasilitasi pemerintah terhadap sebuah usaha. Deputi SDM menyelenggarakan beberapa kegiatan pemberdayaan, pengembangan dan pelatihan yang salah satu materinya adalah pembukuan sederhana UKM. Hal tersebut mengacu pada fakta latar belakang pendidikan pelaku usaha bukan di bidang akuntansi dan tingginya kebutuhan  peserta pelatihan terhadap praktik pembukuan.

Per 1 Januari 2018 ditetapkan standar akuntansi baru khusus entitas mikro, kecil dan menengah. Deputi SDM memandang saatnya UKM Indonesia naik kelas. Untuk itu dihadirkan aplikasi Lamikro atau laporan akuntansi usaha mikro. Kemenkop UKM sebagai regulator atau pembina sehingga Lamikro mudah digunakan oleh pelaku usaha. Lamikro menjadi bukti komitmen Kemenkop UKM memajukan UKM di Indonesia. Aplikasi Lamikro telah diujicobakan pada Oktober tahun lalu di Desa Suluk Bali saat Menkop UKM Puspayoga melakukan kunjungan kerja.

Aplikasi Lamikro kini memiliki 3.150 user. Dari jumlah tersebut sebagian besar user berlatar belakang SMA dengan jasa sebagai usaha terbesarnya. Tujuan Deputi SDM meluncurkan aplikasi Lamikro adalah UKM lebih percaya diri dan mampu memetakan profil usaha terhadap mitra usaha. “Selama ini ketika seorang pelaku usaha ditawarkan pinjaman, ia tidak bisa menentukan jumlah pinjaman yang mencukupi. Padahal usahanya visible dan kredibel,” ujar Anang.

Anang berharap aplikasi sederhana ini mendapat legitimasi dan dukungan penuh baik dari pelaku usaha maupun praktisi. Tia memberikan apresiasi kepada Kemenkop UKM yang menunjukkan awareness atau sinyal bahwa transaksi apapun harus dicatat sesegera mungkin oleh pelaku usaha. Berbeda dengan pencatatan di aplikasi, Tia memandang pencatatan di buku dikhawatirkan hilang atau dicoret anak. “Saya melihat Lamikro ini untuk usaha mikro yang transaksinya cash. Ketika usaha mikro itu menjadi lebih besar dengan transaksi yang tidak menggunakan cash barangkali dimasukkan standar akuntansi keuangan yang baru. Dengan kondisi seperti itu usaha nantinya menjadi bankable, artinya laporan keuangan bisa digunakan untuk meminjam uang ke bank,” ujar Tia.

 

Masa Depan Kewirausahaan

Indonesia telah memasuki industri 4.0. Artinya harus terus melakukan upgrade. Keberadaan Lamikro membuat teman-teman pendamping UKM di daerah tidak kebingungan mencari standar. Sistem Lamikro dibuat sangat rendah untuk smartphone android. Mengapa android? Karena rata-rata UKM di Indonesia aktif di sistem operasi yang berbasis android. Bayangkan berapa banyak data yang harus disimpan jika laporan dilakukan secara offline. Tentunya menjadi kendala. Deputi SDM menjamin fasilitas penyimpanan dan keamanan Lamikro. Deputi SDM bergandengan tangan dengan IAI yang bertindak sebagai penguji konsep Lamikro sehingga semakin sempurna. “Kini akuntansi keuangan bukan sesuatu yang menakutkan, mahal, atau sulit diakses. Akuntansi keuangan bisa diakses kapanpun sesuai dengan standar yang diberikan. Teman-teman silakan manfaatkan aplikasi lain yang sejenis yang sekiranya mendongkrak performance usaha,” ujar Anang.

Lamikro adalah laporan keuangan yang prudent, penuh dengan kehati-hatian. Lamikro bukan sebuah standar kurikulum untuk level perguruan tinggi maupun sekolah, melainkan sebuah aplikasi yang membantu pelaku usaha memonitoring pencatatan keuangan secara real time. Tidak menutup kemungkinan Lamikro digunakan di perguruan tinggi yang memiliki inkubator bisnis. Dengan demikian lulusannya tidak kaget memasuki dunia bisnis. Aplikasi Lamikro sudah bisa diakses tuna netra. Lamikro akan terus dikembangkan untuk membangun masa depan kewirausahaan Indonesia. Tidak menutup kemungkinan Lamikro juga dikembangkan di negara lain asalkan ada jaringannya. “Terpenting sekarang adalah kejelasan pencatatan, jangan menggabungkan modal usaha pinjaman dengan pribadi. Hal-hal mendasar ini dimudahkan di Lamikro,” ujar Anang.

Pelaku usaha Nala mengaku mengalami perubahan kebiasaan. Sebelumnya ia selalu berurusan dengan bon usai karyawan pulang, sekarang semuanya terdokumentasi di Lamikro. Nala merasa terbantu dengan Lamikro, semuanya menjadi transparan. Aktivitas keuangan yang dapat dimonitor melalui Lamikro, yakni aset, liabilitas, penghasilan, beban, dan ekuitas. Manfaat Lamikro lainnya adalah membuat laporan keuangan lebih cepat dan efisien, menggantikan metode tradisional pencatatan manual, dan prosedur penganggaran lebih modern. Informasi selengkapnya mengenai Lamikro bisa diakses di http://www.lamikro.com.

UKM Naik Kelas bersama Lamikro

Peran Allianz Indonesia Membentuk Masyarakat Sehat melalui Allianz Sweat Challenge

Allianz2
Melalui berbagai programnya, Allianz Indonesia mengajak masyarakat Indonesia hidup sehat.

Sebagai wujud komitmen Allianz Indonesia terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, sejak Juli 2017 lalu dilakukan perubahan nama dari Ocean Ecopark di Taman Impian Jaya Ancol menjadi Allianz Ecopark. Salah satu kegiatan yang ditawarkan adalah Allianz Sweat Challenge sejak November 2017 hingga Desember 2018.

Pada 12 Mei 2018 lalu diadakan Allianz Sweat Challenge dengan tema Healthy Nutrition During Fasting. Kegiatan tersebut diselenggarakan setiap hari Sabtu pukul 06.30 pada minggu kedua dan keempat setiap bulannya. Temanya berbeda-beda, antara lain zumba, pound fit, cardio dance, hingga body weight training. Tujuannya mengakomodasi perbedaan minat olah raga masing-masing orang. Setiap sesi Allianz Sweat Challenge rata-rata diikuti 80-100 orang. Allianz Indonesia bekerja sama dengan Gofit. Dari semua sesi yang telah berlangsung, tema yang paling diminati adalah pound fit. Peserta meminta kelas tersebut diadakan kembali. “Paling seru itu big bang, kita dancing keliling Ecopark dengan membawa speaker. Kami juga pernah mendatangkan pelatih dari SEA Games yang menjelaskan ilmu dan teknis berlari,” ujar Head of Market Manegement Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen.

Allianz Sweat Challenge yang telah memasuki sesi ke-12 tersebut total diikuti 1.700 peserta. Ada peserta yang selalu mengikuti setiap sesi, ada pula peserta yang berbeda. Pendaftaran bisa dilakukan melalui www.allianz.co.id/sweatchallenge. Pada 26 Mei mendatang temanya adalah Yoga for Runners. Selama bulan Ramadhan, Allianz Sweat Challenge diadakan pada pukul 16.00. “Kami terbuka sekali. Tidak ada membership atau biaya. Dianjurkan mendaftar terlebih dahulu untuk mengantisipasi peralatan tapi mereka yang sudah datang ke Allianz Ecopark tetap bisa bergabung,” ujar Karin.

Allianz1
Para peserta Allianz Sweat Challenge pada 12 Mei 2018.

Karin menjelaskan, sejak 2012 setiap tahunnya Allianz Indonesia aktif mengadakan lomba lari yang bekerja sama dengan berbagai running community. Saat ini sedang berjalan Allianz World Run 2018, kompetisi lari secara virtual melalui aplikasi Endomondo. Tujuan kegiatan tersebut adalah memberikan kesadaran kesehatan. Seluruh kilometer yang dikumpulkan akan disumbangkan untuk kesehatan remaja. Kali ini Allianz Indonesia bekerja sama dengan IKK UI. Peserta yang berhasil mengumpulkan kilometer terbanyak akan mendapat hadiah tiket dan akomodasi untuk mengikuti Bali Marathon pada September mendatang.

Selain kategori most kilometer untuk pelari tercepat, ada juga kategori untuk pelari pemula asalkan mereka sering berlari dan terecord. Karin menyampaikan, setiap orang yang saat ini sedang berlari bisa terlihat di Endomondo selama ada GPS, berapa jarak yang ditempuh dan lokasi berlari. Sejauh ini tercatat 690 peserta yang berpartisipasi. Kategori ketiga adalah most inspiring story. Peserta diminta posting foto di Instagram, ditag ke akun Instagram @allianzindonesia, dan menceritakan motivasi berlari. “Mungkin ada orang yang terinspirasi berlari untuk menurunkan berat badan atau ingin lebih fit,” kata Karin.

Allianz World Run 2018 berlangsung hingga bulan Agustus. Ada tiga periode dengan challenge yang berbeda-beda untuk mengakomodir mereka yang saat ini baru mau bergabung. Peserta yang baru mulai join tentu tidak bisa mengalahkan peserta yang telah mengumpulkan 500 km misalnya. Mereka yang tidak menang di periode pertama bisa mencoba lagi di periode kedua. Dengan demikian masing-masing peserta memiliki kesempatan bersama-sama memulai dari nol.

Karin menyampaikan, dua minggu yang lalu diadakan kick off Allianz World Run 2018 di Allianz Ecopark. Dalam kesempatan tersebut terdapat lebih dari 400 pelari dari berbagai running community. Saat itu mereka mendownload Endomondo untuk pertama kalinya dan  ramai-ramai berlari. Minggu lalu diadakan Allianz Sweat Challenge di Medan yang juga mengundang running community. Selanjutnya pada 1 Juli nanti akan diselenggarakan Allianz Sweat Challenge di Surabaya. Pasalnya banyak permintaan yang datang dari luar kota. Medan dan Surabaya dipilih karena memiliki nasabah dan agen terbanyak. “Acara ini dibuat  untuk meningkatkan awareness terhadap Allianz di dua kota tersebut. Kita mulai lari dari depan kantor Allianz di sana,” ujar Karin.

 

Hidup Sehat

Karin memaparkan, sebagai perusahaan yang bergerak di bisnis asuransi, Allianz Indonesia melihat data klaim yang cukup mengagetkan. Rata-rata kaum muda mengalami sakit kritis yang bermula dari lifestyle dan makanan yang tidak sehat. Penyakit tersebut ada pencegahannya. Oleh karena itu sejak 2010 Allianz Indonesia mempromosikan healthy living dalam hal olah raga dan makan sehat. Semua program dirancang untuk mengajak orang hidup sehat. Semakin baik jika orang itu semakin sehat. Rata-rata penyakit kritis diderita oleh orang yang berusia 37 tahun. “Artinya banyak orang yang lebih muda mengalami sakit kritis,” kata Karin.

Allianz Indonesia pernah melakukan riset, salah satu hal yang mengubah hidup keluarga secara drastis itu ketika orang itu didiagnosis penyakit kritis. Tidak hanya hidupnya yang berubah, juga hidup keluarganya terutama finansial. Oleh karena itu Allianz Indonesia  sangat concern pada penyakit kritis dan ingin menjadi pilihan asuransi keluarga Indonesia. Allianz Indonesia mendorong masyarakat dari anak-anak hingga orang dewasa aktif bergerak dan rutin berolahraga apapun jenis olah raganya. Pertimbangan Allianz Indonesia berinvestasi di Allianz Ecopark adalah sulitnya menemukan lokasi berolah raga di Jakarta dan biaya yang mahal jika join di gym. Allianz Ecopark menjadi bukti komitmen Allianz Indonesia yang tidak hanya menyediakan fasilitas juga instruktur. Allianz Ecopark juga menjadi sarana meningkatkan kesehatan keluarga Indonesia.

Allianz3
Allianz Ecopark menjadi bukti komitmen Allianz Indonesia yang tidak hanya menyediakan fasilitas juga instruktur.

Allianz Ecopark merupakan bagian dari corporate strategy Allianz Indonesia yang ingin dikenal publik sebagai brand yang tidak hanya terpercaya dan terdepan di financial industry, juga selalu mengajak masyarakat Indonesia hidup sehat. Dalam waktu dekat Allianz Indonesia akan menggelar program tahunan yaitu audisi  dua anak terbaik yang akan dikirim berlatih sepak bola di Jerman. Mereka akan dilatih di klub Bayern Munchen. Kepemilikan saham di klub tersebut membuat Allinz memiliki akses ke sana. “Kami akan keliling ke klub sepak bola sampai sekolah yang punya ekskul sepak bola,” kata Karin.

Keterlibatan Allianz Indonesia lainnya di bidang olah raga adalah menjadi sponsor utama Bali Marathon. Nanatinya semua pelari akan dicover asuransi. Allianz Indonesia melihat setiap tahunnya banyak kejadian pelari yang mengalami dehidrasi atau jatuh. Oleh karena itu semua biaya pengobatan baik sakit maupun kecelakaan yang berkaitan dengan Bali Marathon akan dicover Allianz Indonesia.

Karin menjelaskan, saat seseorang mendaftarkan diri untuk mengambil asuransi jiwa atau asuransi kesehatan akan diajukan sejumlah pertanyaan yang disebut underwriting. Pertanyaan tersebut berhubungan dengan uang pertanggungan yang diinginkan. Pertanyaan untuk uang pertanggungan Rp 1 miliar akan berbeda dengan uang pertanggungan Rp 10 miliar. Semakin besar uang pertanggungan yang diinginkan tentu orang itu harus sehat. Asuransi adalah produk yang unik. Seseorang yang mengidap suatu penyakit pasti ditolak atau kalau tidak ditolak premi yang harus dibayarkan menjadi lebih besar. Semuanya bergantung ke kondisi masing-masing. “Maka asuransi harus dibeli saat tidak dibutuhkan,” tutur Karin.

Allianz Indonesia mendorong anak muda yang sehat mengambil asuransi. Bila asuransi diambil saat tua dan ksehatannya menurun, preminya menjadi lebih mahal. Idealnya seseorang mengambil asuransi saat mendapatkan gaji pertama. Itu kesempatan paling bagus sebab belum banyak tanggungan. Ketika orang tersebut memiliki kredit, entah itu KPR atau kredit mobil tentu risiko bertambah. Bila sewaktu-waktu orang itu meninggal dan kredit belum lunas, bagaimana keluarga melanjutkan pembayaran kredit tersebut?  Oleh sebab itu ia harus menambah asuransi. Kita harus terus melakukan review terhadap asuransi yang dimiliki. Jangan tenang selamanya ketika memiliki asuransi.

Karin mencontohkan dirinya yang hanya mampu membeli produk asuransi dengan premi Rp 300 ribu per bulan dan uang pertanggungan Rp 50 juta saat bekerja untuk pertama kalinya. Setiap dua tahun ia melakukan review dan menaikkan uang pertanggungan. Pasalnya biaya hidup dan inflasi semakin naik. Apalagi uang sekolah naik setiap tahun, bahkan lebih dari 10%. Uang pertanggungan dahulu tentu tidak bisa membiayai kuliah anak nantinya. Sebetulnya tidak setiap orang perlu asuransi tapi mayoritas orang punya tanggungan. “Tidak ada orang yang kebal terhadap penyakit, pasti sakit sewaktu-waktu,” kata Karin.

Selain asuransi jiwa, produk Allianz Indonesia lainnya adalah asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan mencakup rawat jalan, rawat inap, hingga maternity, dental dan kacamata. Selain itu Allianz Indonesia memiliki dua aplikasi yaitu Allianz Smart Point dan Allianz eAZy Claim. Semua nasabah yang telah melakukan pembayaran premi akan diberikan point. Bila sudah terkumpul point tersebut bisa direedem untuk berbagai voucher, diantaranya sewa sepeda gratis di Allianz Ecopark, Dairy Queen, Ikea, sampai Legoland Singapura. “Kami tidak mau menunggu nasabah itu sakit atau meninggal baru menikmati manfaat. Begitu jadi nasabah sudah dapat benefitnya,” ujar Karin.

Sementara itu Allianz eAZy Claim memudahkan nasabah yang sakit. Mereka cukup mengirimkan foto kuitansi dari rumah sakit dan diagnosis dokter, tidak perlu isi formulir. Ada service guarantee, yaitu Allianz akan dikenakan penalti jika tidak membayarkan klaim dalam tempo tujuh hari setelah nasabah mengirimkan kelengkapan dokumen. Penalti tersebut berupa shopping voucher Rp 100 ribu berapapun jumlah klaimnya. “Kami akan membayar klaim yang memenuhi syarat,” tutur Karin.

Peran Allianz Indonesia Membentuk Masyarakat Sehat melalui Allianz Sweat Challenge

Hatiku Tertambat di Jayapura

Danau Sentani tampak dari Ifar Gunung
Danau Sentani tampak dari Ifar Gunung

Sesaat sebelum pesawat mendarat di Bandara Sentani, Jayapura dari balik jendela pesawat terlihat daratan hijau yang tersebar di lautan tak berbatas. Bukit dengan barisan pohon dan gunung dengan kabutnya seolah menyambut penulis untuk travel saat menginjakkan kaki di Bandara Sentani awal April 2013 lalu. Sepanjang perjalanan menuju Jayapura, mata disejukkan dengan keteduhan air Danau Sentani di sisi kanan. Kontras di sisi kiri bukit kapur menjulang menunjukkan kemegahannya.

Jayapura merupakan ibukota Provinsi Papua, provinsi paling timur di Indonesia. Di Jayapura terdapat beberapa objek pariwisata yang tak kalah dengan daerah lain. Sebut saja Skyline, Tugu MacArthur, Jayapura City, Kupang, hingga Stadion Mandala.

Skyline, berada di sebelah kanan jalan dari Abepura menuju Jayapura. Sambil menikmati sejuknya es kelapa dan dibelai oleh hembusan angin, mata dihadapkan pada birunya Teluk Jayapura dan Teluk Youtefa serta perahu nelayan dengan tebaran jala.

Sederet kios yang menjual kelapa muda menjadi pilihan untuk sekadar bersantai dari hiruk pikuknya aktivitas kota yang menjemukan. Satu butir kelapa muda dijual dengan harga Rp 15 ribu. Pengunjung dapat memilih kelapa muda dilengkapi es dan sirup atau tidak.

Kios dengan pemilik orang asli Papua itu hanya beroperasi hingga pk 17.00. Lewat dari itu kios ditutup. Jalan yang semula dipenuhi dengan keriuhan pengunjung mendadak sepi. Penerangan hendaknya menjadi perhatian pemerintah kota sehingga Skyline tidak rawan akan kejahatan.

Tugu MacArthur
Tugu MacArthur

Berlanjut dengan kunjungan ke Tugu MacArthur. Tugu tersebut dapat ditempuh dari Jayapura selama 45 menit. Melewati jalan berkelok-kelok, mata dimanjakan dengan pemandangan rimbunnya pohon di kiri dan kanan jalan serta gugusan Pegunungan Cyclops. Dari ketinggian dapat disaksikan Danau Sentani dan aktivitas Bandara Sentani dengan pesawat yang tinggal dan lepas landas. Pengunjung dapat memilih duduk di pondok, kursi, atau rumput.

Pada Perang Dunia II, pasukan sekutu yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Douglas MacArthur tiba di Papua untuk mengusir tentara Jepang yang menduduki wilayah tersebut. Tentara AS menjadikan Ifar Gunung yang sekaligus menjadi lokasi Tugu MacArthur sebagai basis pertahanan. Lokasi tersebut dipilih MacArthur sebab dari atas bukit  terlihat jelas Bandara Sentani dan Danau Sentani. Dengan demikian MacArthur dapat melihat pergerakan pesawat tempurnya.

Di badan tugu MacArthur tertulis teks berbahasa Indonesia dan Inggris yang menjelaskan bahwa lokasi tersebut dulunya adalah markas pasukan sekutu untuk wilayah Pasifik Barat Daya. Kawasan tersebut kini difungsikan sebagai kompleks Resimen Induk Daerah Militer (RINDAM) XVII Cenderawasih.

 

Jayapura City

Jayapura City dapat ditempuh melalui Polimak. Dari Jayapura memakan waktu 30 menit. Jika menggunakan motor, pilihlah motor yang tangguh karena medan pendakian yang curam dan tikungan yang cukup membahayakan. Perlu esktra hati-hati untuk melewatinya. Di sepanjang jalan menuju Jayapura City terdapat beberapa stasiun pemancar TV.

Disebut Jayapura City karena terdapat tulisan besar Jayapura City di rangka baja yang terlihat dari seluruh penjuru kota. Saat malam, tulisan ini berpendar bersama ribuan cahaya yang muncul dari lampu rumah penduduk, bagai kunang-kunang yang berpencar di kegelapan malam.

Kota Jayapura dilihat dari Jayapura City
Kota Jayapura dilihat dari Jayapura City

Jayapura City adalah tempat terbaik menyaksikan kota Jayapura dan Samudera Pasifik serta aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Jayapura dari ketinggian terutama pada malam hari. Sayangnya proteksi terhadap keselamatan pengunjung luput dari perhatian pemerintah. Bila kurang waspada, nyawa menjadi taruhannya.

Dari wisata di bukit mari beralih ke wisata di pantai. Kupang merupakan singkatan dari ‘bangku panjang’, merupakan ajang berkumpulnya anak muda di tepi pantai. Sambil menikmati debur ombak dan belaian angin pantai, dapat mencicipi bakso atau mie ayam yang tersaji di pinggir jalan. Dari kejauhan dapat disaksikan kapal-kapal besar yang hilir mudik. Kupang terletak di Dok II, tepatnya di depan kantor gubernur Provinsi Papua. Bangku panjang yang dimaksud adalah kursi berkeramik dengan panjang lebih kurang 500 meter. Kupang ramai dikunjungi menjelang sore dan malam Minggu. Sekumpulan anak muda tampak ada yang asyik berpacaran, ada pula yang duduk sendiri. Warga Jayapura menjadikan Kupang sebagai pilihan untuk melepas penat setelah seharian berkutat dalam rutinitas.

Stadion Mandala 2
Stadion Mandala

Stadion Mandala merupakan salah satu ikon kota Jayapura. Stadion itu dapat menampung kira-kira 30 ribu penonton. Pada momen pertandingan, Stadion Mandala menjadi ajang berkumpulnya Persipuramania yang merupakan pendukung setia kesebelasan Persipura. Warga Jayapura sangat mendukung tim kebanggaannya itu. Lagu, yel-yel, dan sorak sorai disuarakan secara kompak. Bagi mereka, Persipura adalah mutiara hitam yang senantiasa berkilau di antara kesebelasan lainnya di Indonesia.

Pada 2009 stadion ini direnovasi dengan tujuan menjadikan stadion berstandar internasional.  28 April 2013 lalu, stadion ini menjadi saksi pertandingan antara Persipura melawan Gresik United. Sementara pada 2 Mei 2013, Persipura beradu dengan Arema dalam rangkaian Indonesia Super League.

 

Pinang

Bagi orang asli Papua, baik tua maupun muda, lelaki maupun perempuan, pinang tak bisa dilepaskan dari keseharian. Maka tak heran di tempat-tempat umum bahkan hingga ke pelosok kampung dapat dijumpai penjual pinang. Di lingkungan pemerintahan sekalipun masih banyak dijumpai pegawai yang mengunyah pinang sambil menjalankan pekerjaan. Pinang bagaikan urat nadi yang menyemangati orang Papua dalam bekerja. Ibarat sayur tanpa garam. Sayangnya pemandangan membuang ludah pinang sembarangan menjadi sesuatu yang jamak dijumpai. Oleh karena itu di lokasi yang ramai dikunjungi akan mudah dijumpai pengumuman ‘dilarang membuang ludah pinang sembarang”.

Jalan Percetakan di kota Jayapura merupakan pusat bisnis. Jejeran toko menjual aneka kebutuhan. Bangunan tempo dulu menjadi bukti bahwa kawasan ini telah lama menjadi denyut nadi kota Jayapura. Terdapat beberapa hotel seperti Hotel Matoa dan Hotel Aston. Tak jauh dari sana terdapat Mall Jayapura.

Papeda lengkap dengan tumis kangkung bunga pepaya dan ikan kuah kuning
Papeda lengkap dengan tumis kangkung bunga pepaya dan ikan kuah kuning

Sarana transportasi di kota Jayapura terintegrasi dengan baik. Hal itu memudahkan warga  mencapai tujuan. Sayangnya pk 20.00 ke atas, kendaraan umum sulit ditemui. Namun tidak perlu kuatir karena masih ada ojek yang siap mengantar. Menjadi peringatan adalah selalu berhati-hati karena kondisi jalan yang minim penerangan memudahkan mereka yang berniat jahat untuk menjalankan aksinya.

Karena letaknya di ujung timur Indonesia, harga barang kebutuhan pokok seperti makanan dan pakaian lebih mahal bahkan hingga mencapai dua kali lipat dibanding kota-kota di Pulau Jawa. Hal itu wajar dipandang karena biaya pengiriman yang besar. Papeda merupakan makanan khas Papua yang wajib dicicipi. Rasa tawar papeda berpadu dengan asamnya  ikan kuah kuning serta pahit gurihnya tumis kangkung bunga pepaya dan pedasnya sambal tomat. Masing-masing menyumbangkan rasa yang saling melengkapi.

Secara keseluruhan wisata ke Jayapura memberi kesan tersendiri di sanubari. Berinteraksi tidak hanya dengan orang asli Papua, juga dengan pendatang dari daerah lain di Indonesia memberikan wawasan baru untuk mengakui bahwa perbedaan itu indah bila disikapi dengan keterbukaan pikiran dan hati.

Hatiku Tertambat di Jayapura